Kediaman Damopoli terlihat sangat suram dari beberapa hari lalu. Aura mencekam terus mencekik para pelayan dan beberapa penjaga rumah itu. Tuan muda mereka juga menjadi bocah yang lebih pendiam dan irit bicara.
Juan berjalan menuruni tangga, sudah waktunya ia sarapan. Beberapa pelayan yang berpapasan dengan Juan memberikan hormat yang hanya dilirik oleh sang tuan muda. Bocah itu sudah sampai di meja makan, yang disana sudah ada berbagai macam makanan.
"Papa?" Tanya Juan ke kepala pelayan yang berada di sampingnya.
"Tuan Johan sudah berangkat ke kantor subuh tadi tuan muda" jelas sang pelayan.
Juan hanya menganggukkan kepalanya, kemudian mulai menyendok kan sarapannya. Hanya ada suara dentingan sendok serta garpu yang saling beradu dengan piring.
Tak butuh waktu yang lama, Juan sudah menyelesaikan acara sarapannya. Ia pun bersiap untuk berangkat ke sekolah. Setelah kejadian Lyn yang dibawa oleh Serlin. Juan lebih sering diantar oleh supir pribadi dibandingkan diantar oleh Johan.
Awalnya Juan sedih karena perubahan yang diberikan oleh sang papa. Namun, lama kelamaan itu menjadi hal yang lumrah untuknya. Ia dipaksa berpikir lebih dewasa diumurnya yang terbilang masih belia.
Di sekolah pun, Juan yang biasanya banyak bicara dan aktif dalam pembelajaran. Sekarang lebih banyak diam, ia hanya berbicara jika diajak berbicara. Dan saat teman teman dekatnya mulai mengajaknya berinteraksi.
Sekarang Juan sudah berada di kelas bersama teman temannya. Ia hanya duduk sambil memandangi teman temannya yang sedang bermain. Beberapa kali ia diajak bermain, namun ia tolak dan memilih untuk memperhatikan teman temannya saja.
Dilain sisi namun di waktu yang bersamaan, Lyn terlihat sedang di dandani oleh sang mama. Seharusnya ia masuk sekolah, namun dengan paksaan sang mama. Ia izin untuk tidak masuk ke sekolah.
"Mama, kita mau kemana?" Tanya Lyn yang sudah pasrah di dandani oleh Serlin.
"Kamu ikut mama aja, enggak usah banyak tanya" jawab Serlin dengan suara yang cukup dingin.
Lyn yang mendengar suara Serlin tak bersahabat itu pun memilih diam. Daripada ia mendapat bentakkan dari Serlin, lebih baik ia diam dan mengikuti segala keinginan sang mama.
Beberapa saat kemudian, Lyn sudah selesai di dandani oleh Serlin. Bocah perempuan itu tampak cantik dengan gaun sederhana berwarna putih.
"Kamu tunggu mama di ruang tengah" ucap Serlin kemudian langsung pergi dari kamar sang anak.
Lyn turun dari kursi rias yang ada di kamarnya. Ia berjalan perlahan menuju ruang tengah. Bocah itu beberapa kali mendengar senandung bahagia dari Serlin.
"Dengan mama bahagia, Lyn juga bakal bahagia" gumam Lyn kemudian mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah.
Sekitar setengah jam Lyn menunggu, Serlin akhirnya keluar dari kamarnya. Wanita itu memakai pakaian yang lumayan terbuka dan membentuk lekuk tubuhnya. Lyn yang melihat itu ingin sekali meminta mamanya untuk mengganti pakaiannya. Namun, lagi lagi karena wajah berseri Serlin membuat Lyn menutup rapat rapat mulutnya.
Serlin mengisyaratkan untuk Lyn mengikutinya, dan gadis kecil itu hanya mengikuti sang mama. Keduanya pun sudah berada di mobil. Serlin melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi.
"Ma, boleh lebih pelan sedikit?" Cicit Lyn yang masih takut dengan keadaan yang mengingatkan nya akan kejadian di malam itu.
Serlin melirik sekilas kearah Lyn, tanpa mengatakan apa apa. Ia menurunkan sedikit laju mobilnya. Lyn menghembuskan napas lega, ia sedikit lebih tenang.
---
Lyn duduk dengan nyaman di hadapan Syden dan Serlin. Kedua orang dewasa itu sepertinya lupa akan kehadiran Lyn. Pasalnya keduanya melakukan beberapa hal yang tak seharusnya Lyn lihat.
Lyn yang merasa kurang nyaman dengan tindakan mama nya dan om Syden. Akhirnya menutup kedua matanya menggunakan tangan. Kalau mau makan atau minum ia memilih menatap ke ubin restoran mewah itu.
"Kangen papa sama Abang" monolog Lyn.
TBC
Thx
Xoxo 💙
KAMU SEDANG MEMBACA
Diary
FanfictionDisclaimer : Book ini adalah penjabaran dari salah satu chapter yang ada di book 'Oneshoot Y/n X Kpop Idol' kalau mau baca secara singkat padat dan jelas bisa baca di book sebelah dengan judul chapter ' My Twins ~ Jung Jaehyun ' Start : 6 Maret 2...
