3. The Hospital and Shaman

1.1K 136 31
                                        


Dalam perjalanan ke rumah sakit, aku menceritakan semua pembicaraanku dengan Jaemin pada Renjun dan Mark.

Dan kini kita sudah sampai di depan ruang inap Jaemin.

Jantungku berdegup kencang, tidak sabar ingin melihat seperti apa Na Jaemin itu, apakah benar Dia cantik seperti sosok yang aku lihat di sekolah dan di ponsel Renjun.

Saat memasuki ruangan, ada seorang namja berseragam polisi dan Namja lain sedang duduk di samping tempat tidur. Di tempat tidur terbaring sesosok tubuh yang terhubung dengan alat-alat yang aku tidak tahu apa namanya dan fungsinya.

Wajahnya aku belum bisa melihatnya karena aku berdiri di dekat pintu masuk, aku cukup tahu diri untuk tidak terlalu mendekat karena belum mengenal mereka.

Mark dan Renjun bercakap-cakap dengan mereka, sedangkan aku berusaha melihat wajah Jaemin.

"Samchon, kenalkan ini Jung Jeno, teman baru kita, dia baru pindah ke Korea kemarin, dia pindahan dari Amerika, Jeno kenalkan ini Yuta samchon dan Taeyong samchon orang tua Nana." Mark memperkenalkan kami.

Aku mengangguk dan menghormat pada mereka berdua. Orang tua  Jaemin memiliki wajah yang menarik, apalagi Appanya Nana yang seorang polisi, terlihat cantik dan sekaligus tampan.

"Anyeong haseyo, Jung Jeno imnida, bangapsimida." Kataku sambil tersenyum dan membungkuk 90°.

"Senang berkenalan denganmu. Pantas saja kami belum pernah melihatmu. ternyata kamu murid baru." Kata Yuta samchon.

"Iya Tuan."

"Panggil samchon saja Jeno!" Kata Taeyong samchon.

"Baik samchon."

Yuta samchon lalu tersenyum.

"Bolehkah saya melihat Jaemin?" Tanyaku

"Kau kenal Jaemin, bukannya kau murid baru?" Taeyong samchon bertanya padaku.

"Samchon, Jeno bertemu dengan roh Jaemin." Renjun berkata.

"APA?!" Yuta samchon tiba-tiba berteriak karena terkejut. "Anakku belum mati!"

"Tenanglah Yuppi." Taeyong samchon memeluk Yuta samchon untuk menenangkannya.

"Saya ingin melihat Jaemin, untuk memastikan kalau roh yang di kelas benar-benar dia." kataku sambil menunjuk ke arah tempat tidur.

"Silahkan nak!" Taeyong samchon menarik tanganku untuk mendekati tempat tidur Jaemin. Lalu membuka sedikit masker oksigennya, dan wajah Jaemin kini terlihat, benar-benar mirip dengan Jaemin yang di kelas. Yang berbeda hanya wajahnya agak pucat.

"Sama kan?" Renjun bertanya kepadaku.

Aku hanya mengangguk.

"Mmm Yuta samchon, roh Jaemin tidak bisa pergi dari tempat dia dulu diserang dan kemudian terluka." kataku sambil menatap Yuta samchon.

"Kita cari cenayang saja, meminta bantuannya agar Jaemin bisa kembali." Taeyong samchon tiba-tiba berkata.

Kita semua terdiam berpikir. Aku tidak kenal cenayang satupun, lagi pula aku kan baru tiga hari tinggal di Korea.

"Samchon, Aku akan bertanya pada Mamaku, Mama dulu pernah memanggil cenayang untuk mengusir hantu di rumah kami yang baru."

"Coba saja Renjun." kata Taeyong samchon.

Renjun kemudian keluar ruangan untuk menelepon Mamanya. Tak lama dia pun masuk kembali ke ruangan.

"Samchon, cenayang yang pernah dihubungi Mama kebetulan sedang di dekat sini. kita ditunggu di kedai ramen dekat rumah sakit saja katanya."

Innocent Ghost [NoMin]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang