Happy Reading!
.
.
.
.
.
.
.
.
.~•~•~•~•~••~•~
Setelah kejadian semalam,sekarang Amara akan membiasakan diri nya menjadi Amora.
(Amara kita panggil Amora ya biar ga pusing)
Amora sekarang sedang menatap cermin full body yang ada di dalam kamar Amora.
"Lo tuh cantik kak,eh kan emang cantik ya.kita kan kembar"
"Maksudnya,Lo tuh tetep cantik walau gak pake baju kurang bahan,bahkan menurut gue pake baju yang gombrang gombreng lebih cantik"
Amora berganti pakaian tidurnya menggunakan sweater putih oversize dengan jins panjang tak lupa sepatu putih polos.
Hari ini Amora akan pergi ke mall,dia akan membeli banyak baju baju karna baju Amora yang dulu tak layak pakai alias baju anak TK.
Amora segera menggambil tas kecil yang berisikan dompet, handphone dan kunci mobil.
Amora berjalan santai menuju lantai satu,saat amora sampai di ruang keluarga di sana terdapat kedua Abang dan bonyok Amora yang sedang menontong sambil mengobrol ria.
Ekhhm
Deheman Amora membuat semua orang yang berada di ruang keluarga menoleh ke arahnya dengan tatapan yang sulit diartikan."Lo siapa?"
Pertanyaan konyol yang dikeluarkan oleh vano anak ke dua keluarga Anderson."Human"
Jawab Amora dengan wajah datarnya."Yang bener kalo ditanya ,Lo siapa?!"
Nada yang dikeluarkan vano sedikit meninggi dan hal itu membuat Amora terkekeh sinis."Gue amora,mau apa Lo?"
Semua orang kaget,apa katanya, Amora? Kenapa dia bisa secantik ini.seinggat mereka Amora adalah gadis dengan make up tebalnya.
"Jangan Ngadi Ngadi Lo,Amora kan mukanya penuh sama tepung kanji lah elo cantik mulus gini"
"Secantik itukan wajah gue,sampe sampe Lo gak tau gue amora.lo gak pantes di panggil Abang,Lo Abang terburuk yang pernah gue kenal dan perubahan gue,itu semua gara gara kalian.kalo kalian tanya gue kenapa tiba tiba berubah,jawabanya gara gara kalian,gue terlalu capek sama drama yang ada di keluarga ini.disaat anak perempuan satu satunya di dalam keluarga ,gadis itu akan dijadikan ratu di jaga dan di lindungi.lah gue hahaha gue cuman numpang KK doang selebihnya bye"
"Gue ,mommy sama Daddy benci lo juga ada alesanya"
Vino membuka suaranya saat Amora akan melanjutkan jalan nya.
Dan perkataan vino menghentikan pergerakan Amora."Apa alasannya ,ini yang gue tunggu tunggu . Kalian benci gue tapi gue gak tau salah apa gue sama kalian "
Amora menatap nyalang kepada keluarganya.
"Gak sopan banget kamu"
Mommy Wanda menatap tak suka kepada putrinya.
"Gue tanya apa alesanya "
Amora meninggikan suaranya ketika perkataanya tidak dijawab."Kamu gak usah tau,yang paling jelas kamu anak sialan yang merenggut kebahagiaan kita"
Jawaban sang Daddy mencolos hati Amora."Kalo kalian gak mau jawab,gausah mancing mancing.gue gak tau salah gue apa,dari dulu kalian benci gue.gara gara apa? Gara gara apa hah?! Jawab anjing jangan malah diem aja.gue cape tau gak? Cape banget?! Kalo gue bisa pilih,gue juga gak mau lahir dari rahim Lo sialan.gue lebih pilih lahir dirahim pengemis yang baik hati dan sayang sama anak nya dibanding lahir di rahim keluarga kaya yang suka menyiksa fisik dan batin anaknya.kalo kalian benci gue,kenapa gue dulu gak kalian buang aja hah?!.
Sialan Lo semua"Setelah acara teriak teriaknya Amora berjalan menuju garasi untuk mengambil mobilnya dan mengendarai menuju mall.
Sedangkan di dalam mansion itu semua orang masih shock mendengar perkataan Amora.
Amora yang biasanya lebay dan lembek tapi sekarang berani berteriak teriak seperti orang gila bahkan mengatai sang mommy nya sialan.
Mereka masih diam dengan pikirannya masing masing.
'maafkan Abang dear,Abang masih bingung'
Batin vino yang masih sedikit waras dibandingkan bonyok dan kembaranya.~•~•~•~•~•~••~•~
Gimana? Bagus gak ceritanya ?
Sorry kalo banyak typo soalnya masih belajar heheJangan lupa juga ya vote dan coment nya

KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Twins
Teen Fictionhai semua ini adalah cerita pertama aku, jadi kalo ada yang salah tolong ya tegur aja supaya aku juga bisa memperbaiki cerita nya ~•~•~•~•~•~•~•~•~ bagaimana jadinya jika kamu bertransmigrasi ? parahnya lagi,ternyata kamu bertransmigrasi k...