Pengumuman kelulusan pun di adakan Cedric menjadi salah satu siswa yang mendapat nilai bagus padahal dia tak mengikuti ujian Newt nya, karena kesepakatan para profesor dan nilai ujian ujian Cedric sebelumnya sangat tinggi Cedric dinyatakan lulus begitu juga karena dia sudah tiada.
Aria tentu saja lulus dengan nilai yang cukup walaupun hasilnya menurun setidaknya dia lulus dan lanjut ke tahun berikutnya.
" Jangan lupa kirim surat " bisik zabini di telinga bela
" Tentu " bela senyum, mereka berpisah dan duduk di masing masing kompartemen
Saat sampai peron ramai oleh para orangtua atau wali yang menjemput putra putri mereka.
" Jangan lupa bela janjimu " Justin
" Akan ku usahakan Justin " bela
" Kalian bicara apa?" Zac
" Ada deh mau tau aja" Justin
Bela keluar tidak ada yang menjemput sudah seperti dugaan nya matanya mengelilingi seluruh peron harap harap Kaka nya keluar dengan koper koper miliknya sendiri.
" Heh" Jimmy
" Apa sih" bela tersentak Jimmy tiba tiba berdiri di hadapan bela
" Mikir apa? Ayo pulang koperku sudah ku bawa di sana " menunjuk ujung tembok
" Kau kenapa disini" bela melanjutkan jalan nya
" Menjemput mu lah bodoh " Jimmy menjitak kepala bela " sudah kutunggu tunggu agar aku bisa menjitak mu akhirnya " Jimmy bangga
" Cih dasar jika Cedric masih disini mana mungkin kau bisa menjitak ku seenaknya" bela
Jimmy terlihat sedih ternyata sepupu nya benar benar belum menerima kehilangan seorang Kaka, walaupun begitu Cedric orang yang paling sempurna anak yang sempurna Kaka yang sempurna prestasi wajah tampan sejak kecil pun dia sudah menampilkan bakat bakat sihir yang tak semua orang dewasa bisa di lakukan.
" Di rumah sudah banyak yang menunggu" Jimmy
" Oh yea..... Kau membawa siapa lagi di rumah" bela
" Tidak ada hanya ayah dan ibuku " Jimmy
" Oh" bela
Saat di rumah tepatnya di kamar Cedric kini kamar bela menjadi dua, kamar Cedric di gunakan saat bela ingin tidur kamar nya hanya digunakan untuk mandi atau belajar saja kadang dia juga tidur di kamar nya sendiri.
" Bela ada burung hantu yang mengetuk kamar mu terus kasihan paruh burung itu" Isabel berteriak
" Ya" bela langsung masuk ke dalam kamar pribadi nya
Surat dari kekasih nya zabini dia orang yang sweet sekali, dia bersifat keras tapi melembut jika bertemu bela entah lah apa karena dia mencintai bela atau apa yang jelas cinta zabini pada bela benar benar tulus.
Setiap liburan mereka berdua saling bertukar surat menggosipkan berita yang hangat di kalangan penyihir terutama kemunculan Voldemort dan Harry yang melawan Dementor sendirian.
" Kau yakin akan pergi sendiri? " Jimmy
" Ya tentu .... Lagi pula kita hanya bertemu di pedesaan bawah" bela
" Baiklah jika kau dalam keadaan bahaya—" Jimmy
" Jimmy yang harus kau lindungi adalah Isabel .... Adik kandungmu... Bukan aku... " Bela dengan nada kesal terlihat jelas jika Jimmy ingin menggantikan posisi Cedric dan terlihat jelas wajah Jimmy jika melihat bela seperti melihat anak anjing yang kelaparan
Bela keluar seperti janji nya di surat bertemu di pedesaan walaupun zabini harus diam diam menjadi muggle dan berbaur.
" Hai" bela di belakang zabini
" Ah haii" zabini gemas melihat bela
" Lama menunggu" bela
" Tidak aku baru sampai " zabini
" Syukurlah " bela
Hening menyelimuti mereka
" Apa kau baik-baik saja jika kita bertemu disini?" Zabini
" Tentu saja kenapa kau berfikir seperti itu" bela
" Hanya saja kau" zabini
" Aku benci di berikan tatapan malang seperti itu.... " Bela
" Sudah dengar jika si Potter akan di sidang ?" Zabini mengalihkan pembicaraan
" Ya... Beritanya tersebar di mana mana" bela
" Kurasa suatu hari akan menjadi hari yang sangat berat " zabini
" Maksud mu" bela
" Tidak" zabini
