01. Medali

13.9K 416 8
                                        


Bismillah semoga cerita kali ini menarik untuk di baca

Diharapkan vote dan komen nya ya...

Are you ready???

Oke let's go!

Happy reading🤗

Seorang laki-laki sedang fokus membidik bola ke dalam ring

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seorang laki-laki sedang fokus membidik bola ke dalam ring. Mata tajam nya begitu waspada menatap lawan yang ada di hadapannya.

Dewangsa Regan Maheswara. Tinggal selangkah lagi untuk mencetak point lebih kemudian ia akan memenangkan pertandingan ini.

"AYO LEMPAR WA!" teriak teman satu team nya.

Dengan cekatan Dewa berlari mendribble bola hingga pada saat nya ia melompat kemudian memasukkan bola tersebut tepat ke dalam ring nya.

"YEAHH!!!"

"KEREN BOY!"

"GO DEWA GO DEWA!"

"KITA MENANG HOREEE!!!"

"AAAA DEWA COOL BANGET GILA!"

Begitulah teriakan siswa siswi SMA Garda, memenuhi penjuru lapangan karena pertandingan telah selesai dan dimenangkan oleh tim sekolah mereka.

Jidan langsung menghampiri Dewa dan menepuk pundaknya bangga. "Lo keren! Seperti biasanya." ucap Jidan sambil menjabat tangan Dewa.

Laki-laki dengan nomor punggung kosong satu itu tersenyum hingga lesung pipi nya terlihat membuat para siswi di lapangan memekik heboh. Dewa sangat jarang memperlihatkan lesung pipi nya.

Setelah pertandingan usai, Dewa bergegas ke ruang loker untuk mengganti baju nya.

Jidan menghampiri Dewa yang sudah bersiap-siap pulang. "Lo mau langsung pulang?" tanya Jidan dan Dewa mengangguk.

"Gak mau party dulu gitu ngerayain kemenangan kita?" tanya Alfi yang baru saja berganti pakaian.

"Gak usah, kalau lo semua mau party ya silahkan. Gue duluan, gue mau nunjukin medali ini ke Ayah." ucap Dewa memperlihatkan medali yang ia peroleh. Senyum nya terbit kala ia membayangkan senyum bangga sang ayah.

"Kalau gitu gue duluan, thanks kerja sama kalian." ucap Dewa pamit kepada Jidan dan Alfi.

Kedua nya hanya mengangguk sebagai balasan. Mereka ikut senang melihat Dewa yang tersenyum.

"Semoga aja bapak dia beneran bangga." ucap Alfi lirih.

Jidan tersenyum. "Bapak dia pasti bangga." ucap nya meyakinkan.

Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang