Ch. 8-Noahtic II

921 108 26
                                        

Dirimu kembali ke 221 B. Sentuhan hangat William masih terasa di kepalamu. Jantung mu berdebar-debar, rasanya seperti sentuhan hangat yang sudah dirimu rindukan sejak lama.

"Ah....aku lupa bertanya apakah dia marah padaku.."

Angin berhembus kencang hingga dirimu memegang erat topi di kepalamu supaya angin tidak mencurinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Angin berhembus kencang hingga dirimu memegang erat topi di kepalamu supaya angin tidak mencurinya. Dirimu berdiri di depan Kapal Noahtic yang amat besar.

William mendekatimu, "Pertama kali naik kapal?"

"Ya, sejak dulu saya penasaran.... Yah, tidak buruk juga walaupun tidak murni untuk liburan" dirimu menjawab.

"Selagi bisa, nikmati saja, tugas anda juga tidak banyak nanti"

"Nikmati...ya..." Dirimu mengingat tugas yang diberikan William waktu rapat. Tugas mu adalah berada di sekitar Earl Blitz untuk membuatnya kesal.

"Kakak, semuanya sudah siap, ayo naik" Louise mengacaukan lamunan William.

"Kakak, semuanya sudah siap, ayo naik" Louise mengacaukan lamunan William

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

.

Lampu-lampu bersinar dengan terang, gemerlap ruangan akibat pantulan perhiasan para bangsawan begitu memukau. Dirimu duduk di kursi seraya menyantap makan malam.

"Hah? Apa kau bilang? Bagaimana bisa?! Aku sudah memesan meja nya!" Bentak Earl Blitz kepada seorang pelayan.

"A-ah...maaf, sepertinya ada kesalahan dalam penulisannya.... Apabila anda berkehendak, saya bisa langsung mengantarkan anda ke ruang makan di bawah..."

"Apa?! Kau menyuruhku makan bersama para ternak itu?!"

"B-bukan begitu maksud saya..."

"Sudahlah! Antarkan saja makanan ku ke kamar! Aku tidak mau menunggu!" Earl Blitz berjalan meninggalkan ruang makan, namun langkahnya terhenti melihat dirimu.

"Hey, bukankah itu meja yang ku pesan?" Tanya Earl Blitz pada pelayan.

"Maaf? Dari awal itu memang meja pesanan Countess Rosetta tuan"

"Heh. Dasar wanita tidak tau malu" Earl Blitz berjalan menghampirimu.

"Malam, Lady"

"Malam, apa yang terjadi? Raut wajah Anda terlihat tidak menyenangkan" dirimu menjawab.

Red As Rose || William J. Moriarty x ReaderCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang