Welcome to Dream!
Tandai typo bertebaran!
Jangan lupa memencet tombol bintang dan berkomentar untuk meramaikan cerita ini!
NO PLAGIARISME ⚠️⚠️⚠️
SIAPAPUN YANG MENEMUKAN KESAMAAN DENGAN CERITA INI HARAP LAPOR PADA AUTHOR!
Dengerin musiknya biar dapat feel nya!
Are you ready?
Oke let's go!
------ Happy Reading ------
"Terimakasih untuk kasih sayang singkat yang kalian berikan kepada anak malang ini. In another life, izinkan aku untuk tetap hidup menjadi sosok yang kalian harapkan kehadirannya."
-Dewangsa Maheswara-
"Malaikat itu adalah putraku, hanya kepingan pahit yang ku sesali selama sisa hidupnya."
- Matilda Zoya Renggala-
"Bagaimana bisa kamu meninggalkan adik kecilmu sendiri? Bukankah kita sudah berjanji untuk melihat senja kembali?
-Reanata Elvannya Maheswara-
"Pergilah dengan tenang sampai tak ada lagi yang menyakitimu seperti kami menyakitimu."
-Rasendra Adrian Maheswara-
•••••
"Ayah?" Suara itu membuat Adrian melihat ke arah pintu. Di sana Rea berdiri memandang Adrian. Tadinya ia ingin mengambil pakaian Dewa karena sang bunda menelpon dan memberi kabar.
"Ayah ngapain di kamar bang Dewa?" tanya Rea.
Adrián hanya diam.
Rea mendekatinya dan duduk di kasur Dewa sedangkan Adrian di depannya duduk di kursi meja belajar.
Rea memandang etalase berisi piala milik Dewa. "Bang Dewa itu sebenernya berprestasi. Dia juga rajin, gak pernah ngeluh. Dulu Bang Dewa pernah bantuin Rea bikin tugas olahraga. Rea kasih Bang Dewa uang karna ayah gak ngasih uang lagi buat Bang Dewa tapi Bang Dewa gak terima uang Rea dan malah balas pake senyum balikin uang Rea."
Adrian diam mendengarkan putrinya bercerita.
"Bang Dewa diam-diam sering liat ayah muji Bang Raja dibalik tembok. Rea pernah liat Bang Dewa mukanya sedih pas masuk ke kamar. Ternyata waktu itu sertifikat Bang Dewa abis dirobek ayah tapi ayah malah muji-muji Bang Raja karna menang lomba futsal." lanjut Rea.
Adrian menoleh ke samping dimana laci meja Dewa yang ia buka tadi memperlihatkan sertifikat sobek dengan plaster.
"Bang Dewa selama ini selalu jadi pahlawan untuk keluarga kita. Bang Dewa justru lebih banyak berkorban daripada Bang Raja. Tapi kenapa ayah ngorbanin Bang Dewa sampai hampir mati? Bang Dewa selalu bertahan dengan harapan jika esok masih ada kesempatan untuk mendapat sedikit saja perhatian dari ayah dan bunda." suara Rea bergetar mengatakannya. Air matanya mengenang di pelupuk mata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dream [END]
Teen FictionDewangsa Regan Maheswara, anak kedua dari keluarga Maheswara. Laki-laki idola sekolah namun rapuh di dalam. Bagi keluarga nya, Dewa tak lebih dari anak sial yang hadir di tengah keluarga Maheswara. Berbeda dengan Raja sang kakak dan Rea sang adik ya...
![Dream [END]](https://img.wattpad.com/cover/314732846-64-k186499.jpg)