Gais!
Aku lupa kalo buat cerita ini wkwkwk malah dianggurin lagi kan 😭 maaf ya huhu.Nih aku update. Jangan lupa diramaikan ya🥰 kalo bisa kasih bintang 5 hehe. Komentarnya yang banyaaaakkkkk ❤
Sorry for typo(s)
Happy Reading ❤
"Sudah?"
Jongin yang baru saja sampai di sebuah ruangan remang-remang itu hanya bisa mendengus geli. Ia kemudian melemparkan sekaleng cola kepada pemuda yang tengah berbaring di sofa usang di sana.
"Sudah, bos. Puas, hm?" Tanyanya setengah geli. Jongin kemudian melemparkan tubuhnya pada single sofa di seberangnya.
Pemuda tan itu kemudian menghela napasnya panjang, lalu menggeleng.
"Lagipula, kenapa bukan kau yang mengantarkan buket itu? Jika saja kekasihku lihat, habis sudah," decak Jongin dengan mendelikkan matanya.
Pemuda yang tengah berbaring itu kemudian mendudukkan dirinya, membuka kaleng soda dan menenggaknya setengah.
"Aku sudah bilang tidak perly melakukan itu, tapi kalian memaksa," jelasnya dengan dengusan sinis, lalu memperhatikan beberapa orang yang menjadi temannya.
Salah seorang pemuda yang tengah fokus pada ponselnya menghela napas panjang.
"Tentu saja kau harus melakukan itu, bodoh. Setelah kau meninggalkannya sejak pemaksaan kencanmu, dia pasti bertanya-tanya tentang keseriusanmu.""Apa yang dikatakan Sehun benar, Chanyeol-ah. Pasti dia kebingungan dengan perlakuanmu tadi," kini Mingyu ikut menimpali pembicaraan.
Chanyeol, sang pelaku utama kini hanya bisa menghela napas panjang.
"Yang menyuruh aku untuk menjadikannya kekasih kan juga karena paksaan kalian!" Serunya tidak terima kemudian kembali menenggak colanya hingga tandas dan membuangnya pada seseorang yang tengah tertidur sejak tadi.
"Aw! Bangsat!" Umpat pemuda itu yang tak lain adalah Jungkook.
"Heh, mulutnya!" Kata Taehyung yang berada dekat dengan Jungkook dan langsung memberikan hukuman kecil pada kekasihnya itu.
Chanyeol yang melihatnya hanya bisa memutar bola matanya malas. Mual sudah melihat adegan ini setiap hari.
"Kenapa kau bawa kekasihmu kemari?""Memangnya kenapa?" Tanya balik Taehyung yang tidak terima. "Kekasihku juga. Kalau iri, bawa saja Baekhyun kemari," sambungnya sembari menjulurlan lidahnya mengejek.
"Aish!" Umpat Chanyeol yang kesal. Ia kemudian menggeram sembari mengacak rambutnya kasar. "Kenapa juga kalian harus memaksaku menjadikannya kekasih?!"
Jongin berdecak, begitu juga dengah Sehun dan Mingyu.
"Yak! Aku bosan menghadapi temperamenmu yang selalu saja marah-marah kalau Baekhyun didekati dengan dominan lain!" Balas Jongin dengan kesal. Ia bahkan menunjuk-nunjuk Chanyeol seakan tak takut mati.
Kepalang kesal, pikir Jongin. Kapan lagi ia bisa marah-marah pada Chanyeol. Toh, temannya itu tidak akan tega untuk memukulinya.
Chanyeol berdengus. Benar kata Jongin, pemuda itu tidak akan membalas Jongin dengan bogem mentahnya.
"Tapi tidak juga dengan terburu-buru. Aku ingin mendekatinya secara perlahan," kilahnya dengan wajah datarnya.
"Mendekati perlahan, matamu," balas Jongin dengan sinis. Sudah sampai di ubun-ubun kekesalannya. "Menyapanya saja tidak berani, dasar pengecut."

KAMU SEDANG MEMBACA
PRAGMA [CHANBAEK]
FanficSejak masuk sekolah dasar pada usia tujuh tahun hingga beranjak remaja seperti sekarang, Baekhyun merasa dia adalah murid biasa saja. Menurutnya tak ada yang spesial, ia bahkan tak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang di buat oleh pihak sekolah...