Di part awal emang rada garing sih, tapi di part selanjutnya Insya Allah asik kok.
__________
Disaat ayah menjadi cinta pertama anak perempuannya, maka itu tidak berlaku untuk seorang Agatha Atalaliza Zeen.
Gadis yang sedari kecil harus merasakan pa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Aku ingin seperti mereka, yang selalu diharapkan akan kehadirannya"
🦋🦋🦋
5. Sebenarnya rapuh
Bel pulang sekolah sudah beberapa menit yang lalu berbunyi. Semua murid berhamburan, tidak mau kalah satu sama lain, seperti anak semut yang baru keluar dari sarangnya.
Dia masih setia menyandarkan badannya di sandaran kursi. Kelas yang kosong memudahkan dia untuk mengistirahatkan raganya yang lelah, tadi sahabatnya mengajak dia untuk pulang bersama tapi dia menolak.
Hembusan angin yang melewati jendela menerpa wajahnya, sinar matahari yang melalui ventilasi membuat dahinya mengernyit, lalu mata itu dia pejamkan sebentar.
Tetapi tidak lama mata itu terbuka, karena merasa ada pergerakan disebelahnya. Dia menoleh, netranya bertubrukan dengan lelaki tampan yang sudah duduk di kursi sebelahnya.
"Tau gue ganteng, tapi ngeliatnya biasa aja dong." Ucap laki-laki itu dengan PD nya.
Agatha, gadis itu mendengus sebal lalu mengalihkan tatapan netranya kedepan
"Ganggu tau, ngapain sih lo kesini?"
"Terserah gue dong."
Agatha memutar bola matanya malas, "Kenapa?" Tanyanya yang sekarang sudah menatap lelaki itu.
Sang empunya menaikkan sebelah alisnya seolah bertanya 'apa'
"Gue nanya bego."
"Santai dong kalau ngomong gak usah pakek urat."
Agatha kesal karena kedatangan lelaki itu malah mengganggu. "To the point bisa kan?"
Lelaki itu berdehem pelan. Kenapa degup jantungnya semakin menggila seperti ini? Apa karena sudah lama tidak bertemu.
"Kenapa dulu lo pergi tanpa pamit ke gue? Seenggak penting itu kah gue buat lo?"
To the point sekali kawan. Hehe
Kenapa harus pertanyaan yang sedikit sensitif yang ditanyakan?
"Bukan gak penting, tap-" Sebelum Agatha melanjutkan ucapannya lelaki itu memotongnya.
"Tapi apa? Emang gak penting kan?" Tanyanya menata gadis disebelahnya dengan sinis.
"Kalau gue ngomong jangan dipotong bisa kan?" Agam, lelaki itu ingin membuka mulut namun langsung mengatupkan mulutnya setelah mendengar nada kesal gadis itu.