Menutupi Sesuatu

4.1K 140 7
                                        


Davina Arabella Musadam, atau dikenal sebagai Davina. Ia adalah Gadis cantik dan ramah,selalu tersenyum serta riang. Ia tinggal bersama Ibu dan Adik perempuannya yang masih berusia 12 tahun. Perbedaan umur yang cukup jauh memang dibanding dengan Davina yang kini 26 tahun.

Awal Davina dekat dengan Yasya ketika ia magang pada sebuah Company dan Yasya adalah rekannya. Yasya sangat baik dan menyayanginya. Bahkan hubungannya bertahan hingga 3 tahun lamanya. Yasya juga yang selalu memberi dukungan pada hari-hari Davina, sampai Davina lulus S2.

Tapi sepertinya,kebersamaan mereka tidak semanis itu. Entah apa yang dilakukan Yasya hingga ia tega menjebak Davina pada keadaan yang sangat menyakitkan.

Xavier Zaid Harold,pria beranak 1 yang sangat kasar dan arrogant. Anak dari pemilik perusahaan furniture terbesar di Asia,PT HAROLD FURNITURE. Usianya mengijak 34 tahun,namun parasnya sangat tampan dengan kulit yang eksotis dan badan yang kekar.

Tidak banyak informasi yang dapat diketahui oleh orang lain tentangnya. Bahkan informasi tentang Milo pun tidak diketahui oleh public.

Pria yang kini sedang mengemudikan mobilnya, hanya fokus pada jalan. Tanpa ada percakapan antara keduanya.

Davina yang masih berkutat dengan ponselnya,sepertinya sedang memperbaiki beberapa pekerjaannya yang sedikit menumpuk karena Xavier.

Telfonnya berbunyi,Xa melirik kearahnya.

"Hallo" sapa Davina

"Dimana anda,Nona Davina? Mana berkas dan materi yang harus direvisi? Jangan menunda pekerjaan!" Tegur atasannya

Davina berdebat dengan atasannya,karena tidak mendapat izin cuti untuk hari ini. Dan diancam untuk di pecat.
Xa malas mendengarnya,ia mengambil alih ponsel Davina.

"Atas izin siapa kau memecat seseorang? Davina sedang bersamaku menuju rumah sakit. Dan kau segera ke HRD dan pergi dari Perusahaanku" tegas Xa lalu menutup panggilan,dan mengembalikan ponsel Davina

Xa tidak perduli,atasan Davina yang memohon untuk tidak dipecat begitu saja. Namun,Xa acuh

"Tidak perlu berlebihan, ini semua karenamu!" Cetus Davina

"Arahkan ke rumah sakit itu dengan benar." Ucap Xa

"Dimana Mamanya Milo?" Tanya Davina membuka topik

"Tidak perlu tau" jawab Xa

"Baiklah,kalau begitu berhenti melibatkanku. Dalam urusanmu" ucap Davina kesal

"Tutup mulutmu,atau aku akan membuatmu tidak bersuara!" Tekan Xa.

Davina sangat lapar,ia belum makan apapun sejak pagi. Karena jadwal kunjungan masih 1 jam lagi, ia ingin makan dahulu di kantin Rumah sakit ini.
Davina berjalan meninggalkan Xa yang sedang duduk di ruang tunggu

"Kau mencoba kabur?" Bisik Xa menahan tangan Davina.

"Aku sangat lapar" ucap Davina dan melepaskan tangan Xa berjalan gontai menuju kantin. Dan pastilah diikuti Xa.

Ketika sedang asik melahap semua hidangan,Telfon Xa berdering. Milo memanggilnya dengan video

"Dad...." sapa Milo

"Ada apa,boy?" Tanya Xa lembut

"Aku sangat marah" cetus Milo sambil melipat tangannya,Xa menaikan 1 alisnya

"U hurt Mom, Mom crying" Milo membentak Xa. Membuat Xa sangat heran,darimana anaknya ini dapat berbicara seperti ini

"Tidak,boy. Kami hanya berakting. Berpura-pura. your Mom wants to be an actress " bantah Xa

DANGEROUS DADDY  [21+]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang