"Dirimu bagaikan mawar yang menawan namun menusuk, diriku yang hina dan kotor ini tak akan bisa mendampingi dirimu, Lady"
[William J. Moriarty x Reader]
TW: SPOILER (Manga & Anime)
[Berisi angst]
Diusahakan update 2 Chapter seminggu
Yuukoku no Moria...
"Rencananya akan berjalan sesuai yang diperhitungkan. Kali ini anda benar-benar tidak akan berurusan dengannya lagi. Tolong istirahatlah di kamar anda," kali ini, William menatap matamu seraya mengelus pipimu dengan lembut ditempat dimana dia menamparmu tadi.
Dirimu kehilangan kata-kata, kenapa tiba-tiba pikiranmu jadi teringat lukisan pria berambut pirang yang telanjang itu? Tidak bisa menjawab dengan kata, kamu hanya mengangguk dan meninggalkan aula. Semoga saja dirimu bisa tidur dengan tenang untuk menyaksikan pertunjukan balet besok.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Earl Blitz telah mengakhiri nyawanya dengan terjun ke laut. Begitulah akhir dari skenario William. Semenjak insiden itu kamu kebanyakan menganggur. Tidak ada rencana besar yang sampai memerlukan bantuanmu.
Setelah William melayani salah satu klien bernama Jefferson Hope, dan membuat Sherlock Holmes menjadi tokoh utama yang berperan untuk mengungkap satu persatu kejahatan Raja Kriminal, hari-hari berjalan cukup tenang, hingga...
".... Orang-orang tak berperikemanusiaan itu harus dihukum!" Ungkap Fred penuh kekesalan.
"Aku mengerti. Terimakasih laporannya, ternyata masih ada yang meneruskan perburuan manusia di lahan Earl Blitz..." William berkata dengan tenang.
William menatap Fred yang berdiri di hadapannya dengan penuh keraguan. "Fred, kita memang bukan pahlawan. Kau harus tahu, meski kelas sosial telah menghilang, para iblis seperti itu tak akan hilang begitu saja. Dari awal, aku ingin menghapus semua iblis dari dunia ini,"
"Ah..." Fred menatap balik William dengan tatapan lega.
"Kalau hukum tidak bisa menghakimi, hanya sesama iblis yang mampu. Artinya itu giliran kita,"
.
Dirimu baru saja usai menikmati taman di rumah kaca ketika kau mendapati William, Louis, Moran dan Fred tengah berkumpul di ruang tamu. "Kemana kalian akan pergi?"
"Ada sesuatu yang perlu dibereskan," William menjawab seraya tersenyum.
"Bukankah lebih mudah jika (Name) juga ikut serta?" Moran berkata dengan seringai di wajahnya.
"Tidak, itu tidak perlu, kita berempat sudah cukup," ucap William dengan tegas.
"Oh, ayolah. Kita bahkan belum pernah melihat (Name) bertarung. Apa yang biasa kau gunakan? Pistol? Pisau?" Moran lagi-lagi mempersuasi mu untuk ikut.
"Kau tidak perlu tau. Kalau William berkata aku tidak diperlukan, maka aku akan kembali ke-"
"Mungkin Anda bisa membantu mengevakuasi anak-anak," kata Fred.
"Anak-anak....?"
"Ayo berangkat, kita tidak boleh membuang-buang waktu lagi," kata William yang tengah mengambil tongkatnya.