[11] First Meet

4.7K 300 15
                                        

Kata orang cinta bisa tumbuh di mana saja. Sebagian orang pun percaya dengan 'Cinta Pandangan Pertama' yang terdengar konyol itu. Namun jika menelisik sebagian pasangan yang ada di dunia, mereka pasti tak menampik fakta bahwa pertemuan dengan pasangan kekasih terjadi saat pertama kali berjumpa.

"Wonwoo?" Yang dipanggil melirik ke arah sumber suara dan menemukan Yoona kini berjalan ke arahnya.

"Pastor Park mencarimu." Wonwoo mengangguk sekilas dan bergegas pergi dari taman belakang geraja. Saat ini Wonwoo sedang menjalani masa percobaan untuk mengabdikan seluruh hidupnya untuk menjadi biarawan. Ya, Wonwoo sudah ada di bulan ke-10 dari masa percobaan satu tahun yang diberikan.

Langkah kaki panjangnya menuntun di depan ruangan Pastor Park. Segera tanpa berpikir panjang, Wonwoo mengetuk lalu melangkah masuk untuk memberi salam kepada sang Pastor.

"Pastor memanggilku?" Tanya Wonwoo.

"Duduk sebentar, Wonwoo." Yang dipanggil langsung mendudukkan tubuhnya dan menatap fokus kepada sang Pastor.

"Sebenernya ini permintaan Romo, kamu diminta buat selesain masa percobaan karena Romo lihat kamu sangat bagus dalan pelayanan di Gereja ini."

"Romo minta aku selesai kapan?"

"Bulan depan, kamu bisa?" Wonwoo mengangguk pasti. Sebenernya tugas pelayanan dan mengabdi sepenuhnya memang sesuatu yang sudah dicita-citakan sejak dini. Latar belakang keluarga juga mempengaruhi Wonwoo hingga ia berdiri di gereja ini. Untuk mengabdi sepenuhnya, Wonwoo pun sudah bertekat untuk tidak menikah. Dan setelah masa percobaannya selesai, ia harus berpegang teguh akan hal itu.

"Bisa." Pastor Park mengangguk dan memberi senyum simpul sebelum mempersilahkan Wonwoo untuk keluar.

Saat berjalan ke luar ruangan, Wonwoo bertemu pandang dengan seseorang bertubuh tinggi tegap yang tubuhnya basah kuyup karena hujan. Wonwoo memandang khawatir lalu mendekat ke arah pria itu.

"Hai. Maaf kalo lancang tanya, kamu habis kehujanan?" Tanya Wonwoo. Kemudian pria itu melirik sekilas dan tersenyum menanggapi kepedulian sang Biarawan.

"Kebetulan iya. Parkir mobilku kejauhan dan pas di jalan tiba-tiba hujan." Wonwoo mengangguk paham lau mengajak pria itu untuk menuju ruangan belakang guna mengambilkan sesuatu untuk berganti.

"Kebetulan aku punya beberapa setel baju ukuran besar. Kamu bisa pake dulu."

"Eh nggak usah."

"Nggak apa, kamu ke sini mau berdoa kan? Masa mau berdoa bajunya basah? Ayo ikut sini." Wonwoo menuntun pria itu ke ruangan belakang dan bergegas mengeluarkan satu setel pakaiannya yang ia simpan di sana.

"Ini ada totebag juga buat baju kamu yang basah. Nggak apa pake aja dulu, kalo mau kembaliin bisa ke sini lagi, soalnya aku Biarawan di sini." Pria itu tersenyum (seperti kagum) saat mengetahui yang lebih pendek ternyata seorang pelayan di Gereja ini.

"Makasih banyak ya. Besok aku ke sini lagi buat balikin bajunya."

"Iya nggak apa. Kamar mandinya sebelah kiri." Tunjuk Wonwoo dengan isyarat tangan. Namun alih-alih beranjak, pria jangkung itu memilih melanjutkan bincang bersama Wonwoo.

"Makasih. Ngomong-ngomong kita belum kenalan. Nama kamu siapa?" Formalitas semata.

"Namaku Wonwoo." Setelah memperkenalkan diri, Wonwoo mengulurkan tangannya untuk saling berjabat tangan.

"Mingyu. Salam kenal." Tutupnya sebelum berpamitan pergi ke kamar mandi.

Pertemuan singkat yang Wonwoo kira hanya angin lalu berbuah rasa penasaran yang membuat tekatnya goyah karena si pria jangkung bernama Mingyu.

[✔] Mr. Busy | MinwonTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang