4. Quantum of Solace (2008)

72 22 168
                                        

Happy reading, Folks 🖤

Aktivitas area kortikal otak bagian depan Mars sedang meningkat

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Aktivitas area kortikal otak bagian depan Mars sedang meningkat. Berhubungan dengan gangguan tidur yang dialaminya sejak kepergian Adrian. Lihat, kan? Seberapa besar pengaruh Adrian terhadap Mars. Rasanya semua hal yang dilakukan Mars bermuara pada lelaki itu.

Dan mimpi sialan itu, selama berbulan-bulan berhasil menghantui Mars.

Langitnya tiba senja tanpa warna. Bercermin savana dengan rumput liar tumbuh melampaui lutut orang dewasa. Angin yang menusuk berbisik melewati tengkuknya begitu saja. Mars berdiri jauh dari Adrian sebagai pemeran utama. Lelaki itu melamun di bibir tebing sembari menatap ujung sepatunya.

Mars berteriak keras-keras memanggil Adrian agar menjauh dari sana. Tapi suaranya di telan debur ombak yang menghantam karang. Ia ingin berlari menghampiri namun langkahnya terantai jangkar yang menancap hingga ke dasar.

Dalam sepersekian detik Mars darah Mars dibuat berdesir ketika menyaksikan Adrian mengulum senyum sebelum menjatuhkan dirinya.

Lalu sunyi.

Lampu padam.

Satu bulan sejak upacara pemakaman, baru malam ini Mars punya nyali untuk masuk ke kamar Adrian. Rumah ini kosong karena Ayah dan Bunda pindah ke rumah lain. Sementara, katanya.

Sebulan, dua bulan? Entah.

Yang Mars tahu, kedua orang tua angkatnya itu, hanya sedang melarikan diri dari rasa sesak yang masih menghimpit tiap kali menjumpai bayang-bayang Adrian di setiap sudut rumah.

Mars mengamati sekeliling yang masih serupa. Barang-barang Adrian masih pada tempatnya. Tidak ada yang berubah seolah pemiliknya masih tinggal di dunia. Semuanya terasa seperti Adrian sedang sibuk dengan salah satu kasus hingga harus menginap di kantor dan hanya pulang seminggu sekali untuk mengambil baju ganti.

Perasaan antara ada dan tiada Mars untuk Adrian memang menggerogoti. Tidak bisa dikatakan berlebihan. Adrian memang sebegitu berarti untuk Mars. Adrian adalah kiblatnya. Tempatnya berkaca juga menyeduh segala suka duka.

Mars selalu mengikuti Adrian kemana pun.

Saat Adrian suka sepakbola, Mars akan mengacuhkan basket dan merengek agar diajak futsal. Mars tidak bisa makan pedas tapi saat Adrian membuat nasi goreng dengan sepuluh cabe untuk sarapan, Mars akan tetap menghabiskannya walau harus ditemani satu liter air minum. Mars yang tak mampu membunuh seekor lalat memaksakan dirinya latihan fisik dan belajar sepuluh jam sehari untuk mengikuti Adrian mendaftar akademi kepolisian. Ditinggalkannya sekolah film impiannya untuk tetap satu langkah di belakang Adrian dan tidak kemana-mana.

CATASTHROPETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang