"Dirimu bagaikan mawar yang menawan namun menusuk, diriku yang hina dan kotor ini tak akan bisa mendampingi dirimu, Lady"
[William J. Moriarty x Reader]
TW: SPOILER (Manga & Anime)
[Berisi angst]
Diusahakan update 2 Chapter seminggu
Yuukoku no Moria...
Kediaman Moriarty begitu sunyi dan tenang. Kecuali keadan dua orang, Moran dan Louise yang setiap hari nya beradu mulut.
"William, apa kau mengenal Countess Rosetta?" Albert mengacaukan lamunan nya.
"Tidak... Ada apa dengan nya?"
"Dia bangsawan yang menarik, tidak pernah ku lihat menapak kan kaki nya di pesta, kecuali acara kenegaraan yang wajib didatangi"
"Oh...jarang-jarang wanita bangsawan seperti itu, lalu?"
"Dirumorkan dia menyumbangkan hampir seluruh kekayan nya untuk rakyat, sehingga County Rosetta terkenal akan kemakmuran nya, banyak rakyat yang pindah kesana disambut dengan baik"
"Apakah hanya itu ketertarikan mu, kak?"
"Aku hanya berpikir... Apakah murni niat nya itu?"
"Hmmm... Untuk itu tentu saja kita harus mencari tau, Fred!"
"Ya, Tuan William?" Fred datang entah dari mana.
"Bisakah kau mencari informasi tentang Countess Rosetta? Apapun tentang dirinya, masa lalu nya, rumor, apapun itu"
"Baik, Tuan"
"Tunggu, Fred! Kalau bisa, aku ingin foto atau lukisan dirinya" Albert menyela.
"Foto atau lukisan?"
"Sketsa kasar pun tak apa, yang terpenting aku bisa tau wajah nya"
"Baiklah, kemungkinan akan jadi malam ini, atau paling lambat besok pagi" Fred menghilang dengan kelincah an nya.
.
"Selamat pagi, Tuan William dan Tuan Albert" Fred datang dengan membawa setumpuk kertas.
"Sepertinya pencarian informasi kali ini sulit ya, Fred?" Tanya William.
"Iya...tidak saya sangka akan membutuhkan waktu dua hari"
"(Name) Rosetta, itu nama lengkap nya, dia merupakan anak adopsi dari Count sebelumnya dikarenakan Countess sebelum nya tidak bisa memiliki anak, dan Count juga sudah agak tua saat itu"
"Meskipun (Name) tidak diperbolehkan keluar dari kediaman, dia dirumorkan mendapat kasih sayang penuh dari Count sebelumnya. Bahkan hak kekuasaan Count Rosetta diberikan pada (Name). Para bangsawan baru bisa melihat wajah (Name) ketika hari pemakaman Count dan Countess sebelumnya"
"Meskipun (Name) jarang bergaul, namun (Name) tidak dikelilingi rumor buruk, walaupun beberapa bangsawan menganggap (Name) tidak memiliki sopan santun"
"Lalu, (Name) berteman dekat dengan putri Viscount Charlize. Violetta Charlize, dia sering berkunjung ke kediaman Count Rosetta"
"Apakah Count dan Countess sebelumnya meninggal bersamaan?" Tanya William.
"Iya Tuan, rumor nya Countess meminum teh yang beracun, dan Count bunuh diri saat itu juga karena merasa kehilangan"
"Apakah ada hal janggal selama kau mengawasi?" Tanya William sekali lagi.
"Saya merasa janggal dengan para pelayan di sana, seperti mereka telah diberikan sesuatu untuk benar-benar menutup mulut, meskipun saya menggunakan uang, mereka tidak berkutik"
"Untuk informasi lebih lanjutnya ada di kertas ini, kemudian untuk foto... Saya hanya bisa menggambar nya sendiri, ini sketsa kasar nya"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
[Visualisasi Reader]
[Cr: My own drawing]
"Wanita yang menarik..." Albert diam-diam tersenyum menikmati lukisan (Name).
"Baiklah kak, akan ku bawa kertas-kertas ini ke kamar"
"Ya, silahkan"
.
[William POV]
"Disini tidak ada tulisan mengenai dimana panti asuhan yang dulu dia tinggali... Mengapa aku merasa familiar dengan nya?"
"Apakah dia mendapatkan keuntungan dari menyumbang ke berbagai panti asuhan?"
"Hm? Duchess Garten kelihatan nya memiliki hutang pada (Name)? Apa yang (Name) lakukan? Kenapa tidak ada keterangan lebih lanjut?"
"Kematian Count dan Countess sebelumnya agak aneh... Apakah Count sangat mencintai Countess? Tidak pernah ku dengar bangsawan menikah karena cinta..."
"Sungguh, dirimu ini amat misterius... Lady (Name)"
Sekeras apapun aku berpikir, Lady ini memang misterius. Begitu juga para pelayan...
.
"Kakak, ada surat, sepertinya undangan, dari Duke Garten" Louise menyerahkan surat kepada William.
William membuka surat tersebut—
"Ah...pasti acara ulang tahun Putri nya, benar kan?"
—"Ya, kakak benar, pas sekali, sepertinya ini sudah takdir"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kita bertiga?" Tanya Louise.
"Biasanya hanya aku yang pergi ke pesta, kenapa mendadak kita bertiga harus datang?" Albert bertanya- tanya pada adiknya.
"Aku yakin Countess Rosetta akan datang saat itu, sepertinya dia seorang Lady yang menyimpan banyak rahasia..."
╣TO BE CONTINUE╠
P. S: Untuk visualisasi reader, aku emang sengaja bikin, karena ke depan nya diharapkan aku bisa buat gambar scene² "mesra" William x Reader (Hayo nyengir lu jomblo).
Tapi aku bingung, bagus diperlihatkan muka nya atau tdk perlu ada muka nih?