MM : 01

653 163 81
                                    

NORMAL POV

Dahyun terengah-engah ketika berhasil membawa pria asing itu dengan susah payah agar tidak terjatuh seperti tadi, beruntung rumahnya tak jauh dari gang sepi itu. Satu-satunya hal yang membuatnya cukup kerepotan adalah berat dari pria itu.

Kini Dahyun menatap pria asing yang kini tengah menyandar lemah di sofanya. "Tuan"

Pria itu membuka mata. Dahyun terpaku dengan apa yang terlihat jelas sekarang, kerupawanan yang sempat ia kagumi tadi ternyata bukan apa-apa setelah ia melihat dengan jelas struktur wajah pria ini, bahkan Dahyun merasa jika pria di sebelahnya ini bukan tak terlihat seperti pria korea pada umumnya, dia seperti kaum bangsawan di zaman kuno dengan aura luar biasa. Gadis itu menggeleng kuat guna mengusir hal-hal liar yang menghampirinya.

Dahyun menarik nafas panjang, kemudian kembali berbicara,"Sebaiknya kau ganti pakaian dan mandi dulu,Tuan." Titahnya, padahal ia sendiri belum mengganti bajunya yang basah kuyup.

Pria itu masih terdiam layaknya patung.

"Tak punya."

Perkataan pria itu membuat Dahyun sekali lagi memijat dahinya frustasi. Otaknya kembali berputar dan beruntung ia mempunyai baju olah raga bekas yang sepertinya pas untuk ukuran pria dewasa di depannya.

"Tuan,kau mandi saja dulu,aku akan menyiapkan pakaian ganti. Ah ya, handuk sudah ada di gantungan kamar mandi,kau bisa mengambilnya."

Pria itu akhirnya bangkit lalu berjalan menuju pintu terdekat dari ruang tamu.

"Permisi Tuan, itu kamarku  kamar mandinya di sebelah sana." Dahyun kelepasan berteriak kemudian menarik lengan pria asing itu ke ruangan sebelah pintu kamarnya.

Ia berhenti berjalan dan berbalik menghadap Dahyun,kembali memandang gadis itu intens.

"Kau.."

Dahyun mengeryit tidak mengerti saat mendengar suara bariton itu. "Eoh?"

"Kau tidak ikut mandi?"

Pertanyaan tanpa beban itu sukses membuat wajah Dahyun merona karena malu.

"Aku akan menyiapkan pakaian gantimu,lagipun aku tak perlu mandi." ujar Dahyun dan ia bercepat meninggalkan pria yang masih menatapnya dalam diam

{~Mysterious Man~}

Dahyun mengeringkan rambutnya di depan cermin rias kamarnya dan tiba-tiba wajahnya kembali memanas karena teringat kejadian di tengah guyuran hujan saat ia memopoh pria asing itu kerumah.

Saat belok ke persimpangan,pria itu terjatuh lemah. Karena terlalu tiba-tiba dan tubuh kecil Dahyun tak sempat menahan, pria asing itu terjatuh dengan posisi menindih Dahyun, satu tangan pria itu—malah reflek menyentuh dada kanan Dahyun yang hanya memakai tshirt tipis. Tapi karena pria itu terlihat lemah Dahyun mencoba berpikir bahwa hal itu terjadi dengan tidak sengaja dan mengabaikannya.

"Yak! Lee Dahyun!" Dahyun menampar dirinya sendiri. "Dia pria asing! Bahkan kau tak tau dia penjahat atau bukan, berhati-hatilah."

Setelah merapikan dirinya,Dahyun berjalan kearag arah ruang tamu, sebelumnya ia pergi ke dapur untuk membawa dua cangkir coklat hangat dan duduk di sofa menunggu pria asing yang masih belum keluar dari kamar mandinya.

Bahkan karena pria itu Dahyun tak sempat mandi dan hanya mengganti pakaiannya.

"Apa dia pikir dia anak raja?" gumanya sedikit kesal karena sudah menunggu lama dan pria itu masih belum juga keluar,saat meminum coklat hangatnya tiba-tiba mata Dahyun membelalak dan tak sengaja menyemburkan yang telah diminumnya karena memikirkan satu kemungkinan, "Apa dia pingsan?!" pekik gadis itu mengingat ia membawa lelaki itu dengan keadaan tidak sedang baik-baik saja.

MYSTERIOUS MAN Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang