Final Fight

12 1 0
                                    

Farrel POV,

Nichollas University, Faculty of Medicine.

Sudah seminggu aku sudah beristirahat dan mencoba untuk memulihkan diri ku dan pikiran ku. Luka bakar yang diakibatkan oleh Josh sudah menghilang namun luka hati masih menyisakan sedikit memori. Disisi lain aku memiliki cinta yang baru yaitu Linden dia yang bisa membantu aku untuk menghapus rasa sakit dan sedih yang aku alami yang membuat iklim es di area tropis tidak stabil dalam waktu 7 hari.

Aku sudah memberanikan diri untuk masuk kampus, namun aku masih menggunakan topeng untuk menghindar dari Josh. Aku kembali tidak khawatir karena aku juga ditemani oleh beberapa sahabatku, kakak ku Rafael dan juga pacar baru ku yaitu Linden. Teman-teman lain juga kini mendekat denganku dan menjauh dari Josh ditambah aku juga memiliki kemampuan spiritual yang baru jadi aku tidak kesepian sekarang.

Berkat Alan, Linden, dan Dad aku bisa menguasai pengendalian air spiritual atau Spiritbending. Kekuatan milikku sudah setara dengan milik dad atau ayahku. Aku kini berjalan berdampingan dengan Linden menuju ke kelas. Beberapa mahasiswa mulai membicarakan aku mengapa aku menggunakan topeng. "Rel, lu gimana apa udah baikkan dan gua masih gak nyangka kalau Josh tega melukai lu gini." Tina masih berempati padaku. Aku hanya bisa tersenyum saja ke Tina dan menjawab pertanyaannya.

"Iya gue udah gapapa tin, udah jangan bahas itu yaa jujur kecewa gue sama dia tapi yaudahlah ya." Aku menjawab pertanyaan Tina.

"Iya sorry yaa rel, umm gua rasa ada yang baru nihh ciee sama Linden sekarang rel ?." Tina kembali kepo.

"Umm yup gua sekarang pacar Farrel dan gua gak akan biarin suatu hal terjadi ke Farrel gua selalu ada buat dia Tina, kita semua ada buat dia yuk lahh ke kelas jangan gosip mulu Tin." Linden akhirnya menjawab dengan pede nya.

Walau aku belum jadian resmi dengan Linden, yaudah aku ikut alur aja menunggu dia mengajakku dating. Aku dan Tina hanya tertawa saja, sambil menuju ke kelas bersama Linden, Alan, Kelvin, dan Twins bro Rafael. Aku melihat dari kejauhan dengan insting peri ku keberadaan Josh yang sedang menjalani hukuman skorsing dan beberapa hukuman lainnya yang diberikan oleh Dad ku. Sementara si Tiara di keluarkan dari kampus dan di blacklist, karena dia adalah asal muasal permasalahan yang aku alami ini.

Aku tidak terlalu mempedulikan keberadaan Josh saat ini. Aku kembali konsentrasi ke mata kuliah di kelas ku ini. Sepanjang kelas Linden merangkul dan bersandar dipundakku, mana Papa yang sedang menjelaskan materi hari ini di kelas. Linden yang menyebalkan seperti itu entah kenapa aku tetap nyaman saat dia bersandar padaku dan aku juga tidak keberatan dengan hal itu. Aku hanya tersenyum saja sambil kembali fokus ke apa yang Papa ku jelaskan di kelas.

Sesekali aku juga mengelus pelan rambut di kepala Linden hingga dia juga merasakan kenyamanan berada di dekatku. Linden juga sesekali berani mencium ku padahal masih kelas. "Mmhh thanks rel ur so cute." Linden berbisik setelah menciumku. Di bagian belakang Rafael yang saat itu ada mata kuliah yang sama mengganggu ku yang sedang bucin dengan Linden. Kak Rafael membelokan cahaya matahari ke arahku. "Uuuuu bucin mulu." Bisik kak Rafael. Aku dan Linden silau, apa daya Linden bisa melindungi dirinya dengan mengendalikan alumunium menjadi perisai diatas kepalanya. Kini sinar itu menyilaukan mataku.

"Ihhh kak Rafael ughhh ganggu." Aku kini mulai berbisik agak keras.

Aku membalaskan dengan melakukan manipulasi cuaca diluar menjadi hujan seketika. "Ahhh gak seru kamu twins." Keluh kak Rafael. Aku tertawa saja. "Hmm emang enak udah ahh kak." Aku kini mulai risih, namun Linden tetap masih enjoy memperhatikan kelas dan masih bersandar dipundakku. Tak kusangka kini Papa melihat ke arah barisan ku mungkin, karena aku berbisik terus. "Farrel CTR diatas 50 persen menunjukkan apa nak ?." Sial papa bertanya kepadaku dengan materi Radiologi yang dijelaskan olehnya.

Elementalists Love - Season 2 "Elementalists Universe"Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang