Huwee makasih yang udah nunggu cerita absurd inihY~Y
AISHITERU;*
Selamat membaca, maaf kalau banyak typonya;>
***
Suara dentuman musik yang amat keras di sebuah bar malam milik organiasi bonten.
Sudah 2 tahun ini aku menjadi bawahan dari organisasi kriminal tersebut, aku di jadikan sebagai umpan oleh bonten kepada orang-orang kaya supaya lebih gampang untuk menipu mereka.
Tidak mudah untuk menjalankan rencana ini, karena hampir saja aku di perkosa oleh pria pria berdasi itu. Namun untung saja aku sigap menghadapi mereka sehingga merekalah yang di rugikan oleh perbuatan mereka sendiri dengan ide licik dari si Kokonoi ini.
Aku pun tidak menolak akan rencananya itu, selama diriku kasih aman-aman saja tidak terjamah oleh tangan kotor para pria tadi.
Aku juga masih bergabung dengan organisasi paman, seperti 2 tahun lalu. Aku juga masih sebagai eksekutif di sana dan juga OG, pembersih orang-orang yang merepotkan.
"Kau, hari ini bukannya cuti bekerja." Sapa wanita lain yang sama perannya sepertiku, dia senasib denganku.
Aku menegak minuman yang berada di gelas kecil. "Paman membiarkanku istirahat, dan aku juga sudah meminta cuti pada mereka(bonten) kenapa aku tidak datang ke bar ini saja sebagai tamu. Aku juga ingin menghibur diriku."
Lalu setelah itu kami berdua pergi ke lantai hiburan dan menari disana bersama yang lainnya mengikuti suara musik yang sangat keras, untung saja aku tidak terpengaruh oleh alkohol.
Tak lama aku keluar dari bar tersebut karena merasa bosan dengan pesta yang tidak aku sukai seperti tadi. Ya memang sebenarnya aku membenci keramaian, yang tadi aku hanya mencoba-coba saja.
Dengan pakaianku yang seksi dan hil yang tinggi aku berjalan menyusuri sunyinya malam.
Ah rasanya seluruh tubuhku menggigil, aku harus pergi ke supermarket untuk membeli mie instan.
Aku pun masuk setelah melihat supermarket yang masih buka di tengah malam ini.
"Kau punya onigiri yang sudah kadaluarsa?" Tanyaku ke orang yang menjaga kasir.
Dia hanya mengangguk sambil menujuk beberapa onigiri yang akan di buang.
"Boleh buatku?"
Dia kembali mengangguk. Dan tentu saja aku merasa senang.
"Ambil saja semuanya."
Senyumku hilang, bukannya senang aku malah jadi curiga. "Apa dalam sana ada racunnya, atau sudah tumbuh jamur jamur?"
Aku lihat dia mengehela nafas.
"Tidak, sama sekali tidak. Aku hanya sedang berbaik hati karena sebentar lagi aku selesai dengan pekerjaan ini."
"Hoh." Aku hanya mengangguk anggukan kepala meski rasanya aku tidak peduli dengan penjelasannya.
Sebelum keluar aku membeli terlebih dahulu 2 mie dalam cup. Lalu membayarnya dan tidak lupa mengambil semua onigiri yang tadi diberikan padaku.
Aku keluar dan berjalan menyusuri jalanan sepi itu lagi, hingga tidak jauh dari aku berdiri. Ada 3 pria yang sedang berjalan kearahku.
Ah aku rasanya de javu.
Aku tidak mempedulikannya dan kembali melangkahkan kakiku. Hingga saat kami berpapasan, ku kira mereka akan sama sama bertingkah tidak melihatku. Ternyata tidak, Rin mencekal tanganku saat akan melewatinya dan aku pun berhenti melangkah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Crew | BONTEN | [TAMAT]
FanfictionYang suka halu sini! Kalian suka baca manga tokyo revengers? Tau bonten? Suka?! Fiks yang suka banget apalagi suka ngehalu, wajib baca ini cerita. Jadi si "aku" di sini ubah di imajinasi kalian menjadi itu adalah kalian. Jujur sejujur jujurnyaaaa...
![Bad Crew | BONTEN | [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/293751072-64-k680356.jpg)