[03] Monday

13.4K 1.3K 74
                                        

Senin pagi terasa sangat kelabu karena hujan deras mengguyur Kota Seoul pagi ini. Wonwoo mau tidak mau harus bersiap-siap terlebih dahulu, meninggalkan Mingyu yang masih bergumul manja dengan selimut tebal.

Kini ia sudah rapi dan wangi dengan kemeja berwarna salem berlengan pendek─Wonwoo masih menggunakan boxer hitam ketatnya karena ia harus membangunkan Mingyu.

"Babbun, ayo bangun." Wonwoo menyibak selimut tebal itu dan tiba-tiba terlintas ide jahil untuk mengerjai suaminya.

Wonwoo merebahkan dirinya di samping Mingyu, tangan kirinya ia gunakan untuk menompang kepalanya.

"Sayang?" Tangannya mengusap lembut celana kain yang menggembung. Dengan senyuman jahil, Wonwoo masih terus mengusapnya pelan hingga suaminya terbangun karena keenakan.

"Wonwoo?"

"Hm?" Tangannya masih mengusap, kali ini dengan tempo lambat dan terdapat penekanan. Membuat Mingyu harus melenguh nikmat saat tangan cantik Wonwoo bermain di bawah sana.

"Aku berniat membangunkanmu tapi adik kecil yang bangun." Wonwoo tersenyum polos menatap Mingyu dengan mata rubah yang terlihat sangat excited.

"Sayang, ini hari Senin."

"Ya, aku tahu babbun."

"Aku ada janji bertemu dengan client pagi ini."

"Yasudah tinggal mandi saja." Wonwoo berhenti dan beranjak dari kasur. Mingyu baru menyadari bahwa suami manisnya itu hanya menggunakan boxer hitam kecil yang sangat mini.

"Kau tidak berniat menggodaku kan sayang?"

"Tentu tidak, cepat mandi babbun kau bau!" Wonwoo menjulurkan lidah dan keluar dari kamarnya. Mingyu menggerang frustasi karena mau tidak mau ia harus membereskannya sendiri. Karena ia tidak mungkin memakan Wonwoo nya sekarang juga. Ia masih ada janji temu dengan client pagi ini.

Di meja makan Wonwoo sudah menyiapkan steak dada ayam dengan nasi merah, tersaji juga beberapa sayuran pelengkap yang sengaja Wonwoo siapkan.

"Babbun, ayo makan." Mingyu turun dengan pakaian rapinya namun wajahnya masih lusuh karena kesal.

"Wonwoo, lihatlah ia tidak mau tidur. Bagaimana aku bisa bertemu dengan client jika seperti ini?"

"Aku tidak tahu babbun, ayo sini makan." Wonwoo masih dengan mode jahilnya. Sungguh, menjahili Mingyu adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Melihat ekspresi frustasi dan putus asa yang sangat lucu membuat hal itu mendapat tempat khusus di hati Wonwoo. Mingyu nya yang merajuk dan uringan frustasi adalah kesenangan tersendiri.

"Sayang kau tega~" Mingyu merajuk, mendudukan dirinya di meja makan dan memakan sarapan dengan wajah gemasnya. Aduh gemas sekali Mingyu.

"Hujan juga, masa masih mau bertemu client?"

"Tapi kan sudah ada janji sebelumnya."

"Iya babbun, tapi kan hujan? Nanti kalo kamu sakit kena hujan gimana? Apa client kamu mau tanggung jawab? Mending dirumah sama aku bikin dede bayi." Mingyu menghentikan kunyahannya. Barusan Wonwoo..., menggodanya?

"Ulang."

"Tidak mau." Wonwoo menjulurkan lidahnya dan memasang wajah senang. Ia menang kali ini.

Mingyu meraih ponselnya di saku jas dan betapa beruntungnya saat mengetahui bahwa clientnya membatalkan pertemuan karena hujan lebat yang turun hari ini. Kesempatan bagus untuk membalas dendam kepada Wonwoo.

"Kau mau adik bayi berapa? 4? 6? 13?" Wonwoo membelalakan matanya dan senyum jahil itu tiba-tiba menghilang digantikan dengan raut wajah terkejut

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kau mau adik bayi berapa? 4? 6? 13?" Wonwoo membelalakan matanya dan senyum jahil itu tiba-tiba menghilang digantikan dengan raut wajah terkejut.

"Baiklah, ayo kita di kamar seharian. Karena hari ini ada jadwal khusus untuk mengunjungimu." Mingyu tertawa puas melihat Wonwoo dengan semburat merah yang membingkai wajah manisnya.

Hari ini, Mingyu mengunjungiku.

[✔] Mr. Busy | MinwonCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang