Jay kembali dengan membawa makanan untuk Sunoo, di lihatnya Sunoo sudah tertidur dengan kepala yang dia senderkan di dinding.
"Cantik" ucap Jay dalam hati
"Sunoo" ucap Jay sambil sedikit menggoyangkan pundaknya agar terbangun
"Hm?"
"Sorry gw ketiduran"
"Capek ya?" tanya Jay yang di balas anggukan oleh Sunoo
"Nih, makan dulu"
"Thankyou"
Sunoo makan dengan lahap sampai ada sisa saus di sudut bibirnya, saat tangan Jay ingin menyentuh sudut bibir tersebut, tiba-tiba saja Haruto sudah melemparkan sapu tangan kepada Sunoo.
"Pake itu"
Sunoo menaikkan sebelah alisnya, namun tetap dia pakai.
"Thanks"
"Lu ngapain masih disini? Gak liat di depan fans-fans lu pada teriak?" tanya Jay
"Terserah gw dong"
Jay mulai tercengang dan membiarkan mereka berdua duduk bersama.
Jujur, Sunoo merasa risih sekarang di tatap dengan dua bola mata besar itu.
"Tampan" ucap Sunoo dalam hati
Berbeda dengan Haruto, Haruto memastikan di hadapannya sekarang ini apakah Sunoo atau bukan.
"Lu ngapain sih?"
"Liat malaikat"
"Malaikat? Lu kira gw orang mati"
"Sunoo, gw bakal buat kita bahagia"
Sunoo mengerutkan keningnya, "Lu sehat?"
Bukannya menjawab, Haruto sontak meninggalkan Sunoo.
"Ga jelas banget"
"Woi Doyoung, tumben gak samperin Sunoo?" tanya Junkyu
"Gak ah"
"Udah move on?" tanya Junkyu yang tidak di gubris oleh Doyoung
"Gw gak mau ketemu dia, firasat gw gak enak" gumam Doyoung
"Haruto, lu mau kemana?" tanya Hyunsuk
"Ke tempat Ayah"
"Hah?"
Saat Haruto ingin pergi, langkahnya langsung di hentikan oleh Jungwon.
"Mau kemana?"
"Ketemu Ayah"
Jungwon membulatkan matanya sempurna dan langsung mengunci tempat keluar tersebut.
"Tidak boleh Haruto"
"Jungwon, gw harus ketemu Ayah."
"Tidak"
"Yang Jungwon."
Penekanan di akhir Haruto sontak membuat Jungwon merinding.
"Jika kamu pergi, bagaimana dengan Sunoo?"
Haruto berbalik badannya sebentar, "Jaga dia"
Haruto pergi ke tempat dimana sang Ayah berada, sudah lama pastinya Haruto tidak menampakkan wajahnya.
"Ayah"
Berbeda dengan Sunoo saat ingin bertemu dengan Lord Hyunjin, Haruto bisa dengan mudahnya bertemu dengan sang Ayah dan juga dengan mudahnya kembali. Mungkin.
"Ayah"
"Ayah, Haruto ingin mematahkan kutukan dari The Angels"
"Tolong beritahu apa yang harus Haruto lakukan."
"Ayah"
Tidak ada jawaban.
"AYAH !"
"Anakku?" jawab Ayah Haruto yang tidak memunculkan wajahnya, hanya suara.
"AYAH, BANTU HARUTO"
Ayah Haruto sontak tertawa, "Bila kamu ingin menghancurkan kutukan tersebut, kamu harus memiliki kekuatan raja iblis Haruto."
"Maksudnya?"
"Kekuatan raja iblis, kekuatan Ayah."
"Ta-tapi bagaimana?"
"Bangunkan naga hitam di dirimu"
"Apa?"
"Bangunkan naga hitam di dalam dirimu, naga hitam yang kamu keluarkan di hari itu"
"Tidak bisa Ayah, bila Haruto mengeluarkan naga itu-
"Kau pikir mudah?"
"Tidak semudah itu untuk membangkitkan naga hitam yang sudah kamu kubur sendiri Haruto"
"Jadi, bagaimana?"
"Kamu harus menggunakan darah Kim Sunoo"
"APA?!"
"Dimana Haruto?" tanya Junkyu yang baru saja tiba di rumah Jihoon saat pulang sekolah
"Dia pergi ketemu raja iblis"
"Hah??"
"Kenapa dia harus segitunya coba?"
"Junkyu, Lu gak tau gimana perasaannya dia selama ribuan tahun ini"
"Ya iya sih, tapi kan ujungnya juga gak akan berhasil."
"Clan mereka licik."
Doyoung melirik ke arah Junkyu sekilas dan tersenyum miring, "Bukan mereka, tapi kita" ucapnya dalam hati
BTW... HARI INI KAYAK ROLLER COASTER BUAT TEUME, TAPI DOAIN BIAR YOSHI CEPET SEMBUH YA!!
SORRY FOR TYPO (S)
KAMU SEDANG MEMBACA
LIVE ; Harunoo {END‼️}
Fanfiction‼️LAPAK BXB ‼️ - FIKSI - HOMOPHOBIC GO AWAY! - HARSH WORDS - KEMUNGKINAN BAKAL ADA CW DAN TW - MPREG (?)
