Seperti Penolong

9 1 0
                                    

Terkadang bersikap menyebalkan dan Terkadang bersikap baik belagak seperti penolong, maunya apa?
Hati bukan hal yang mudah dijadikan permainan

-Kiyara

"Mie instan, susu, nugget, sosis, air mineral botol, kopi, teh, gula, minyak, lada, margarin, yogurt, sabun cuci piring, sabun mandi, lotion, sampo, sikat, gigi, pasta gigi, spone cuci, piring, pasta,bumbu pasta, telur... Ayah apalagi yang belum" teriak gadis yang sedang mengabsen list kebutuhan rumah tangga yang akan di beli di supermarket depan komplek.

"Sarden sama Pomade kak" ucap suara pria dari dapur kotor di tambah desiran suara percikan wajan dan kompor menandakan bahwa pria itu sedang masak.

"Oke sarden sama Pomade" ucapnya kemudian menulis pesanan itu dalam buku binder kecil agar tidak lupa.

"Ada lagi ga yah?" Teriak gadis itu lagi.

"Ga ada kak itu aja susunya yang cokelat jangan putih punya adek".

"Oke, kalo nggak ada Kiyara pamit dulu yahhh, nanti kalo kurang wa aja" teriak Kiyara kemudian mencium kening adiknya yang tengah duduk di meja makan sambil menonton kartun Coco melon serial kesukaannya dengan hp ayahnya.

"Adik ga mau nitip apa- apa sama kakak?" Tanya Kiyara mengelus puncak kepala adiknya.

"Enan nitip susu kotak cokelat aja kak Kiki " ucap anak kecil bertubuh gempal itu.

"Iya nanti kakak beliin 2 ya, kalo gitu kakak pergi dulu bilang sama Ayah takutnya ayah nanya".

"Iya kak, ati-ati ya" ucap Keenan" sambil melambaikan tangan ke arah kakaknya.

........

'lo mau ke mana Ki?" Suara di sebrang sana menemani Kiyara berjalan di tengah jalanan sepi yang hanya di hiasi lampu taman.

'biasa ke minimarket depan, beli belanjaan mingguan sekalian kawani gue jangan matiin vc nya sampe gue sampe'.

'iye bawel, sekalian dong nitip Boba Ichi ocha besok bawa kesekolah ya lagi ngidam ni' ucap Naya sambil merapikan posisi rebahan nya agar nyaman.

'ngidam-ngidam, ngidam anak siapa anjir'.

'biasa anak Zian! Hahaha' ucap Naya sambil memperagakan mengelus buah hati di balik baju.

'ntar nangis di tinggal, lagian virtual aja bangga' ledek Kiyara.

'oi anak jamet, dari pada Lo ga virtual tapi ga dapat dapat hahah, mending gue virtual dapat hahahahha'.

'anjing emang lo'.

'udah nanti lanjut lagi gue kebelet berak ni Ki, ntar sambung' belum sempat Kiyara menjawab Naya sudah mematikan sambungan telpon mereka mau tidak mau Kiyara mematikan ponselnya tak lupa memasukan ponselnya kedalam saku celana masuk kedalam minimarket.

Tangannya terulur memasukan beberapa pesanan ke dalam keranjang, tak terasa sudah 3 keranjang merah itu berisi belanjanya ia kemudian berjalan ke kasir dengan tertatih-tatih membawa barang belanjaan nya satu persatu.

"Ini aja mas?" Tanya Kasir man kepada pria berjaket Levis hitam yang sedang membeli sebungkus rokok dan minuman bersoda kaleng tak lupa ada satu lagi benda tips berwarna biru tak lupa dia beli.

Kiyara melihat benda itu, iya lumayan cukup familiar melihat benda itu karena ketika belajar biologi gurunya menjelaskan mereka fungsi dari benda itu.

Namanya kondom.

Namun yang cukup membuat heran Kiyara adalah jika Durex itu di beli oleh siswa SMA dengan jaket Levis itam membungkus tubuhnya. Ia tahu karena pria itu masih memakai celana abu-abu yang mencirikan anak SMA padahal ini sudah cukup larut malam.

Gema Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang