[Request] Takdir

1.8K 71 90
                                        

Request!

Natan × Aamon

Genre: Angst, Romance

Rate: 15+

Cw!: Time traveler, Reincarnation, skip time yg tidak ngotak.

Happy Reading...

•••

Pandangan Aamon lurus kedasar jurang abyss dengan hampa, menatap tubuh sang adik yang telah terperosok kedalam dunia gelap itu, tubuhnya terasa lemas, kalau saja bukan karena akar-akar pohon milik lawannya tadi, Aamon pasti akan terperosok kedalam sana juga.

Tidak, bukankah itu akan lebih baik? Aamon bisa meraih adiknya jika sempat... Kenapa dirinya masih berada diatas sini?

Adiknya telah dirasuki, tidak heran Aamon merasakan aura mencekam ketika hendak meraihnya tadi, bulu kuduknya serasa naik akibat hawa keberadaannya yang kuat.

Semua yang terjadi terlalu cepat, Aamon baru tersadar dari lamunan ketika tubuhnya dibawa oleh akar-akar yang melilit milik sang Mythical Creature sehingga kedua kakinya kini menapak diatas lantai Celestial Palace.

Aamon berbalik menatap serta berhadapan langsung dengan mahluk besar dihadapannya, salah satu tangan disimpan disamping dadanya, tubuhnya membungkuk sebagai rasa hormat sekaligus bentuk apresiasi kepada mahluk itu.

"Terimakasih."

Sebuah geraman rendah terdengar darinya, kemudian jawaban dengan suara berat terdengar.

"Senang bisa membantu." Suara inhuman nya terdengar begitu berat.

Aamon menegakan dirinya untuk menatap kearah Mythical Creature itu. Kemudian sebuah suara menginterupsi.

"Gusion telah dirasuki oleh Kalon."

Aamon mengernyit mendengar suara wanita itu, tubuhnya berbalik untuk melihat dengan jelas bagaimana wanita itu kini tampak berjalan dengan tenang, seolah tidak melakukan kesalahan apapun setelah apa yang bau saja terjadi.

"Oh benar! Terimakasih kepada dirimu, karena telah memulai semua ini."

Nada suaranya datar dan juga dingin, terang-terangan melontarkan sarkas kepada leluhurnya itu. Aamon harus menahan diri untuk tidak berdecak pula dihadapan wanita itu.

Disaat seperti ini, dia harus tetap dapat mengontrol emosi, bukan pilihan yang bijak jika dia harus kembali beradu kekuatan dengan Valentina, meskipun didalam hatinya Aamon ingin sekali mengamuk dan meminta pertanggung jawaban kepada leluhur dihadapannya ini yang telah mengikat kontrak dengan dewa iblis.

Menyebabkan nasib Gusion terus menderita sampai saat ini.

"Semua yang terjadi disini bukanlah tujuanku."

Wanita itu mendekat kearahnya kemudian berdiri tepat disamping Aamon, paras yang terlihat masih sangat muda dibandingkan dengan umur sebenarnya itu tampak menghadap kearah Aamon. Menatapnya lurus dengan tatapan tajam.

"Mari bekerja sama, Aamon."

Mendengar itu Aamon tanpa sadar mengepalkan tangannya, dia menggigit bibir bawahnya sebagai pelampiasan, sorot wajahnya menggelap dan dia tidak berniat untuk menatap Valentina.

Setelah apa yang dia lakukan kepada Gusion, kepada keluarga mereka?! Bisa-bisanya dia berbicara seperti itu!

"Ambil kembali heart of anima untukku, maka aku akan membantumu menyelamatkan Gusion." Wanita itu berkata lagi.

Hey Pretty Boy! || Aamon - Centric [Discontinue]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang