EXTRA PART 2

2.3K 68 2
                                        

------ Happy Reading ------

1 tahun kemudian

Banyak hal berat yang dilalui sepanjang tahun ini. Kehilangan, kehancuran dan perpecahan hingga pada akhirnya keluarga Maheswara mencoba untuk berdamai dan bangkit kembali usai kepergian salah satu anggota keluarga mereka.

Pagi ini di hari Minggu, seluruh anggota keluarga telah bersiap untuk ke makam Dewa seolah mereka enggan melupakannya.

Jika dulu mereka berharap Dewa segera pergi, kini mereka berharap Dewa menemukan kebahagiaan yang tak pernah ia dapatkan selama ini.

"Udah siap semuanya?" tanya Adrian merapikan lengan bajunya.

"Udah Yah, kita berangkat sekarang?" tanya Rea.

"Ayo!"

•••••

Sebuah bunga matahari terletak di bawah batu nisan dengan nama Dewangsa Regan Maheswara.

Seorang laki-laki berkacamata hitam menatap bunga yang baru saja ia taruh di atas makam.

"Semoga lo bahagia Wa." gumamnya lalu bangkit.

Baru saja hendak melangkah meninggalkan area pemakaman, dirinya dibuat terkejut oleh kehadiran dua orang laki-laki lainnya.

"Lo Septa kan?"

"Dan lo Jidan?"

"Dia siapa?" bisik Alfi di sebelah Jidan.

"Kenalin gue Septa, temen Dewa."

Jidan bergeming ketika Septa mengajukan tangannya pada Alfi.

"Gue Alfi." jawab Alfi membalas jabatan tangan Septa. Laki-laki itu menatap Jidan seolah meminta penjelasan.

Jidan menarik napas dan menjelaskan sedikit kepada Alfi.

"Ah gitu rupanya. Gue gak tau selama ini."

"Ya lo langsung balik ke Singapura mana sempet gue cerita." Jidan berdecak.

Septa terkekeh melihat perdebatan kecil itu.

"Lo ngapain ke sini?" tanya Jidan pada Septa.

Septa menatap awan yang mendung. "Hari ini tepat setahun Dewa meninggal. Gue cuma dateng buat ziarah." ucap Septa. "Kalian pasti mau ziarah juga kan?" Septa sudah menebaknya karna melihat Jidan dan Alfi yang menenteng buket bunga matahari di tangan mereka.

"Hm."

Septa mengangguk.

"Septa?" suara Zoya dari jauh memanggil namanya.

"Tante Zoya,"

"Kamu di sini?"

Jidan dan Alfi bergeser saat melihat keluarga Maheswara baru datang. Mereka membawa bunga tabur dan bunga matahari juga sama sepertinya dan Alfi. Jidan menatap Raja dengan tajam. Masih dengan rasa kesalnya satu tahun yang lalu.

Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang