Waktu terus berputar, tanpa sadar hari sudah berganti bulan dan bulan berganti tahun. Kesedihan yang dulu memenuhi relung hati mereka kini perlahan sudah terhapus oleh banyaknya kenangan baru.
Junghwan berusaha menjadi suami yang baik, selalu ada untuk Yoshi kapanpun dibutuhkan. Seolah-olah ia benar-benar trauma meninggalkan Yoshi sendirian dan sesuatu hal yang buruk kembali terjadi.
Malam ini hujan jatuh perlahan, tapi bukan dingin yang membuat fokus Junghwan terganggu.
Atensi Junghwan teralihkan, padahal ia tengah fokus mengerjakan laporan pekerjaannya tetapi kedatangan Yoshi yang berbaring menghadap kearahnya berhasil membuat Junghwan terkejut. Yoshi tidak memakai piyama.
"Kenapa engga pakai baju?" Junghwan reflek menarik selimut, menutupi tubuh Yoshi dengan cepat. "Nanti masuk angin, lho sayang.." peringat Junghwan yang begitu khawatir dengan kelakuan isterinya saat ini.
Yoshi hanya menggeliat malas, lalu meraih tangan Junghwan dan menyandarkan dagunya di pangkuannya. "Ini kapan selesainya?" gumamnya manja.
"Bentar lagi sih tapi lebih baik kamu tidur duluan, lihat itu udah jam berapa sekarang."
Sayangnya Yoshi menggelengkan kepala dan memilih untuk memeluk lengan Junghwan yang tadi mengusap kepalanya.
"Di luar hujan, nanti bisa masuk angin." ucap Junghwan lagi tapi kali ini ia tidak melihat wajah isterinya.
"Kamu juga, udah tau hujan masih ajaㅡ"
"Aku kerja." sela Junghwan cepat.
Yoshi merengut, dilepaskannya pelukannya pada lengan Junghwan kemudian ia berbaring membelakangi suaminya yang masih tetap berkutat dengan pekerjaan kantor.
Junghwan merasa lega karena ia mengira Yoshi sudah terlelap, dirinya pun melanjutkan pekerjaannya yang sempat terjeda itu hingga selesai kemudian setelah itu ia membereskan barang-barangnya kembali ke dalam laci.
Kakinya beranjak naik, mengambil bantal yang menghalangi jarak mereka berdua untuk bisa berdekatan.
"Gatau kenapa aku kangen kamu yang dulu."
Mendengarnya membuat pergerakan Junghwan yang ingin memeluknya terhenti, muncul pertanyaan besar di benak Junghwan saat ini tentang bagaimana dirinya sekarang di mata Yoshi.
"Kenapa ngomong gitu?"
"Gatau.."
Tempat tidur berderit tanda Junghwan melangkahkan kakinya turun dan kini sudah berdiri di depan pintu kamar.
"Kamu mau aku childish kayak dulu lagi?"
mungkin
"Bukan, Hwan.." buru-buru Yoshi menghampiri Junghwan dan memeluk lengannya begitu erat.
Dikarenakan Yoshi yang tidak memakai piyamanya, Junghwan pun tak jadi marah. Justru Junghwan langsung merengkuh tubuh Yoshi dan menggendongnya naik ke atas tempat tidur.
Dikecupnya pipi Yoshi kemudian menutup kembali tubuhnya dengan selimut yang tadi. "Itu bohong, aku minta maaf."
Yoshi menggeleng ribut. "Ngga, sayang.. Aku yang salah, aku minta maaf.."
"Husst.. udah udahh mending sekarang kamu pakai baju. Nanti kamu masuk angin kalau kelamaan naked kayak gini."
Sebenarnya sih ga senaked itu, Yoshi cuma pakai celana pendek doang. Sisanya ya Yoshi seperti mana biasa Yoshi di rumah, cuma karena Junghwan udah jarang di rumah-- jadi agak kaget sama Yoshi yang sekarang.
"Kamu ga kangen sama aku?"
Dengan wajah imutnya Yoshi bertanya, bagaimana bisa Junghwan tidak langsung menggigit pipi kanan Yoshi lantaran gemas dengan tingkah isterinya ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
MUDA [Hwanshi] END
RomansaAku bukan anak kecil. #1 Hwanshi 280423 #2 Junghwan 060725
![MUDA [Hwanshi] END](https://img.wattpad.com/cover/306950166-64-k676925.jpg)