RAKSA 04

39 10 6
                                        

Hubungan Raka dan Safira yang putus, membuat satu sekolah SMA Pelita Bangsa geger. Couple goals SMA Pelita Bangsa, tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba putus.

Sampai berakhirnya hubungan mereka jadi trending topic di laman web sekolah mereka.

"Anjir, serius nih, Raka dan Safira putus."

"Gue nggak nyangka sih. Kirain bakal langgeng sampai ke pernikahan."

"Tapi kok mereka bisa putus ya?"

"Kalau gini mah, Safira bisa gue gebet lah."

"Heh! Lo mau di hajar Raka."

"Nggak takut gue. Orang juga mereka nggak ada hubungan apa-apa lagi."

"Feeling gue nih ya. Ada orang ketiga diantara hubungan mereka."

"Iya juga sih. Tadi pagi Raka bareng sama adik kelas. Hmm, siapa ya namanya, gue lupa. Ah iya, Rachel."

"Rachel... Apa sih yang suka Raka dari tuh cewek. Dimana-mana lebih cantikan Safira lagi lah."

"Nggak percaya nih gue. Nggak semudah itu Raka berpalinglah, pasti ada sesuatu nih."

"Mungkin juga sih. Mengingat betapa bucinnya dulu Raka sama Safira, nggak mungkin Raka suka sama Rachel begitu mudahnya."

"Jadi apa yang menyebabkan Raka meminta putus sama Safira?"

"Gue juga nggak tahu."

Satu sekolah membicarakan Raka dan Safira. Mereka benar-benar penasaran, kenapa mereka bisa putus.

Sejak berakhirnya hubungan Raka dan Safira. Safira mulai menjauhi apapun yang berhubungan dengan Raka.

Seperti saat ini, Safira pindah tempat duduk. Yang awalnya tempat duduknya dekat Raka, sekarang jadi pindah, yang jaraknya jauh dari Raka.

Dia menukar tempat duduknya dengan wakil ketua kelasnya. Yang kebetulan tempat duduknya dekat dengan Yeni.

Jadi sekarang, tempat duduk Safira dekat dengan Yeni.

"Yeay! Akhirnya lo duduk dekat sama gue" girang Yeni.

Safira terkekeh kecil. "Senang bener lo."

"Ya iya dong. Gue seneng."

Safira dan Yeni tertawa bersama. Tapi, Safira berhenti tertawaan saat melihat Raka memasuki kelas.

Wajah Safira berubah menjadi datar seketika. Dia memalingkan wajahnya, dia benar-benar muak melihat wajah Raka.

Raka yang melihat Safira membuang mukanya, hanya bisa diam tak bisa melakukan apa-apa. Dia duduk di tempatnya. Sekarang yang berada di samping nya adalah wakil ketua kelas, bukan Safira.

Raka membuka ponselnya. Dia melihat semua chat dari Safira yang sudah dia abaikan dari kemarin.

"Gue minta maaf Safira" batinnya sambil menggenggam erat ponselnya.

Deg!

Dada Raka tiba-tiba sakit, dia merasa sesak. Dia memegang dada nya yang terasa begitu sesak. "Gue mohon jangan sekarang..."

Raka mencoba mengatur nafasnya. Dia menarik napas dan membuangnya.

Seseorang menepuk pundaknya. Dia adalah Putra. "Lo nggak apa-apa Raka?"

Raka menoleh pada Putra. "Hmm, gue nggak apa-apa."

Rasa sakit di dada Raka mulai menghilang.

Putra yang mengerti ucapan Raka kembali ke tempat duduknya.

RAKSATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang