bagian tujuh belas

1.6K 173 11
                                        

"Hwoeekkk!!!"

Junghwan memuntahkan isi perutnya di wastafel kamar mandi. Suara air menyiram, tapi rasa asam di lidahnya belum hilang. Ia memegangi perutnya yang kram, wajahnya kusut seperti baru ketelen sambel basi.

Yoshi yang duduk di meja makan cuma nyeruput susu cokelat sambil main HP.

"Lho, kamu kenapa?" tanyanya saat menyadari Junghwan baru keluar dari kamar mandi.

Junghwan balik badan sambil meringis. "Kayaknya aku keracunan nasi goreng semalam deh."

Yoshi ngunyah roti bakar dengan santai. "Itu nasi goreng sisa makan siang kamu kan? Kamu sendiri yang bilang enak."

"Enak waktu masuk, gak enak waktu keluar," gerutu Junghwan. Dia nunduk ke arah kulkas, nyari air putih, tapi malah kesal karena ngelihat tahu goreng di rak paling bawah.

"Liat tahu aja aku mual!" serunya dengan frustasi.

Yoshi melirik cepat. "Tumben."

Junghwan duduk, nyender di kursi seolah habis tanding tinju. "Aku mimpi aneh deh semalam, aku mimpi kita punya bayi terus bayinya bentuknya tahu."

Yoshi tertawa. "Hahahhahhah sumpah sayang—bayi tahu?!"

"Aku serius! Dan anehnya..."
Dia menghela nafas sambil menatap meja makan. "Aku pengen banget makan mangga muda."

Yoshi mendadak diam, alisnya naik sebelah. "Mangga muda? yang asem gitu?"

"Iya. Yang ditabur garam, trus dikasih sambel rujak. Ngiler gue."

"...Hwan."

"Apa lagi."

"Kamu sadar gak sih..."

"Aku hamil?" potong Junghwan dengan nada ketus. "Jangan gila."

Yoshi nyengir, terus berdiri dan jalan pelan ke arah Junghwan, lalu duduk di pangkuan suaminya dengan gaya centil manja.

"Kalau yang hamil aku, kenapa malah kamu yang mual, ngidam, moody, mimpi aneh, dan benci tahu?" bisiknya sambil nyolek dagu Junghwan.

Junghwan diam.
Menatap istrinya.
Menatap perut istrinya.
Menatap tahu di kulkas lagi.
Lalu menatap langit-langit seolah jawaban ilahi bakal jatuh dari eternit dapur.

"...Kamu belum coba test lagi, kan sayang?" tanya Junghwan, pelan.

Yoshi tersenyum kecil. Tangannya mengelus pelan tengkuk Junghwan, lalu berbisik di telinganya, "Aku udah beli test pack, tapi kamu yang pakai duluan aja, siapa tau garis dua."

Junghwan ngedelik. "Astaga Yoshi."

Yoshi cengengesan. "Yaaa... kan siapa tauuu~"

Junghwan pura-pura mau gigit lengannya Yoshi, tapi Yoshi keburu kabur sambil tertawa lepas ke kamar.

Dan pagi itu, untuk pertama kalinya sejak peristiwa terakhir, rumah mereka akhirnya kembali dipenuhi tawa lagi— di tengah kebingungan siapa yang sebenarnya lagi ngidam, dan siapa yang sebenernya lagi hamil.

Tapi satu hal pasti...

Saat Junghwan duduk sambil ngemut es batu dari kulkas sambil memeluk bantal, dia tahu satu hal:

Entah kenapa, jadi ayah itu terasa lebih berat daripada jadi ibu. 😩






MUDA [Hwanshi] ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang