Farhan dan Ardan yang berada di ruang tamu pun nampak nya penasaran dengan apa yang terjadi pada kara dan juga orang yang bertamu di depan.
Kara buru buru keluar lalu menutup pintu rumah nya,takut jika kakak dan ayah nya mengetahui siapa yang datang.
Gadis itu segera menarik tangan Gino untuk menjauh dari sana,membawa lelaki itu menuju dekat gerbang.
"Lo kenapa si,gue datang kesini jauh jauh malah di usir"ucap Gino terheran.
"Siapa yang nyuruh Lo datang ke rumah gue?"tanya kara,galak.
"Ya gaada"
Kara tampak menghela nafas sejenak lalu kembali memandangi wajah tampan di depan nya.
"Udah deh mending Lo balik"usir nya lagi.
"Gue datang kesini cuma mau nanya,kenapa DM an gue di ig ga pernah Lo bales?"tanya Gino mengungkap kan alasan nya mengapa ia bisa datang kesana malam malam.
"Astaga,gue udah ga pake Instagram lagi,itu akun lama dan ga pernah gue pake,udah deh Lo sana balik"jelas kara.
"Jadi,Lo ga pernah bales karena itu akun lama Lo yang ga pernah di buka?"tanya Gino lagi.
Kara mengangguk.
"Yaudah kalo gitu bagi nomor Lo"ceplos Gino enteng,seketika itu kara langsung melotot.
"apa si"
"Mana sini nomor Lo"pinta Gino sekali lagi.
"Gaada"
"Bohong banget"
"Pergi ga Lo"
"Gue gaakan pergi sebelum Lo ngasih nomor ke gue"ancam Gino.
Kara mendumel dalam hati,mengapa bisa ia bertemu dengan cowok yang tak memiliki urat malu macam gino.
"Terserah deh"jawab kara,dia hendak pergi namun sebelum itu tangan Gino sudah lebih dulu menarik belakang baju piyama yang di kenakan gadis itu.
Dengan kesal kara berbalik.
"mana?"
Lagi lagi kara mendengus kesal,dia sedikit membenarkan baju piyama nya lalu menoleh kebelakang takut jika ada yang mengintai.
"Sini hp Lo"pinta kara,Gino dengan semangat langsung memberikan ponselnya pada kara.
"Awas Lo kalo ngasih nomor yang salah,pokoknya gue bakal balik lagi"ucap Gino.
Dengan berat hati kara akhir nya mau membagi nomornya pada orang lain,tetapi tak apa ia hanya ingin Gino cepat cepat pergi dari rumah nya sebelum kakak dan ayah nya mengetahui keberadaan cowok itu disana.
"Nih"kara kembali memberikan ponsel tersebut pada Gino setelah selesai mengetikan nomor ponsel nya disana.
Gino tersenyum penuh kemenangan,dia segera menyimpan nomor tersebut lalu kembali memasukan ponselnya kedalam saku jaket yang ia kenakan.
"Sana Lo balik,jangan pernah datang ke rumah gue lagi"pungkas kara,dia pun menyeret tubuh Gino keluar dari gerbang.
"Jahat banget si Lo jadi cewe"rutuk Gino.
"Bodo amat,bye"setelah itu kara langsung menutup pintu gerbang dengan rapat lalu mengunci nya.
Setelah selesai dia kembali ke dalam rumah,bisa ia lihat kakak dan ayah nya masih berada di sana sembari memicingkan mata penuh curiga.
Namun kara mencoba tak peduli,dia langsung berlari ke kamar nya sebelum dua orang itu melayangkan pertanyaan pada nya.
Sampai di kamar kara langsung mengunci pintu kamar nya rapat rapat,takut jika ardan tiba tiba datang menanyakan apa yang terjadi sebelum nya.
Gadis itu berjalan kearah tempat tidur,niat nya setelah ini ia harus tidur lebih awal karena besok ia mendapat jadwal piket pagi.
💌💌💌
Seperti biasa hari ini Gino kembali datang lebih awal dari pada dua teman nya,cowok tampan berseragam SMA itu masih duduk santai di atas motornya yang baru saja masuk kedalam parkiran.
Dia merogoh saku celana nya untuk mengambil ponsel,sekedar memeriksa pesan yang ia kirimkan untuk angkara semalam,namun nyata pesan nya pun belum memiliki balasan apapun dari gadis itu.
"Apa dia ngasih nomor yang salah ya?"gumam Gino sembari terus mengamati layar ponselnya nya masih menyala,menampakkan beberapa baris chat yang ia kirim semalam.
"Yaudah lah nanti gue pintain balik,sampe dapet"pungkas Gino.
Ia pun segera memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana abu nya.
Tak lama,suara gemuruh motor menyita perhatian beberapa orang yang berada di parkiran termasuk Gino,dia menoleh mendapati dua teman nya yang baru saja datang dengan membawa kendaraan masing masing.
"Wii motor Lo balik ya no"ucap ziko setelah selesai melepas helm di kepalanya.
"Yoi"balas Gino singkat.
Ziko sedikit membenarkan rambutnya yang berantakan,cowok tampan itu pun turun dari atas motor nya.
"Gimana kemaren berhasil ga?"tanya Aldo pada Gino.
"Berhasil sih"jawab Gino dengan ekspresi yang terlihat santai.
"Kok lu ga seneng?"tanya Aldo yang melihat ekspresi gino tak seperti biasanya.
"Demi apa sih,Lo bohong ya"todong ziko.
"Bohong apaan anjir,gue emng berhasil ngajak kara balik kemaren"
"Terus gimana tuh lanjutan nya"ucap Aldo yang di angguki ziko karena mereka sudah penasaran.
Gino mulai menceritakan kejadian kemarin saat dia berhasil mengajak Angkara pulang bersama nya,sementara Aldo dan ziko menyimak di tempat.
"Siapa tau itu cowo mantan nya dia"jawab Aldo.
"Gatau juga,pas gue tanya kemaren dia ga jawab"
"Mungkin dia ga pengen lo tau karena itu urusan pribadi nya"ucap Aldo lagi.
"Tapi gue penasaran apa yang terjadi sama mereka,buktinya pas gue datang kesana gue mergokin mereka lagi tarik tambang anjir"jelas gino,kedua teman nya seketika mengernyit tak paham.
"Apaan tarik tambang dikira lomba agustusan"celetuk ziko.
"Ya lagi tarik tarikan gitu,kayak nya tu cowok maksa angkara buat pulang bareng dia deh,tapi yang bikin gue seneng nya pas gue datang si kara langsung nyamperin gue terus sembunyi di belakang gue kayak ketakutan gitu"
"Kok bisa"heran Aldo.
"Gue juga gatau tapi Lo berdua tau ga abis itu gu—"
Ucapan Gino mendadak terjeda ketika ada bunyi notifikasi pesan yang masuk ke ponselnya, Gino merogoh kembali ponsel di saku nya seketika itu juga Gino tiba tiba tersenyum saat memeriksa pesan di ponselnya.
"Dih najis senyum senyum"sengit Aldo sambil bergidik.
"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Single Parents
General Fiction[ judul awal : jadi Daddy Dadakan] Tahu bulat emang enak kalo dadakan,tapi beda cerita dengan gino gernanda alfaro yang bernasib dijadikan seorang Daddy dadakan sekaligus menjadi orang tua oleh kehadiran dua buah tuyul kecil yang membuat kehidupan n...
