PART 8 - (b)

120 9 2
                                        

"Tidak ada kecupan?"

"Tidak." Jaehyun merengut. Dengan tiba-tiba merebahkan diri menjadikan paha Taeyong sebagai bantal.

Taeyong hanya membiarkan Jaehyun tiduran di pahanya. Tangannya reflek terangkat mengusap rambut tebal Jaehyun yang sekarang memejamkan mata menikmati usapan itu.

Mereka menikmati momen itu dalam diam, menikmati angin sepoi-sepoi yang terasa hangat.

"Tae."

"Hyung."

"Oke. Hyung."

"Hm?"

"Tidak bisakah kau menerimaku?"

Taeyong menunduk, menatap Jaehyun yang membuka matanya; memperlihatkan coklat madunya yang sempat membuatnya terpana.

"Lihat aku sebagai lelaki, bukan adik dari Chan Hyung."

Taeyong diam. Bagaimana ia menjabarkan perasaannya pada lelaki yang ia akui tampan dan baru tiga hari ini ia temui?

Jaehyun itu manja, membuat dirinya seperti menjaga bocah ketika bersamanya. Kemudian, Jaehyun keras kepala; lelaki itu akan merengek terus-menerus sampai tawarannya di terima dan entah kenapa, itu membuatnya terkadang– bukan, memang susah menolak. Terakhir, Jaehyun salah satu orang yang termasuk dalam list bisa membuatnya berbicara panjang. Itu yang ia dapatkan dalam tiga hari ini. Jika ada tambahan, mungkin hanya poin plus seperti Jaehyun itu tkelewat tampan. Lihat saja saat di kampus tadi. Dapat ia lihat jika banyak gadis yang menatap lelaki itu memuja.

Dua sifat pertama yang ia jabarkan tadi membuatnya nyaman-nyaman saja jika bersama Jaehyun walau awal-awalnya ia sempat risih. Dan sifat ketiga sempat membuatnya bingung dengan dirinya sendiri, tapi ia mulai terbiasa dengan itu.

"Hyung!"

"Ah, ya?"

"Apa yang kau lamunkan?"

"Tidak. Maaf."

"Hm. Bagaimana dengan pertanyaanku tadi?"

Taeyong dapat melihat binar harapan di mata coklat itu. Membuat lagi-lagi Taeyong merasakan hangat menelusup ke hatinya.

"Jaehyun."

"Ya?"

Ia mendekat wajah ke wajah Jaehyun yang nampak terkejut.

"H-hyung. Aku hanya menyuruhmu menjawab, bukan begini."

Taeyong terkekeh pelan yang kembali membuat Jaehyun terpana. Ibu jari Taeyong mengusap dahi si lelaki tampan, kemudian tersenyum.

"Kenapa ingin aku menerimamu? Kenapa tidak mencari yang lain?"

Wajah Jaehyun berubah datar. "Aku tidak ingin dengan siapapun jika itu bukan kau."

"Bagaimana jika suatu saat akan ada wanita ya g lebih menarik dan sempurna dari aku?"

"Tidak akan." Jaehyun memegang tangan Taeyong yang tadi mengusap rambut dan dahinya. "Sudah ku bilang kan, di mataku, tidak ada yang lebih sempurna darimu. Hanya kau, Tae. Tidak ada yang lain."

Taeyong dapat melihat keseriusan didalam coklat madu itu. Membuatnya kembali menegakkan tubuh dan menatap ke depan sejenak.

"Hyung?"

"Aku.. sejak dulu, tidak pernah memiliki ketertarikan pada seseorang. Entah itu perempuan atau lelaki. Sampai aku mengira aku mengidap aseksual."

Jaehyun menatap lekat wajah Taeyong dari bawah. Mendengar dalam diam. Sementara hatinya sudah bersorak senang karena belum ada yang disukai oleh lelaki pujaannya. Itu berarti ia yang akan menjadi cinta pertama Taeyong, kan?

