Sabtu, 009-009-1662
Dunham Mansion
Verona City, Colony 67
Pagi itu terasa dingin. Seorang pemuda menarik selimutnya karena tidak tahan dingin. Walaupun ia merasa kedinginan, tapi ia merasa damai sekali. Mungkin ini yang namanya inner peace, pikirnya. Yang ia tidak tahu adalah kedamaiannya akan terganggu sesaat lagi.
Pintu kamarnya terbanting terbuka. Seorang gadis masuk kedalam kamarnya, lalu dengan cepat menaiki kasur si pemuda itu.
"Ka-kak!!! Bangun!!! Bangun!!! Banguuuuunnnnn!!!" seru si gadis itu.
"Se-ugh-sebentar, Carmilla. Aku masih mau tidur."
"Tidak-tidak-tidak-tidak-tidak!!! Hari ini terasa sejuk dan indah!!!!! Kita harus berjalan-jalan keluar. Kita harus berkencan hari ini." seru Carmilla. Bukannya membangunkan, ia malah berhasil membuat kakaknya menarik selimutnya menutupi wajahnya.
"For the sake of all good things, Carmilla. Tolong tunggu 5 meniiit saja. Aku masih sangat mengantuk!!!"
"Aaah!!! Kakaaak!!!" rengek Carmilla. Tiba-tiba, ia melihat seorang pria berdiri di pintu. "KAK MAAAX!!! Tolong bantu aku!!!" seru Carmilla sambil berlari kearah pemuda itu sambil menarik tangannya.
"Oke, Carmilla. Kamu sudah membuat semua orang lain di rumah ini bangun, kecuali orang ini. Baiklah. Bangun, Trey." ujar Maxwell sambil menarik selimut tebal dari kasur itu.
"Hnggg.....Pagi, Kak Maxwell. Pagi, Carmilla." ujar Trey sambil meregangkan ototnya. Saat Trey duduk di tempat tidur, muncul lagi seorang wanita.
"Kak Lucianna..." ujar Trey, Maxwell dan Carmilla bersamaan.
"Kalian membangunkan Trey lagi? Ya ampun."
"Iya, iya!!! Kak Trey, ayo sekarang kita pergi berkencan!!!" ujar Carmilla. Lucia dan Maxwell tertawa bersama, sedangkan Trey hanya menghela nafas. Lalu ia melihat adik bungsunya Carmilla Miracle Dunham. Rambut hitam legam, kulit putih bersih, mata hijau zamrud, serta disempurnakan dengan badan yang terawat, menjadikannya layak dipanggil bidadari kecil. Ia berumur dua tahun lebih muda dari Trey. Sambil memandang adiknya, ia pernah mengingat ayahnya memberitahu Trey bahwa Carmilla lahir dalam keadaan kritis, dengan hanya 1/3 organnya yang aktif saat kelahirannya. Bahkan, ia sempat mati suri, saat ia kemudian hidup lagi dengan seluruh organ yang berfungsi normal, di pelukan ibunya. Itulah sebabnya ia diberi nama Miracle.
"Carmilla, kan sudah kubilang...kau belum cukup umur untuk berkencan denganku." ujar Trey.
"Huuuu...kenapa sih kakak melihatku sebagai adik? Seharusnya walaupun sesekali kakak melihatku sebagai seorang wanita!!!" rengek Carmilla. Trey pun melihat kedua kakaknya. Mereka berdua tersenyum sambil mengangkat bahu.
"Carmilla...jika aku melihatmu sebagai wanita, bukan sebagai adik...mungkin aku sudah memperkosamu tiap hari dan kau sedang hamil anak kedua." ujar Trey kalem. Hal ini berhasil membuat Carmilla terkejut dan membuat wajah cantiknya merah.
"Uwa-"
"Tentu saja aku bercanda. Tidak mungkin aku melakukan hal seburuk itu kepada adik kecilku ini." ujar Trey sambil turun dari tempat tidurnya. Ia pun mengajak saudaranya turun untuk sarapan.
Hari ini rencananya keempat bersaudara itu akan mengendarai mobil ke kota, dimana mereka akan mengabiskan hari libur di taman bermain yang baru dibangun.
"Kak Lucia. Dimana kunci mobil Ayah?" tanya Trey begitu Lucia selesai mandi. Lucia pun segera mengambil kunci mobil BMW milik ayahnya, Sir Vermillion Dunham.
"Tolong panaskan mesinnya." ujar Lucia pelan. Trey mengangguk. Kakak sulungnya, Lucianna Athena Dunham, sangat baik. Rambutnya yang merah sepunggung, mata lavender dan lekuk tubuh yang bisa membuat pria manapun menelan ludah. Selain itu ia juga diberkati kecerdasan dan kebijaksanaan yang luar biasa, yang tepat bagi namanya yang diambil dari nama dewi kebijaksanaan Yunani.
KAMU SEDANG MEMBACA
Knights of Sriwijaya
Science Fiction"A Knight will fight till his last drop of blood."
