Setelah tidur kurang lebih hanya 3 jam, gua pun terbangun dan melihat beberapa panitia dan peserta juga sudah ada yang terbangun lebih dahulu. Gua pun langsung beranjak ke kamar mandi untuk mencuci muka dan sikat gigi. Saat sedang mengeluarkan alat mandi terdengar suara Aden memanggil gua.
"Zie lu mau ke kamar mandi ya?" Tanya Aden kepada gua.
"Iya kamar mandi belakang tapi gua den biar ga rebutan sama peserta" ujar gua sambil berjalan menuju kamar mandi belakang.
"Oke gua ikut lah" Aden pun bergegas menyusul.
Setelah gua dan Aden cuci muka terlihat para peserta sudah mulai baris, yang menandakan acara puncak sudah mau dimulai. Acara puncak yang dimaksud adalah jurit malam dan pembakaran api unggun. Gua dan Aden kebagian tugas untuk memandu peserta di pos tiga yang merupakan pos untuk hiburan para peserta. Acara jurit malam dan api unggun berjalan lancar.
Tidak terasa matahari sudah mulai mengintip menandakan hari sudah pagi dan peserta kembali tidur setelah kegiatan jurit malam. Jam sudah menunjukkan pukul 10.00 WITA dan para panitia juga peserta sudah bersiap-siap untuk pulang ke Denpasar. Gua bergegas membereskan barang gua dan jalan menuju parkiran. Para peserta menggunakan bus beserta beberapa tamu undangan dosen juga ikut di dalam bus, sedangkan panitia ada yang ikut bus dan ada juga yang menggunakan kendaraan pribadi. Kalau gua dan Aden menggunakan sepeda motor.
"Zie, ada si Irene tuh." Sahut Aden Abisatya.
"Mana mana..." dengan penasaran mencari keberadaan Irene di tengah-tengah rombongan para peserta yang sedang mengantri giliran masuk bus.
Setelah lebih dari 3 tahun tidak merasakan rasanya jatuh cinta, ketika rasa itu muncul kembali rasanya sangat amat menyenangkan.
*Plaakk
"Ngapain sih lu senyum terus, gigi lu tuh kering." Sahut Aden sambil memukul helm gua.
"Yah namanya juga orang lagi jatuh cinta den, dikit-dikit seneng kalau soal doi." Jawab gua sambil mengendarai sepeda motor menuju asrama mahasiswa.
Akhirnya gua beserta rombongan panitia lainnya sampai di asrama mahasiswa di Denpasar. Selang 30 menit, bus yang mengangkut para peserta sampai di kampus dan kami para panitia bergegas jalan menuju kampus untuk menyambut para peserta.
Sesampainya di halaman kampus, semua peserta sudah baris sesuai kelompok. Jonathan memberikan sambutan terakhir sebelum para peserta pulang ke tempatnya masing-masing. Gua melihat muka para peserta dan panitia kelelahan. Dan saat itu juga aku melihat muka Irene yang berada di tengah-tengah barisan kelompok tiga. Tetap saja, gua melihat wajahnya yang kelelahan tetapi, di mata gua dia tetap cantik.
Sambutan Jonathan pun berakhir, menandakan bahwa kegiatan ospek jurusan sudah selesai. Para peserta bubar dari barisan, ada yang langsung menuju kendaraan mereka yang terparkir di halaman parkir kampus dan ada juga yang berjalan keluar gedung kampus untuk menunggu jemputan atau yang berjalan kaki menuju asrama ataupun yang tinggal di dekat kampus. Para panitia diminta oleh Jonathan untuk berkumpul di depan sekretariat himpunan untuk melakukan evaluasi.
"Gua mau bilang terima kasih buat semuanya yang udah berpartisipasi jadi panitia untuk acara ospek jurusan kita" Sambut Jonathan di depan semua panitia. Evaluasi terus berlanjut dari mulai evaluasi dari ketua panitia hingga koordinator. Akhirnya evaluasi berakhir, gua langsung menuju parkiran motor untuk siap-siap pulang ke kost. Tidak lama selang gua menyalakan mesin motor, Aden memanggil nama gua.
"Kenzie! Tunggu gua zie..." Panggil Aden sambil berlari menuju ke arah gua.
"Gua bareng lu dong zie baliknya" Pinta Aden.
"Yaudah naik, tapi gua mau makan dulu ya" Balas gua kepada Aden.
Akhirnya, kami berdua berangkat ke salah satu rumah makan dekat kampus. Sesampainya di rumah makan tersebut, tidak disangka ternyata gua bertemu dengan Irene. Dia sedang makan bersama dengan teman-temannya di dalam rumah makan tersebut. Gua pun senang sekali saat melihat Irene.
Saat sedang memilih lauk, terdengar suara perempuan menyapa kami berdua. "Halo kak" Sapa Anindita dari belakang kami.
"Lho Dita, kok ga bareng sama yang lain?" Tanya Aden.
"Iya kak tadi aku nitip barang di kos Irene dulu kak makanya aku nyusul" Jelas Dita sambil ikut mengambil beberapa lauk.
"Oh kos Irene deket kampus ?" Tanya gua setelah mendengar penjelasan dari Dita.
"Ahaha iya kak deket kok dari kampus, ga perlu naik motor juga bisa kak ke kampus" Jelas Anindita.
"Kak aku duduk sama temen-temenku dulu ya kak" Anindita pun duduk bersama dengan Irene dan teman-temannya. Gua dan Aden duduk di bagian depan karena di dalam ruangan ber-AC tidak bisa merokok.
"Kenapa lu nanyain kos si Irene?" Tanya Aden dengan penasaran.
"Engga apa-apa sih del cuma penasaran aja" Jawab gua.
Gua pun melanjutkan makan bersama Adel dan setelah selesai kami lanjut jalan pulang ke kos.
Sesampainya di kos, kami berdua pun duduk di sofa teras depan kos sambil merokok dan minum kopi hangat. "lu beneran suka sama Irene ya zie?" tanya Aden. Gua pun mengeluarkan sebungkus rokok lalu mengambil sebatang rokok dan menyalakan korek api untuk menyalakan rokok yang sudah berada di sela-sela jari tangan gua.
Sembari gua hisap rokok itu dan menghembuskan asapnya, gua menjawab pertanyaan Aden. "Iya den, kayanya gua mau coba deketin Irene".
***
Sepertinya perasaan Kenzie ke Irene sudah mantap dan akhirnya memutuskan untuk mencoba mendekati dan lebih kenal lagi dengan Irene. Tapi, apakah nanti akan berjalan mulus untuk Kenzie?
Ditunggu kelanjutan ceritanya di part selanjutnya ya kawan-kawan!! Jangan lupa follow, vote dan share ke teman-teman kalian.
Selamat membaca!
KAMU SEDANG MEMBACA
Lost
Fiksi Remaja"Lost" {kata kerja bentuk lampau} : (Kehilangan, hilang, kalah) Terkadang kita kehilangan seseorang, menghilang dari seseorang hingga kita mengaku kalah terhadap keadaan dan menyerah terhadap harapan sehingga kita mengutuk diri sendiri untuk tidak p...
