Sunrise in Hollywood,
we ain't slept for days.
Perfect disaster,
me and you.──────╯˚⋆。˚ ⋆ ˚୨୧˚ ⋆。˚ ⋆˚╰──────
Satu hal yang paling Seonghwa sukai dari kamar tidurnya adalah tirai jendela yang berwarna hitam. Tidak lazim memang tapi Seonghwa benar-benar jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatnya di dalam toko. Tirai hitam tersebut dapat menghalau cahaya matahari yang masuk ke dalam kamar dengan sangat baik, membuat Seonghwa dapat tertidur lebih lama dan lebih nyenyak.
Seperti sekarang ini, bedanya, tubuh Seonghwa tengah direngkuh dari belakang oleh sepasang lengan kokoh yang sangat ia kenal.
Hari sudah siang ketika Seonghwa membuka mata dan langsung menatap tirai hitam yang masih tertutup, membuat pencahayaan di kamar tidurnya sangat minim. Seonghwa hendak bangkit dari ranjang tetapi terhenti ketika mendengar gumaman dari Hongjoong yang masih terlelap. Seonghwa terkekeh pelan lalu berbalik untuk menatap pria itu lebih jelas.
"Hwa.." Sepertinya Hongjoong mengigau.
"Hai, Joong."
"Hai, Hwa." Hongjoong masih belum membuka mata, membuat Seonghwa gemas sambil mengusap rambutnya secara perlahan.
Seonghwa tidak menyangka bahwa Hongjoong akan berada di sisinya ketika ia bangun. Sempat terlintas di benaknya bahwa Hongjoong akan pergi selepas sesi panas keduanya, tetapi ternyata Hongjoong merengkuhnya semalaman. Hal tersebut membuat hati Seonghwa menghangat dalam sekejap.
"You're still naked." Gumam Hongjoong sambil mengusap punggung Seonghwa, lelaki itu belum sepenuhnya bangun alias masih setengah sadar.
"I was too tired last night." Jemari Seonghwa mulai mengelus leher Hongjoong. Tentu saja Seonghwa lelah, dua ronde ditambah dengan sesi make out yang membuat bibirnya memerah habis-habisan akibat ulah Hongjoong yang terlalu bersemangat menggunakan giginya.
Pria bermarga Kim itu mulai membuka matanya dengan malas, tetapi tangannya sudah bergerilya pada paha telanjang Seonghwa. "Another round?"
Seonghwa tidak bisa menolak permintaan yang diucapkan dengan suara berat serta seksi itu, maka Seonghwa menyuruh Hongjoong untuk menyandarkan tubuhnya pada kepala ranjang, sementara ia sendiri mulai mendudukkan dirinya pada pangkuan sang dominan.
"I'll take the control."
─────╯˚⋆。˚ ⋆ ˚୨୧˚ ⋆。˚ ⋆˚╰─────
Pizza lebih nikmat disantap di malam hari, begitu pikir Hongjoong. Ia kurang suka jika mengonsumsi makanan barat untuk menu makan siang, tapi Hongjoong tak bisa berbohong bahwa sekarang ia membutuhkan pizza. Butuh, bukan ingin. Karena perutnya belum diisi makanan sejak tadi malam, terlalu sibuk bercinta dengan Seonghwa sebanyak dua ronde belum lagi satu ronde tambahan yang membuat Hongjoong tak bisa protes karena Seonghwa terlihat sangat seksi ketika ia berada di atas.
Mereka memesan dua kotak pizza pada pukul dua siang, sebenarnya sudah terbilang terlambat untuk makan siang tapi keduanya tidak ambil pusing. Seonghwa kepalang lelah dan Hongjoong tidak tega untuk bercinta lagi jadi ia memanjakan Seonghwa di bathub dengan banyak busa sabun beraroma aprikot dan pijatan pada bahunya. Lalu keduanya duduk bersila di depan TV sambil menyantap pizza.
"Joong."
"Hmm?"
Seonghwa menepuk-nepuk perutnya dengan telapak tangan. "Kenyang."
Hongjoong melirik kotak pizza milik Seonghwa yang sudah kosong, porsi makan pria ini hebat juga, tak heran staminanya kuat sekali ketika bercinta. Mengenyahkan pikiran mesumnya, Hongjoong membereskan beberapa potong pizza miliknya yang masih tersisa untuk disimpan dikulkas sementara Seonghwa menyamankan posisi duduknya di atas karpet.

KAMU SEDANG MEMBACA
DANCING WHILE WE'RE FALLING ; JoongHwa ✅
Fiksi PenggemarPark Seonghwa tidak lagi percaya akan cinta, tidak setelah kegagalan hubungannya dengan Song Mingi. ia menyendiri, memperbaiki hati, dan tak lagi beraksi. Kim Hongjoong ingin membuktikan bahwa Seonghwa salah. Ia ingin membuktikan bahwa cinta selalu...