Kritis

655 49 4
                                    

Hinata POV

*suara ambulance

Suara ambulance terdengar jelas di telinga ku. Aku menatap langit-langit kamar ku dengan penglihatan ku yang buram. Apa yang terjadi? Apa aku mati? Pertanyaan itu terus bergema di pikiranku sampai akhirnya aku menutup mataku dan kehilangan kesadaran.

Author POV

"Kak! Bangunlah! Kumohon bangun..." -natsu dengan isak tangisnya di sebelah hinata yang tengah kehilangan kesadaran.

Tubuh hinata pagi ini sangat panas. Dia juga sangat tidak kuat berjalan.
Tapi hinata memaksakan tubuhnya untuk bangun dan pergi ke dapur untuk mengambil air. Dia tidak ingin selalu merepotkan natsu.

"Ugh..tubuhku rasanya kehilangan keseimbangan. Padahal aku baru saja bangun dari tempat tidur tapi kepalaku sangat pusing." -hinata

Penglihatan hinata buram,kepala nya pusing dan tubuhnya juga sangat panas. Dia berjalan menuju pintu kamarnya tapi dia tidak sanggup.
Kakinya lemas dan akhirnya hinata terjatuh.

Kepala hinata terantuk lemari kecil disamping tempat tidur nya. Kepala hinata terluka dan berdarah. Dari mulutnya juga keluar darah.
Dia mencoba memanggil nama natsu tapi dia tidak bisa mengeluarkan suara.

"Nat...su..natsu..tolong.." -hinata dengan suaranya yang kecil mencoba memanggil Natsu berkali kali.

Akhirnya dia tidak sanggup lagi dan dia pingsan.

"KAKAK!" -teriak natsu saat masuk ke kamar hinata.

Natsu segera menelepon ambulance dan dia terus-menerus menangis di samping hinata dengan gemetar.

"Ka-kakak..."
"Kak! Bangunlah! Kumohon..." -natsu

Akhirnya ambulance datang,mereka membawa hinata ke rumah sakit.

Di sisi lain...

"Rumahnya jauh sekali,aku seharusnya tadi bawa sepeda. Aku malah sok-sokan jalan kaki." -kageyama yang sedang berjalan ke rumah hinata untuk menjenguknya.

Tiba-tiba dengan laju ambulance melewati kageyama.

"Sial- huh... Ambulance? Kurasa aku melihat seseorang dengan rambut oranye tadi di dalam nya."

"Tunggu.. oranye? Hinata?!?" -kageyama langsing mengejar ambulance itu,dia kelelahan tapi dia tidak peduli dan terus mengejar ambulance itu.

Sampai di rumah sakit

"Hah..hah...dimana..dia?" -kageyama sambil menoleh kesana dan kesini mencari hinata.

"Kak kageyama?" -natsu

"Natsu? Kau disini?" -kageyama

"Iya,kak hinata keadaan nya sekarang kritis. Kepalanya berdarah dan demamnya tambah parah padahal kemarin sudah agak baikan.." -natsu

"A-apa..? Hinata...dia kritis??" -kageyama dengan wajah terkejut nya.

Akhirnya natsu dan kageyama menunggu hinata yang sedang dioperasi.
Kepala hinata terluka besar dan sekarang kepalanya harus dijahit untuk menutup lukanya.

Sudah hampir dua jam, akhirnya operasi hinata selesai.

Dokter keluar dari ruangan operasi.

"Dok..kakakku bagaimana? Dia baik-baik saja kan?" -tanya natsu dengan gemetar.

"Pasien berhasil di operasi,tapi saya rasa dia harus mendapat lebih banyak perawatan di rawat inap mengingat dia memiliki demam yang sangat parah sekarang ini." -jawab dokter

"Syukurlah...aku sangat lega. Kalau begitu,biarlah kak hinata di rawat inap." -natsu dengan senyumnya lega.

Lalu hinata dipindahkan ke ruangnya khusus rawat inap. Kepala hinata diperban setelah operasi.

"Kak kageyama,aku akan mengurus administrasi nya dulu. Aku harap kak kageyama bisa menunggu disini." -natsu

"Eh? Ah baiklah.." -kageyama

Saat natsu ingin membuka pintu ruangannya hinata, tiba-tiba pintu itu sudah dibuka duluan.

BRAK!

"Ah maaf."
"Ekhem,kau tidak perlu mengurus administrasi nya natsu. Aku sudah mengurus nya. Kau tidak perlu khawatir." -kenma

"Kak kenma?!? Kak kenma sudah mengurus administrasi nya?!? Tapi.." -natsu

"Tak apa,aku ikhlas melakukan ini. Aku mempunyai uang yang cukup banyak,dan tidak tau harus ku apakan. Jadi kurasa setidaknya bisa kugunakan untuk membantu temanku, bukan?" -kenma

"Ah..iya terimakasih banyak kak kenma! Tapi bagaimana kak kenma bisa tahu soal rawat inap kak hinata?" -natsu

"Ah ak-" -kenma terpotong

"Kami ke sini karena kenma tiba-tiba sakit perut,dia ingin meminta resep dokter dan dia melihat kalian berbicara dengan dokter. Dia menguping dan akhirnya langsung pergi mengurus administrasi nya hinata setelah dokternya pergi." -kuroo

"Ya yang dia katakan benar." -kenma dengan wajah agak kesal karena kuroo memotong pembicaraan nya.

"Ah begitu.." -natsu

Akhirnya,mereka semua berada di ruangan hinata sambil berbincang-bincang ini itu cukup lama.

Bersambung

Haii makin lama makin kesini alur ceritanya jadi tambah ga nyambung ya? Hehehe

Siapa nih readers yg masih setia membaca?? Angkat tangan cepat 🙋

Okeylah jgn lupa vote dan komen,nanti saya gigit kamu kalo ga vote dan komen

//Gigit pager tetangga ampe bengkok

Sisa Kenangan Saja [Haikyuu Angst]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang