Sebuah keajaiban tumbuh subur di tanah Vanaheimr.
Cahaya merah dan biru bertemu, satu dari seribu.
Asam menipis tercipta manis.
Sebuah keajaiban tumbuh subur di tanah Vanaheimr. Kalimat pertama yang tertulis dalam hieroglif Tim Nordik sempat menimbulkan berbagai tanda tanya pada hari pembekalan. Menurut Sophia yang sering berkunjung ke wilayah Nymph, “kesuburan” dan “Vanaheimr” sangat berkaitan dengan Kuil Dewa Freyr.
“Para Nymph memuja Dewa Freyr, yang merupakan dewa kesuburan,” papar Sophia sambil memainkan rambut bagian depannya.
“Kalau kau Zeon, apa yang kau dapat dari hasil tidur berbantal buku Mitologi Nordik?” tanya Rahael dengan kedua tangan tersilang di depan dada.
“Aku setuju dengan Sophia.” Lelaki Elf itu melayangkan senyuman lebar sambil menunjuk juniornya.
Nebula menimpali. “Sepengetahuanku, Vanaheimr merupakan rumah bagi Dewa Vanir, Dewa Freyr adalah salah satunya. Kurasa kalimat pertama pada hieroglif sangat menggambarkan Kuil Dewa Frery, Sage Temple. Singkatnya, aku juga setuju dengan Sophia.”
Setelah diskusi hari itu, Tim Nordik sepakat untuk pergi ke Sage Temple. Mereka yakin kuil itu berhubungan dengan sigil.
oOo
R
ahael mengembangkan sayap di punggung yang sedikit menyusut seperti tubuhnya. “Sayapku ikut mengecil, apa kecepatan terbangnya masih sama?”
“Teman-teman, untuk menghemat waktu perjalanan, aku mengusulkan kita untuk menaiki Falcon,” papar Zeon antusias hendak memamerkan hewan kesayangannya.
Rahael masih sibuk dengan sayap malaikatnya. Sedangkan Nebula dan Sophia tengah merapikan tas perbekalan tim yang teraduk selama perjalanan di atas Naglfar, sehingga tawaran rekan Elf mereka terabaikan.
“TEMAN-TEMAN!” pekik Zeon yang berhasil mengejutkan teman-temannya.
Rahael, Nebula, dan Sophia kini menatap tajam ke arah Elf bertelinga runcing itu. Dengan segera, Zeon mengubah ekspresinya menjadi lebih ceria, kemudian kembali menawarkan Falcon Autumn sebagai tunggangan Tim Nordik ke Sage Temple.
“Baiklah, cepat panggil burungmu!” ketus Rahael.
Begitu Elf bermata biru itu memanggil hewan kontraknya, seekor falcon putih raksasa muncul lalu mendarat tepat di depan mereka. Dengan segera, keempat anggota Tim Nordik menaikinya, kemudian memelesat dengan kecepatan tinggi ke arah timur berdasarkan petunjuk Sophia.
Wilayah Nymph yang bernama Elfame Valley tampak berkilauan bermandikan sinar matahari pagi di kejauhan. Perlahan lembah yang ditinggali para Peri Pohon makin memperlihatkan wujudnya. Pepohonan tinggi yang hampir menggapai awan, padang bunga berwarna-warni, hingga perkebunan apel dengan buahnya yang bergerombol, tampak makin jelas.
Falcon mendarat di depan Sage Temple, yang merupakan altar utama dari wilayah para Nymph. Kuil Dewa Freyr itu sendiri dibangun dari batu dan ditumbuhi pepohonan raksasa di berbagai lokasi.
Seorang Nymph penjaga kuil datang menghampiri Tim Nordik. Tidak seperti Peri lain yang berwujud anak-anak, para Nymph penjaga mengambil bentuk orang dewasa atau halfe, untuk meningkatkan keamanan. Rahael sebagai ketua tim segera memperlihatkan surat izin dari sekolah.
“Sophia!” Nymph penjaga itu mengenal Pixie bermata ruby dalam tim.
Tentu saja para penjaga sudah mendapat kabar mengenai siswa Maple Academy yang hendak berkunjung, tetapi mereka tidak memperhatikan nama tiap siswanya dengan detail.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Red Miracle
FantasyEmpat tim diutus ke berbagai wilayah Peri untuk menemukan dan mengaktifkan Sigil berdasarkan terjemahan Hieroglif masing-masing mitologi. Tim Nordik yang beranggotakan Rahael, Nebula, Zeon, dan Sophia pergi ke wilayah Peri Pohon atau Nymph. Benda ku...