"Aku tidak pernah mengerti bagaimana perasaan cinta itu seperti apa dan hanya mengerti cinta dari keluargaku, Baekkie, Kai dan Chan Hyung, Krystal nuna, Mom dan Dad."

"Dan aku mengira, aku akan terus sendiri tanpa pasangan dalam hidupku. Mereka sudah cukup untukku. Tapi aku salah." Senyum kecil muncul di wajah Taeyong dan itu di tangkap baik oleh Jaehyun. "Semenjak kau datang, sifat-sifatku yang tidak pernah muncul, menjadi muncul. Semua sifat yang kau keluarkan untukku membuatku tidak merasa keberatan walau awalnya aku sempat risih."

Taeyong menarik nafas pelan. Ia menunduk, membalas tatapan lekat Jaehyun untuknya.

"Mengerti sampai disini?"

Jaehyun diam. Melihat keterdiaman Jaehyun membuat Taeyong tersenyum.

"Kau membuatku mulai nyaman padamu, Jaehyun. Aku tidak tahu kenapa secepat ini walau perasaan ini belum sampai tahap suka dan cinta. Beberapa kali perasaan hangat itu selalu menelusup ke dalam dadaku dan itu entah kenapa membuatku bahagia."

Jaehyun mengerjap. Binar matanya lebih menyala dari sebelumnya. "Lalu?"

"Lalu, aku ingin memberimu tugas."

Jaehyun mengangkat sebelah alisnya, bingung sembari memiring kepalanya sedikit. "Tugas apa?"

Taeyong mengulum senyum. Sedikit gemas melihat Jaehyun yang seperti ini. Tangannya mengusap rambut Jaehyun.

"Tugas membuat lelaki aseksual ini menerima lelaki mochi ini untuk dijadikan pasangan pertama dan terakhir. Bisa?"

Asal kalian tahu, jantung Jaehyun sedaritadi sudah berdebar tidak karuan didekat Taeyong dan sekarang semakin berdebar tak karuan kala Taeyong seperti mengutarakan perasaannya langsung beserta perkataan-perkataan manisnya.

Kenapa mulutnya manis sekali? Ia jadi penasaran apakah bibir tipis itu juga semanis perkataannya.

Jaehyun tersenyum tampan. "Tanpa kau suruh pun aku akan membuatmu mencintaiku sampai membuat matamu hanya akan tertuju padaku seperti mataku yang hanya akan melihatmu."

Taeyong tersenyum lebih manis. "Okay. Good luck, mochi."

"Apa itu semacam panggilan sayang untukku?"

"Anggap begitu."

Mereka berakhir tertawa bersama.

"Ayo pulang. Mulai gelap."

Jaehyun menoleh menatap langit. Benar, terlihat langit yg mulai gelap. Berapa lama mereka berbicara sampai tidak sadar begini? Ia bangkit dari tidurannya dan berdiri, menepuk celananya guna membersihkan debu yg menempel. Taeyong juga melakukan hal yang sama.

Kemudian, mereka kembali masuk ke mobil untuk perjalanan pulang dengan Jaehyun yang terus menggenggam tangan Taeyong, tentunya tidak lupa dengan binar bahagia di mata Jaehyun yang membuat Taeyong terkekeh.

Apa segitu berpengaruh dirinya untuk Jaehyun?



Jujurly, gua udh lupa ini alur ceritanya begimane :). Udh gitu, gua baru baca beberapa komentarnya setelah hiatus dari dunia wp ini selama beberapa bulan belakangan ini, maafkan saya 🙏🏻, tapi itu yg buat gua seneng dan mulai lanjut lagi. terimakasih buat yg udh komen
Ini buat kalian 💟💟💟

 terimakasih buat yg udh komenIni buat kalian 💟💟💟

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Oct 14, 2023 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MAFIA COUPLETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang