NORMAL POV
Dalam jeruji besi, Shin Dae terus duduk di pojok, dia terus mencoba mengabaikan kedatangan dari pria Demon yang pertama kali menyadari dan membuatnya terkurung.
Namun Shin Dae merasa heran karena pria itu juga yang mengajukan penjara level 1, yang paling ringan untuknya, bahkan rela mengunjunginya secara terang-terangan.
"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?"
Jeong Jae masih mengamati garis wajah Shin Dae dengan seksama, senyumnya kembali terukir, "Tubuhmu."
"Sialan kau!"
Jeong Jae malah makin mendekat melihat wajah yang mencoba sok berani itu padanya, "Kalau boleh jujur,aku tertarik padamu."
Shin Dae langsung membuang muka, apa-apaan seorang kaum Demon bicara secara terang-terangan tentang ketertarikan padanya.
"Jika kau mau, aku akan membebaskanmu dari jeruji ini, kau akan hidup enak di kamar istana ber-"
"Dalam mimpimu! Aku lebih baik mati di sini daripada menuruti perintahmu!" potong Shin Dae,dia mencoba berdiri untuk pindah ke pojok lain,namun Jeong Jae malah menariknya kembali sehingga posisi Shin Dae berada di pangkuan Jeong Jae.
Mata biru Shin Dae bertatapan langsung dengan mata Jeong Jae yang mulai berubah merah. Satu tangan kekar Jeong Jae menahan pinggang ramping sang Nephilim agar tidak memberontak.
"Ummh" Shin Dae membulatkan bola matanya saat bibir dingin Jeong Jae menyentuh bibirnya,dadanya bergemuruh secara tiba-tiba ketika merasakan usapan dari bibir sang Demon yang mulai merubah sentuhan bibirnya itu menjadi lumataan.
Jeong Jae menggunakan tangan yang satunya untuk menekan kepala Shin Dae, dia makin memperdalam ciumannya dan di sela itu sudut bibirnya tertarik melihat perlawanan Shin Dae menipis.
"Kau menerimaku." ujar Jeong Jae sesaat melepaskan pagutan bibirnya, dia langsung mendorong Shin Dae, membuat sang Nephilim bisa merasakan hawa dingin ketika hembusan nafas yang tak teratur dari pria Demon yang menindihnya.
~Mysterious Man~
Semak-semak itu bergerak kasar dan muncul Dahyun yang terengah-engah berlari kemanapun agar jauh dari kastil menyeramlan tadi.
Nafasnya lega sesaat karena berhasil namun pemandangannya kini seakan melihat sebuah kota tua yang begitu asing bagi pandangannya,dengann pohon-pohon besar nan tinggi menjulang hampir di setiap sudut,langit dengan warna biru kehitaman, dan bulan yang berwarna jingga kemerahan.
"Dimana jalan keluarnya, dimana?" gumam Dahyun yang mulai lelah.
BRAK.
Saat menyingkirkan beberapa akar semak belukar,tubuh Dahyun hilang keseimbangan sampai dia terpelanting.
TAP.TAP.TAP.
Suara langkah kaki itu membuat Dahyun mencoba melirik, dengan kepala yang melihat kesamping, Dahyun melihat kaki yang berdiri kokoh dihadapannya. Perlahan, ia angkat kepalanya, dan terlihatlah sosok yang sangat dia hindari-Jeong Jae.
"Lihat,inilah akibatnya jika kau mencoba kabur dariku." pria Demon itu melipat tangan didepan dada dengan sayap yang senantiasa mengembang dan siap untuk mengepak.
"Tak apa,lebih baik aku mati saja daripada terjebak bersamamu." gumam Dahyun lemah,begitu merasakan rasa sakit yang teramat pada area kaki dan tangannya yang berdarah.

KAMU SEDANG MEMBACA
MYSTERIOUS MAN
FanfictionKebaikan memanglah kewajiban setiap manusia, tapi bagaimana jika kebaikan itu membawamu kepada sesuatu yang bisa dibilang-err mengejutkan. Tanyakan saja pada gadis korea dengan kebaikan hatinya membawa pria asing di jalan ke rumah,yang berakhir di...