2. Rey besties

853 98 82
                                        

Kamu itu abu-abu,
semu dan tidak pasti.

Ayala Cherry Maharaja

Pembaca Brutal ada yang dari Tegal gak nih?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pembaca Brutal ada yang dari Tegal gak nih?

Absen menurut daerah kalian dungs☺👉
¤
¤
¤

Seperti yang sebelumnya Rey katakan pada Ayala bahwa ia akan keluar sore ini, laki-laki itu pergi ke Bandara untuk menjemput seseorang. Siapakah dia?

Rey hanya mengenakan kaus putih polos tanpa lengan yang memperlihatkan tato bergambar bunga anyelir yang disekelilingnya bertabur bintang dilengan sebelah kiri, dipadukan celana denim selutut dan sendal selop rumahan warna putih, sangat casual sampai orang-orang yang melewati Rey menatap dirinya tanpa berkedip.

"Ati-ati katarak tuh mata ngelihatin orang ganteng sampe segitunya," ketus Rey dengan ekspresi datar.

Laki-laki itu memang sangat suka dipandang aneh oleh orang-orang, katanya limited edition, jarang-jarang ada orang ganteng kelakuannya kayak gini.

Lelah menunggu, Rey mulai merasa bosan. Dia memilih berbaring di kursi panjang yang kosong, mengenakan kacamata hitamnya kemudian tertidur dengan satu kaki yang naik ke sandaran kursi.

Entah Rey ini cacingan atau apa, pokoknya tiada hari tanpa mengantuk.

Security yang sedari tadi diam-diam memperhatikan Rey pun ikut bingung, niat hati ingin mengusir karena kelakuan cowok itu yang sudah mirip orang tidak waras, tapi Security itu berpikir lagi karena wajah tampan yang dimiliki Rey. Rasanya tidak mungkin jika orang tidak waras setampan itu.

"Rey... heh!"

Baru saja bermimpi mendapatkan lotre berupa motor vespa berwarna pink, seseorang malah mengusik tidurnya dengan menarik telinganya kuat-kuat.

"Magic." Rey sontak terbangun dan terkejut melihat laki-laki yang baru saja menarik telinganya, "udah nyampe aja lu."

"Help me!" Laki-laki itu menjatuhkan diri di kursi yang kosong dengan nafas tak beraturan dan keringat yang membasahi wajahnya.

Rey menepuk jidatnya sendiri, dia segera memberinya air mineral dan minyak angin yang sudah dipersiapkan dari rumah tadi.

"Mendingan?" tanya Rey pada laki-laki pemilik rambut ikal dan bibir ranum itu.

"I'm oke," jawabnya lirih.

Jika kalian penasaran siapa laki-laki itu, dia merupakan salah satu teman baik Rey. Namanya Matthew Aileensky, biasa dipanggil Mamat oleh teman-temannya. Mempunyai tubuh semampai namun masih dua senti lebih pendek dari Rey, jika Rey 182 cm, maka Matthew 180 cm, lain dengan Yogi yang sama tinggi dengan Rey.

BRUTALTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang