[bukan request] We Don't Have Much Time

3.3K 122 58
                                        

Bukan Request!

Granger × Aamon

Genre: Romance, Angst

Rating: 15+

Happy Reading...

.

.

.

•••

"Ayo ayo! Masih hangat! Silahkan dibeli! Hanya 1.000 keping perak untuk 1 roti!"

"Sialan mahal sekali! Kau mau menjual roti apa mau menjual diri?" Dia berujar kesal sambil menunjuk kearah pria berkumis yang menjual roti tersebut.

"Ei~ jangan salah tuan! Ini roti yang berasal langsung dari negeri Northen Vale! Cobalah satu dan rasakan sensasi dinginnya seperti dia!"

Pria itu menyodorkan satu buah roti kepadanya, sementara itu pemuda dengan pakaian berkerah tinggi tersebut memincingkan matanya kesal.

Pedagang didepannya benar-benar seperti penipu. Mana ada orang yang akan percaya begitu saja kalau roti ini memiliki sensasi dingin didalamnya?!

"Aku tidak tertarik, sekarang berikan--"

"Saya pesan satu!"

Suara penuh semangat dari seseorang membuat keduanya menoleh kesamping, menatap kearah seorang pemuda dengan tudung dikepalanya sehingga wajahnya tidak terlihat sepenuhnya.

Granger, si pria berkerah tinggi itu menatap aneh, begitu pula si pedagang roti yang tampak menganga lebar, sepertinya pria itu tidak menyangka pada akhirnya akan ada yang tertipu juga.

Pemuda asing yang melihat kedua mata mereka mengarah kepadanya tampak langsung berdehem pelan, seolah membenarkan tingkahnya sendiri yang tiba-tiba heboh.

"Pak? Bisa saya pesan satu?"

Suaranya kali ini terdengar lebih tenang dan tidak tinggi seperti tadi, Granger penasaran dengan pemuda berjubah ini, dia tampak begitu menutupi tubuhnya sendiri.

"Oh tentu tuan! Satu roti dari Northen Vale untuk pemuda yang tampan!" Ujar pria itu dengan penuh semangat, sekalian untuk mencari perhatian pula dari orang yang berlalu lalang dipasar itu.

Granger mengernyit kesal, dia maju kemudian menggebrak sedikit meja yang menjadi sekat tempat berjualannya. Menarik perhatian pria itu kearahnya.

"Hei tua! Kau belum mengembalikkan kembalianku tadi, kenapa malah langsung melayani dia."

"Astaga tuan?! Kau begitu pendendam! Padahal hanya 10 perak!"

"Tetap saja itu milikku! Kembalikan sini."

"Sebentar, biar kulayani pemuda tampan ini terlebih dahulu, silahkan tuan! Duduklah terlebih dahulu!"

Granger berdecak kesal, dia melirik kearah pemuda disampingnya yang tampak mengangguk, wajahnya benar-benar tertutupi oleh tudung dan tidak terlalu terlihat jelas, kenapa coba pria tua itu malah menyebutnya tampan? Memangnya terlihat?

Dia tampak mendudukan diri di kursi panjang yang tersimpan didepan kedai, tepat disamping Granger yang merupakan satu-satunya pelanggan di kedai itu.

Sebenarnya selain karena kedai ini menampung banyak informasi, pria tua itu kan sama sepertinya, kalau Granger berada di barisan pengeksekusi, maka pria ini ada dibarisan penipu. Meskipun semua dagangannya bukan hasil tipuan, namun kebanyakan begitu.

Hey Pretty Boy! || Aamon - Centric [Discontinue]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang