The winter winds are colder on my own
Maybe we will meet when we get older
Maybe we won't
So I won't say, "I love you" if you don't
No, you don't.─────╯˚⋆。˚ ⋆ ˚୨୧˚ ⋆。˚ ⋆˚╰─────
Amarah memang merugikan banyak pihak.Hongjoong menyadari hal itu ketika ia melangkahkan kaki keluar dari apartemen Seonghwa, tapi tak bisa dipungkiri bahwa ia sakit hati. Jika Seonghwa memilihnya sejak awal, mengapa ia berbohong di restoran dan mengatakan bahwa ciuman mereka bukan apa-apa? Apakah kini Seonghwa baru menyadari bahwa ia menaruh hati pada Hongjoong?
Seonghwa adalah pribadi yang rumit dan ia memperumit keadaan dengan beberapa kebohongan yang dibuatnya sendiri.
"Kau baik-baik saja?" Eden tak bisa bohong bahwa ia khawatir dengan Hongjoong yang banyak melamun hari ini.
"Aku baik."
"Kau bisa cerita padaku, Joong."
Joong. Panggilan itu mengingatkannya pada Seonghwa.
"Biar kutebak, pasti masalah percintaan." Tahu-tahu Eden sudah menyodorkan setangkai permen anggur yang Hongjoong tolak dengan halus.
"Aku tak ingin membicarakannya."
"Baiklah." Ujar Eden. "Tapi jangan membuat pekerjaanmu berantakan, kau ingat kan kita punya deadline?"
"Ughhh." Hongjoong menggerutu, mendadak sebal dengan rekan kerjanya itu. "Aku bertengkar dengan Seonghwa."
"Pacarmu?"
"Ck, bukan."
"Oh, teman kencan yang menciummu di lantai dansa waktu itu?"
Hongjoong mengangguk dan Eden tersenyum. "Aku terkejut sekali waktu ia melakukan itu."
Aku juga.
"Lupakan, intinya Seonghwa tidak menjadikanku pilihan pertama sehingga kami terlibat adu mulut dan kami bertengkar sekarang."
"Tapi ia menciummu."
"Itu bukan apa-apa."
Eden, selaku pria yang jauh lebih dewasa dari Hongjoong, tentu tahu bahwa adik kecilnya ini sedang dilanda amarah sehingga tak bisa berpikir jernih. Ia mengguncang bahu Hongjoong pelan, berusaha memberi nasihat pada rekan kerjanya itu. "Apa yang ia katakan?"
"Seonghwa bilang bahwa aku bukanlah sebuah opsi, ia sudah memilih diriku sejak awal. Tapi aku tidak mengerti kenapa ia terus menyangkalnya."
"Apakah ia menangis?"
Hongjoong mengangguk.
"Ia menangis karena ia memang memilihmu, Joong."
"Itu hanyalah tangisan karena ia merasa bersalah."
Eden menggeleng. "Seonghwa menangis karena ia mencintaimu."
Hongjoong terdiam.
"Ia menyangkal karena tidak tahu bagaimana cara mengungkapkan perasaannya padamu, sehingga ketika kau pergi ia benar-benar menyesal karena tidak mengatakannya sejak awal."
Apakah yang Eden katakan itu benar? Mungkin saja benar karena Eden jauh lebih berpengalaman soal percintaan ketimbang Hongjoong.
"Hyung, apa yang harus aku lakukan?"
"Jika kau ingin memperbaiki semuanya, lakukan sekarang. Kau juga belum menyatakan perasaan padanya kan?"
Hongjoong menggelengkan kepala.

KAMU SEDANG MEMBACA
DANCING WHILE WE'RE FALLING ; JoongHwa ✅
FanficPark Seonghwa tidak lagi percaya akan cinta, tidak setelah kegagalan hubungannya dengan Song Mingi. ia menyendiri, memperbaiki hati, dan tak lagi beraksi. Kim Hongjoong ingin membuktikan bahwa Seonghwa salah. Ia ingin membuktikan bahwa cinta selalu...