IIII.

275 23 2
                                    

Ini, keempat.

YOSHI, kini sedang menelfon Jeongwoo. Yoshi sibuk mengurusi perusahaan ayahnya dijepang, Yoshi akan pulang esok untuk menemui sang mama,Jeongwoo, serta kekasihnya, Junghwan.

Yoshi menelfon Jeongwoo, Jeongwoo bercerita banyak sekali tentang kejadian aneh yang terjadi hari ini, Yoshi terkekeh dan merasa gemas. Adiknya sudah dewasa, adiknya sudah mengerti jalan kehidupannya.

Yoshi adalah pengganti kepala keluarga di keluarga mereka, Marga yang Yoshi ambil adalah Kanemoto. Dengan alasan jika Sang Ayah meninggalkan mereka, Yoshi bertanggung jawab dibagian kepala keluarga.

Yoshi dan Jeongwoo selalu berusaha untuk menghibur sang mama, apapun yang terjadi, mereka selalu menghibur sang mama. Karena sang mama adalah harta berharga bagi mereka berdua.

balik lagi, Jeongwoo sedari tadi bercerita tanpa henti. Yoshi sangat amat menjadi rumah curhat terbaik bagi Jeongwoo, dimana Jeongwoo menangis,senang,susah semua pasti beralih ke Yoshi. Jeongwoo merindukan Yoshi, Yoshi sudah lama tak pulang. Sudah.... 3 tahun.

Namun Yoshi tak pernah lepas kontak dari sang mama dan sang adik, mereka selalu menghabiskan waktu dengan virtual, walau virtual.. kebahagiaan menyalur dari korea sampai jepang.

" hyung!, cepatlah pulang! Akan ku kenalkan dirimu ke calon adik ipar mu! "

" benarkah? Seorang Park Jeongwoo yang kekanakan ini mempunyai calon isteri? Sangat cepat ya kau bertumbuh! Berapa umur mu sekarang? Aku saja yang 27 belum menikah. Haha. "

" YAK!, aku sudah 24. Aku sudah besar! Aku sudah bisa bekerja dan aku juga sudah dewasa asal kau tau ya Hyung! "

" hum? Dewasa? Sepertinya aku salah dengar. Kau saja masih menangis dipelukan ku saat dulu. "

" itu dulu, sekarang berbeda yak! "

" eoh? Benarkah? Haha. Baiklah, segera tidur. Besok aku akan menemui adik ipar ku. Segera. "

" baiklah, kumatikan ya hyung! Sampai jumpa "

" hn! Sampai jumpa! "

Tut.....

Telefon dimatikan oleh Jeongwoo, Jeongwoo merasa senang.

Eoh? Apakah para Reader's berfikir bahwa Jeongwoo adalah seseorang yang dingin? Tentu tidak. Namun Jeongwoo masih dalam masa pubertas jenjang tengah asal kalian tau! Tentu saja mood Jeongwoo bisa ber ubah ubah begitu saja. Sudah ku katakan, Jeongwoo belum bisa mengatur emosional dan ego nya.

Jeongwoo masih PAUD, haha. Aku bercandaa!.

" sebaik nya aku tidur, besok hyung oci akan pulang! " ucap Jeongwoo dan menaruh Handphone nya di meja nya.
Dan matanya tertutup untuk berjalan kearah alam mimpi.

Sisi lain....

Junkyu masih dalam keadaan tidak bisa tidur, apakah ini mimpi? Dia dijodohkan? Sungguh ini membebani fikirannya.

" lo kenapa sih dek? " tanya Jihoon sambil menatap sang adik yang sedari tadi terus seperti memikir kan sebuah hal, ia dari tadi tidak mau tidur dan terus duduk dikursi meja belajarnya itu.

" ini gue serius mau dijodohin? "

" iyalah serius pabo!, cepetan tidur. Besok lo katanya mau nemenin si jeongwoo kerja, lo juga mau cari kerja ditempat lain kan? " ucap Jihoon dan diangguki oleh Junkyu.

" yaiyalah! Yakali gue kebergantungan Sama Jeongwoo, nikah aja belom " ucap Junkyu dan didapati tawa an dari sang kakak.

" yowes, gue tidur dulu ya! Besok gue harus kerja " ucap Jihoon dan diangguki oleh Junkyu

Tired | JeongKyu Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang