01. Dijodohin?

35 12 12
                                        

                       
                                          Happy Reading

Azzara sampai di depan kediamannya dengan selamat. Tak lupa, ia juga melepaskan helm full face nya. Pertama, netranya menangkap satu motor ninja dan juga satu mobil mewah terparkir di pekarangan rumahnya.

"Ada siapa? Yakali Ayah beli mobil sama motor lagi."

Azzara bertanya-tanya kepada dirinya sendiri. Namun, setelah itu Azzara mengedikkan bahunya acuh. Tidak penting juga menebak siapa yang ada dirumah.

Setelah itu Azzara mulai melangkahkan kakinya ke arah pintu, mendengar suara seperti banyak orang di dalam rumahnya. Namun, Azzara tidak peduli mungkin keluarganya tengah menonton acara Tv bersama.

Azzara menghela nafasnya,"Anyeong, konichiwa, sawadekhap!"

"Yuhuu, Bundaa Zarra pulang!" Teriaknya.

"Waallaikumsallam Warrahmatullahi Wabbarakatuh."

Azzara membuka matanya kala mendengar sahutan dari banyak orang.

"Astagfirullah, Zarra."Rina, yang notabe nya sebagai Ibu Azzara menepuk dahinya frustasi.

Dengan cepat Azzara memasang wajah datar dan cool nya. Azzara menghampiri Ibunya kala Ibunya memberi intruksi kepada Azzara untuk duduk di sampingnya.

"Ini putramu yang pertama, ya?"

Rina tersenyum ramah, walaupun didalam hatinya sangat-sangat malu."Ini putri ku, Azzara namanya."

"Astagfirullah, yang bener aja, Abi ngejodohin gue sama cewek jadi-jadian?"

"O-oh ya, maaf aku kira ini putramu."

"Yang bener aja anjir, setepos itukan gue?"

Siapa yang tidak menyangka bahwa Azzara seorang perempuan? Mungkin mereka diluar sana mengira bahwa Azzara laki-laki, terlihat dari penampilannya merupai seorang laki-laki.

Begitupun tamu itu, menyangka Azzara adalah seorang putra pertama dari Ibu Azzara, karena kenapa? Azzara mengenakan seragam SMA bukan seperti siswi pada umumnya yang mengenakan rok, alias Azarra mengenakan celana ditambah lagi Azzara memiliki postur tubuh yang seperti laki-laki pada umumnya, tinggi badan setara dengan laki-laki pada umumnya. Membuat siapapun menyangka Azzara adalah anak laki-laki.

"Ini, Azzara Aletta. Kalo putraku yang pertama, dia kuliah di luar negeri."Sahut Raka, ayah Azzara.

"Penampilan Azzara memang seperti ini."Raka terkekeh pelan.

"Maka dari itu saya ingin, yaa tadi sudah dibahas, jadi ini alasannya."

"Ah iya, saya paham."Ustadz Zaki tersenyum ramah, ia mengerti perkataan Raka.

Azzara memperhatikan seorang remaja lelaki yang mengenakan hoodie hitam di hadapannya yang tengah menunduk.

"Dih, tu orang kenapa si nunduk terus?"

Rina menyenggol tangan Azzara,"Zarra, kenalin ini Ustadz Zaki, dan ini-"Rina menunjuk tamunya dengan menggunakan Ibu jarinya.

"Panggil Uma Risa aja."Rina mengangguk-ngangguk kepalanya paham.

"Ini Uma Risa."Lanjut Rina menunjuk sopan Risa. Namun Azzara hanya membalas dengan deheman pelan.

"Dan ini-"

"Elzharkhan." jawab remaja itu seraya menunduk.

Tatapan Azzara tidak lepas dari Elzharkhan, remaja yang kini berada di hadapannya.

"Tu orang kenapa si? Dikira gue jelek kali,"

"Pak, kayanya kita gak bisa lama-lama ngobrol nya, soalnya saya ada urusan."Ustadz Zaki berdiri, lalu diikuti oleh semuanya.

ELZHARRA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang