hamil

3.9K 119 7
                                        


Davina langsung memasuki ruangnya dengan sangat marah,mendenger omongan orang-orang tadi.
Ia coba untuk tetap tenang dan meminum air mineral,serta mengatur pernafasannya yang mulai tersenggal.

"Jangan dipikirkan,orang di luar sana memang seperti itu." Ucap Lydia sambil menutup pintu.

"Kau masih baru,dan langsung dapat berinterkasi dengan pimpinan. Makanya mereka iri" sambung Lydia menghampiri mejanya.

"Aku juga tidak menginginkan hal ini. Anak itu yang selalu mengikutiku" ucapnya pada Lydia.

"Tapi ini memang sangat aneh. Bagaimana anak itu tiba-tiba menjadi sangat dekat denganmu?"  Ucap Lydia..

"Entahlah! Akupun bingung" jawab Davina

"Ku dengar kemarin kau pergi ke dokter bersama Pak Xavier?" Tanya Lydia membuat Davina kembali terkejut.

"Aku tau dari Pak Erick. Ia dipecat oleh Pak Xavier,bukan?" Tanyanya lagi.

"Yyaa...mungkin,aku tidak tau" gugup Davina

"Jangan terlalu dekat dengannya" ucap Lydia sedikit berbisik.

"Mmm..maksudnya?" Tanya Davina.

"Ya yang ku dengar Pak Xavier sangat kasar dan angkuh. Aku hanya takut ia melukaimu" bisik Lydia.

Davina diam, rumor tentang Xa sudah banyak yang mengetahuinya. Apa semua orang juga tau hubungannya dengan Xa?

"Kalau Milo. Kau tau?" Tanya Davina

"Anak itu,aku sering mendengar namanya. Namun baru kali ini aku melihatnya secara langsung." Ucao Lydia

"Milo anak dari Pak Xavier. Namun kita tidak tau siapa Ibunya. Rumor yang ada bahwa kekasih Pak Xavier meninggal saat melahirkan Milo. Tapi entahlah!" Jelas Lydia.

Davina hanya mengangguk dan membuatnya kembali larut dalam fikirannya. Apa hubungannya dengan semua ini. Benar-benar rumit.

"Marketing,Davina. Ditunggu proposal Bisnis terbarunya oleh pak Xavier." Ucap seseorang di telfon.

"Sudah selesai" jawab Davina

"Silahkan bawa ke ruangan Pak Xavier. Lantai dan ruangannya ada di Email" ucapnya dan mematikan telfon.

Davina mengetuk pintu dan masuk pada ruangan yang tertera pada email.
Ia melihat Xa sedang duduk sambil menatap ke arahnya.

"Duduk" perintah Xa

Davina duduk pada kursi dihadapan Xa dan menyerahkan file dokumen yang diinginkan.

"Siapa yang bilang duduk disitu?" Tanya Xa. Tangannya menekan tombol saat itu jendela dan pintu terkunci.
Ia lanjut menepuk pahanya.
Dan mengarahkan matanya kesana.

"Ini filenya,selamat siang!" Ucap Davina yang mengerti apa maksut Xa.

"Pintu sudah saya kunci. Dan ruangan ini kedap. Kemarilah" panggil Xa.
Davina berjalan kearahnya sambil memperhatikan sekeliling ruangan itu. Ia melihat ruangan seperti kamar,

"Oh kau ingin bermain di kasur? Tanya Xa. Membuat Davina menggeleng cepat.

"Bagus,disini saja. Karena Milo sedang tidur disana" ucap Xa lalu menarik tangan Davina hingga ia duduk di pangkuan Xa.

"Lepaskan!" Ucap Davina

Xa tersenyum jahat,sambil melepas ikat pinggang Davina. Membuka jas dan dalaman Davina hingga hanya bawahan saja yang tersisa.

"Lain kali gunakan pakaian yang mudah dilepas" protes Xa.

"Jangan berbuat seenaknya ya. Lepaskan aku,atau aku berteriak" ancam Davina. Xa malah membuka kamera handphonenya dan mulai merekan Video kearah tubuh Davina yang setengah Bugil

DANGEROUS DADDY  [21+]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang