13. Jalan?

49 4 34
                                        


"Semoga ucapanmu bukan hanya sekilas kata."

🦋

Happy Reading!

Setelah diseleksi oleh Agam tadi, sekarang mereka berjalan beriringan menuju parkiran.

Menyusuri lorong koridor yang sudah sepi, karena hanya ada anak ekskul yang masih berada di area sekolah.

"Lo pulang bareng gue kan?" Tanya Agam.

Entah kenapa rasanya gugup didekat orang yang dia sukai.

"Ya iya lah, Gala udah pulang dari tadi masa gue disuruh jalan sih." Cerocos Agatha, mukanya sudah ditekuk.

Agam terkekeh, kala menyadari muka Agatha yang tidak enak dipandang.

Dia meraup wajah Agatha, "Mukanya santai aja dong,"

"Terserah gue lah," Jawabnya, lalu melengos pergi dengan cepat.

Agam menggeleng pelan "Woy Tha, malah ditinggal." Dia mengejar Agatha yang sudah jauh didepan.

Sesampainya disamping Agatha, lelaki itu menaruh tangan kanannya di bahu Agatha.

"Ngambek hm?" Tanya Agam seraya mengamati wajah gadis itu.

"Gak!"

Agam tertawa, yang mana membuat Agatha bertambah cemberut. "Malah ketawa, emang ada yang lucu ha?" Ketus Agatha.

"Lucu aja gitu, kalo lo marah-marah udah kek macan betina." Ejek Agam lalu berlari menghindari amukan Agatha.

"Sialan lo Gam!" Dan terjadilah drama kejar-kejaran.

"Agam berhenti gak lo!" Teriak Agatha yang nafasnya sudah tersengal-sengal.

Agam yang menoleh kebelakang lalu tertawa, "Sini gue udah berhenti."

Gadis itu menundukkan badannya, menumpu tangannya di atas lutut.

"Capek," gumamnya.

Agam yang melihat itu langsung menghampiri. "Lemah lo,"

Agatha langsung berdiri tegak dan memeluk lengan kiri Agam.

"Nah, lo kena kan." Ujarnya seraya terkekeh.

"Sial gue dibodohi bocah." Umpat Agam.

"Bocah pala lo peang," Agatha menoyor kepala Agam.

Mereka sekarang berada diparkiran. Agam menaiki motornya, sebelum memakai helm nya dia berkata "Gue gak bawa helm dua Tha,"

Agatha mengangguk, tanpa aba-aba Agatha menaiki motor Agam.

"Woyy kalem, gak bakal gue tinggal juga Tha."

"Hehe pengen cepet pulang terus rebahan." Agam menghela nafas pasrah, lalu mengegas motornya dengan kecepatan normal meninggalkan parkiran yang sudah sepi.

Motor Agam berhenti didepan gerbang rumah Agatha. Gala yang awalnya duduk dikursi teras langsung mendekat karena ingin mendengar percakapan dua sejoli itu.

Agatha turun dari motor, dia tersenyum "Makasih Liam,"

Jantung Agam rasanya ingin meledak karena panggilan itu. Panggilan dimana mereka masih kecil dulu.

Agam hanya mengangguk, "Nanti malam jam 8 gue jemput dandan yang cantik, tapi jangan cantik-cantik nanti ada yang lirik." Kata Agam

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 18, 2022 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

I'am Agatha (On Going)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang