Junghwan baru saja tiba, tangannya tergerak untuk membuka pintu depan dan berjalan menghampiri seseorang yang tengah duduk di tepi kasur kamar tidur mereka.
Tubuhnya merebah, disambut oleh Yoshi yang menyadari rambut Junghwan yang tampak basah. Yoshi langsung mengganjalkan kepala Junghwan dengan bantal kemudian mengambil handuk kecil yang ia simpan di laci meja.
"Tadi ngga angkat telfon, memangnya lagi ke mana?"
"Gak."
Kepala Yoshi miring ke kanan, heran dengan jawaban dari Junghwan. "Kok engga sih, kalau ditanya tuh jawab." kesal Yoshi sembari mencubit hidung suaminya.
Junghwan menahan tangan Yoshi agar berhenti mencubit hidungnya, dibawanya tangan itu untuk menempel di pipi sebelah kanan.
"Ga boleh tau."
"Lha.. kenapa?" bingung Yoshi sembari mengusapkan pipi Junghwan dengan ibu jari. "Aku isteri kamu, Hwan.."
"Urusan anak kecil."
Mendengarnya membuat tensi Yoshi naik. "Ya makannya orang dewasa ini penasaran, adekkk!" kembali dicubitnya pipi Junghwan agak kuat sangkin gemasnya dengan kebiasaan si kesayangannya itu ketika sedang lelah.
"Aadoowww, jangan dicubit lah.. sakit tauu."
Junghwan memanyunkan bibirnya merajuk kemudian membalik tubuhnya sehingga mencium kain sprei yang masih baru, sangat harum pikirnya karena kepalanya seketika merasa tenang setelah menghirupnya.
"Maaf, Hwan.. sekarang ceritain dong kamu tadi kemana."
"Gak." Junghwan menggelengkan kepala kemudian beranjak dari posisi nyaman yang menurutnya tidak sopan kalau untuk berbicara dengan Yoshi. "Rahasia elit global."
Yoshi tertawa pelan, pupus sudah rasa penasarannya karena ia tahu kalau sudah berbicara melantur begitu pasti Junghwan beneran tidak mau membicarakannya.
"Kamu udah makan?"
"Hmm." Junghwan menggeleng kemudian menyerahkan diri untuk dipeluk oleh isterinya, seperti sebelumnya tetapi kali ini Junghwan yang ingin memeluknya.
"Jadi udah makan apa belum sih? kalau jawabnya cuma hmm hmm doang ya aku ngga ngerti."
"Aku belum makan, sayangku cintaa.."
"Yaudah kita ke dapur yuk, aku udah masak ayam goreng kesukaan kamu."
Junghwan mengangguk dan beranjak dari posisinya. Sebelum itu tangannya merogoh saku celana untuk mengambil handphonenya yang kehabisan baterai, kemudian memberikannya pada Yoshi yang kebetulan masih duduk di tempatnya semula.
"Tolong, colokin itunya."
"Sini.."
"Terima kasih." ucap Junghwan mengamati Yoshi yang bantu menchargerkan hp nya. "Kemari naik." Yoshi meraih genggaman tangannya kemudian membiarkan anak muda itu untuk membawa tubuhnya pada gendongannya.
Mereka sudah tiba di dapur, Junghwan menurunkannya dan Yoshi langsung menghampiri piring berisi ayam goreng yang tadi diceritakannya.
Kursi meja makan sudah diisi oleh mereka berdua, duduk bersama menikmati menu makan malam yang sama. Junghwan sangat suka ketika Yoshinya rela menghabiskan waktu hanya untuk memasak makan malam mereka, ya meskipun tak jarang juga Junghwan go food donat Jco ke rumah.
"Kamu tau engga tadi di jalan aku ketemu cewe cantik." Junghwan tiba-tiba saja bercerita dengan semangatnya, tidak mempedulikan bahwa mulutnya penuh dengan makanan.
"Dia putih bersih, suaranya juga behhh halus banget sopan di telinga."
Bukannya curiga, Yoshi justru mengambil tisu dan bantu menyeka noda cemong di mulut suaminya. "Kamu fotoin ga tadi kucingnya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MUDA [Hwanshi] END
RomanceAku bukan anak kecil. #1 Hwanshi 280423 #2 Junghwan 060725
![MUDA [Hwanshi] END](https://img.wattpad.com/cover/306950166-64-k676925.jpg)