2. Bawa dalam doa

267 49 17
                                        

HAII SHALOM! GIMANA KABARNYA?

HAPPY READING


Mencintai seseorang bukan hanya dilihat dari kecantikan atau kepintaran nya, tetapi bagaimana dia selalu menomorsatukan keluarga nya dan terlebih Tuhan dalam hidupnya

– Kairos Imanuel


Akhirnya kedua sejoli itu pun pulang, tetapi bukan pulang kerumah melainkan pergi ke cafe.

"Ngapain sih kita kesini, tadi ngajak pulang. Sekarang alah kesini," kesal Rio, pasalnya dia ingin mengajak acarnya jalan-jalan. Tetapi karena di ajak oleh Kairos. Mau tak mau dia harus ikut.

"Gak papa," balas cuek Kairos. Entah mengapa s setelah bertemu dengan Fanny, Kairos merasa aneh pada dirinya sendiri, pikirannya hanya satu, yaitu Fanny! Mencium bau bucin

Rio yang melihat Kairos hanya melamun, sengaja  menyenggol nya. "HEH .... Gak boleh melamun begitu, mikirin apa lo?" tanya Rio menatap Kairos.

"Gak tau Ri, setelah ketemu dia gw ngerasa ada yang nganjel dalam diri gw. Kaya ... Ada yang berbicara ke gw, dia bilang gini," ucap Kairos menjeda.

"Bawa terus nama dia dalam doa mu. Gw tuh bingung, kata dia itu siapa," ungkap Kairos, Rio yang mendengarkan nya pun peka.

"Gw tau itu suara siapa," jawab Rio dan mendapatkan tatapan penasaran dari Kairos.

"Siapa?" tanya nya penasaran.

Rio menggeleng kan kepala melihat Kairos, "Ck, masa lo gak peka sih sama suara Tuhan. Itu suara Tuhan Kai, dan soal siapa dia, itu pasti perempuan itu. Gini, saat ini lo naruh hati ke dia kan?" tanya Rio, Kairos hanya mengangguk polos.

"Nah, berarti mungkin itu maksud Tuhan. Bisa aja itu jodoh kamu, tapi Tuhan belum perjelas. Cuma lewat hal-hal kecil dulu, lo nya malah gak peka. Peka Kai sama suara Tuhan." jelas Rio panjang lebar, sedangkan Kairos hanya berdiam memikirkan perkataan Rio barusan.

"Jadi, yang dimaksud Tuhan buat doa itu Fanny?" tanya Kairos tak yakin sedangkan Rio mengangguk sangat yakin.

Drtt .. Drtt ...

Alih mereka tertuju pada handphone Rio yang berbunyi, dan disitu tertulis kontak yang menelpon Rio adalah pacarnya.

Shalom sayang.

"Shalom, iya kenapa?" tanya Rio, seperti nya Rio lupa dengan janji nya yang akan membawa Gina–pacarnya jalan-jalan.

Kamu lupa?

Bukan nya kemarin ngajak jalan,

"Shit! Gw lupa," batin Rio kesal.

"Astaga ... Sorry Yang aku lupa. Soalnya diajak Kairos ketemuan hehe, maaf nya. Habis ini aku jemput kamu," jawab Rio tetap tenang.

Oh gitu gak papa kok, aku wajar,

Kecuali kamu jalan sama cewe, baru tuh!

"Iya-iya gak kok, kalo gak percaya ngomong nih sama Kairos," balas Rio, Kairos yang mendengarkan nya mendengus kesal.

Gak-gak aku percaya kok,

Yaudah, shalom sayang,

Love you

"Shalom, love you too," akhir pembicaraan kedua pasangan itu. Kini, Rio melihat Kairos yang seperti nya sedang kesal.

"Kenapa lo?" sebenarnya Rio peka dari sikap Kairos, hanya saja dia akan mengetes nya terlebih dahulu.

Indah Pada Waktunya Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang