52. Tragedi

3K 134 18
                                        

Welcome to Dream!

Tandai typo bertebaran!

Jangan lupa memencet tombol bintang dan berkomentar untuk meramaikan cerita ini!

NO PLAGIARISME ⚠️⚠️⚠️

SIAPAPUN YANG MENEMUKAN KESAMAAN DENGAN CERITA INI HARAP LAPOR PADA AUTHOR!

Dengerin musiknya biar dapat feel nya!

Are you ready?

Oke let's go!

------ Happy Reading ------

Malam ini menjadi malam yang sangat menegangkan. Bagaimana tidak? Para pembunuh berdarah dingin itu menginginkan jantung untuk putri mereka. Adrian hanya boleh memilih satu untuk diselamatkan sedangkan yang satunya lagi akan dikorbankan.

"Saya memilih untuk menyelamatkan Raja." dengan berat hati Adrian mengatakannya hingga membuat Aber bertepuk tangan.

Prok! Prok! Prok!

"Kamu yakin tidak akan menyesal dengan pilihanmu itu Adrian?" tanya Aber.

"Lepaskan Raja." ucap Adrian.

Dewa menatap ayahnya kecewa. Ia sudah menduga hal ini. Lagi pula ia tidak berharap jika sang ayah akan memilihnya untuk diselamatkan. Justru Aber akan membantunya untuk menyingkirkan anak yang tidak diinginkannya selama ini.

Aber beranjak menghampiri Dewa. "Lihat? Bahkan orang tua yang selalu kau turuti kemauannya itu tidak menyelamatkanmu sama sekali ck, ck, ck. Malang sekali nasib mu nak." Aber berdecak miris.

"Baiklah karena Tuan Adrian sudah membuat pilihan, maka kita sepakati hal ini. Saya akan melepaskan Raja dan sebagai gantinya saya akan mengambil jantung Dewa." ucap Aber.

Dewa tak lagi bersuara. Ia hanya ingin segera mengakhiri segalanya sekarang juga.

"Apakah ada kata-kata terakhir Tuan Adrian untuk putra malangmu ini?" tanya Aber menatap Adrian.

Adrian melihat Dewa dimana anak itu hanya menatapnya dengan pandangan kecewa. Harapannya sudah sirna bahkan sejak lama Dewa tidak memiliki harapan apapun pada Adrian.

"Sepertinya tidak ada, bagaimana dengan kamu Dewa? Apakah ada kalimat terakhir untuk ayah bajingan mu itu?" tanya Aber menunjuk Adrian.

Dewa tersenyum hambar. "Terimakasih untuk kasih sayang singkat yang pernah ayah berikan kepada anak malang ini. Tolong bilang sama bunda dan Rea kalau Dewa sayang banget sama mereka. Dewa cuma mau di anter pulang deket Oma. Tolong bawa Dewa ke sana nanti." pinta Dewa pada Adrian.

"Di kehidupan selanjutnya jika Dewa kembali terlahir di keluarga kalian, izinkan Dewa untuk tetap hidup menjadi sosok yang kalian harapkan kehadirannya. Dewa minta maaf kalau Dewa belum mampu bikin ayah merasa bangga. Dewa....sayang ayah."

"Astaga saya ikut sedih mendengarnya. Tapi karena ulah keluarga kalian juga putri saya menjadi sengsara. Jika saja salah satu anak kalian tidak melakukan kesalahan di masa lalu, mungkin keluarga kalian akan bahagia. Tapi sayang, itu tidak akan terjadi." Aber mengatakannya. Ia kemudian menyuruh bodyguardnya melepaskan Raja.

"Kalian bisa pergi sekarang." usir Aber pada ayah dan anak itu.

Raja dengan tanpa beban menarik Adrian untuk keluar dari rumah milik Aber meninggalkan Dewa yang menatap kepergian mereka dengan air mata yang berhasil lolos di pipinya.

Dream [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang