Cahaya hijau menyilaukan memenuhi pandangan. Suara-suara asing menembus telinga, menimbulkan sejumlah tanda tanya. Di mana kita? Kemudian sinar aneh perlahan memudar. Samar-samar Rahael dapat melihat langit biru jauh di depan matanya.
“Kepalaku pusing,” keluh Rahael sedikit menjambak rambut.
Fallen Angel itu mencoba duduk dengan energi yang tersisa. Di bawah sebuah pohon, Nebula, Sophia, dan Zeon tampak terbaring tak sadarkan diri di sampingnya. Setelah mengamati sekitar, Rahael menduga mereka sedang berada di sebuah taman bunga.
Apa ini Arlie Field, taman bunga di Elfame Valley? batin Rahael.
Suara asing kembali terdengar oleh telinga gadis itu. Ia pun menoleh ke berbagai arah, hingga akhirnya berhasil menemukan asal suara. Dari kejauhan, ia melihat tiga orang dewasa tengah berdiri di antara bunga-bunga tulip.
Seorang lelaki dan perempuan tengah berhadapan sambil bergandengan tangan. Keduanya mengenakan pakaian serba putih, bahkan gaun perempuan berambut emas itu memiliki detail bunga dan permata. Kepala wanita itu tertutup tudung putih tipis dan mengenakan sebuah mahkota dari bunga. Di sebelah kedua orang dewasa, berdiri satu sosok lain yang mengenakan mantel bulu sambil mengucapkan beberapa kalimat.
Rahael kembali berdialog dengan diri sendiri. Pemandangan ini tidak asing, apakah mereka … menikah?
Ingatan samar Fallen Angel itu tiba-tiba kembali ke dalam kepalanya. Sage Temple, halaman belakang, ruang rahasia, relief.
“Relief!” ujarnya terkejut. “Nebula cepat bangun! Sophia, Zeon!” siswi angkatan satu itu mengguncang tubuh rekan-rekannya.
Ketiganya kini sudah membuka mata. Dengan segera, Rahael menjelaskan situasi bahwa kini mereka berada di dalam relief dan segala hal yang terjadi di sekeliling mereka pun sesuai dengan gambar pertama di permukaan relief.
Setelah Dewa Freyr dan Dewi Freya tinggal di Asgard, keduanya melakukan pernikahan secara sembunyi-sembunyi di sebuah padang bunga, karena Aesir menolak keras pernikahan sedarah.
“Bohong! Semua yang ada di dalam relief dan di depan kita, tidak sesuai dengan kepercayaan Peri. Bahkan binatang tidak menikah dengan saudaranya sendiri,” protes Sophia sambil menunjuk-nunjuk.
Para Peri, termasuk Sophia adalah pemuja dewa, yang mereka yakini telah menyelamatkan rasnya, juga menganugerahi mereka dengan kesuburan dan kemakmuran. Sedangkan di dalam relief, Dewa Freyr digambarkan tengah menikahi saudari kembarnya sendiri. Tentu gadis Peri itu jadi naik pitam.
“Aku tahu ini tidak benar, memang ada yang salah dengan reliefnya. Juga jangan berteriak, aku takut hal buruk akan terjadi jika kita ketahuan berada di sini!” jelas Nebula pada juniornya.
Setelah upacara pernikahan selesai dilaksanakan, keduanya lantas berpelukan. Sang pendeta pun segera pergi dari tempatnya berdiri. Sedangkan keempat siswa masih bersembunyi di balik pohon.
Tak lama kemudian, segerombol Dewa Aesir dan para prajurit bersenjata datang untuk menangkap Dewa Freyr dan Dewi Freya. Meski sempat melawan, keduanya berhasil ditundukkan oleh kekuatan para Dewa penghuni Asgard.
“Apa-apaan itu tadi, Dewa kami tidak selemah itu!” Sophia lagi-lagi tak bisa menahan amarahnya hingga berteriak kencang, membuat para prajurit Asgard dan Dewa Aesir menyadari keberadaan mereka.
Para siswa belum sempat mempersiapkan diri, sedangkan para prajurit dan Dewa Aesir tiba-tiba menyerang mereka dengan brutal. Rahael yang sebelumnya menghabiskan banyak mana untuk membuka ruang rahasia, mengayunkan phoenix spear dengan kewalahan. Terlebih lagi ia belum terbiasa menggunakan tombak panjang dalam tubuh anak kecil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hidden Red Miracle
FantasyEmpat tim diutus ke berbagai wilayah Peri untuk menemukan dan mengaktifkan Sigil berdasarkan terjemahan Hieroglif masing-masing mitologi. Tim Nordik yang beranggotakan Rahael, Nebula, Zeon, dan Sophia pergi ke wilayah Peri Pohon atau Nymph. Benda ku...
