3. sleep together

2.8K 172 19
                                        

Pagi hari yang begitu dingin karena hujan sejak semalam tidak berhenti. Hari ini adalah hari weekend dimana Jaehyun lebih memilih untuk beristirahat di mansion. Semalam juga Jaehyun menemani Renjun tidur di kamarnya karena kata Winwin pemuda manis itu takut dengan petir.

"Eunghhh" Renjun menggeliat. Lalu mengerjapkan matanya. Ia melirik ke arah Jaehyun yang duduk dengan membaca sebuah buku di tangannya. Dan jangan lupakan kacamata baca yang bertengger di hidung mancungnya. Benar-benar pemandangan yang sangat memanjakan mata bukan?

"Uncle?" panggil Renjun. Jaehyun menurunkan bukunya lalu melepas kacamatanya dan menatap Renjun yang menatapnya polos. Tidak tau saja otak Renjun sudah dipenuhi berbagai rencana mesum. 1 bulan kenal dengan Haechan membuatnya selalu bisa membuat Jaehyun panas dingin.

"Ada apa Ren? Renjunie takut hm?" tanya Jaehyun lembut. Ia memang tidak pernah kasar dengan Renjun. Apapun itu yang terjadi. Renjun hanya mengangguk polos.

"Sini peluk uncle, kata mamamu, kau akan tenang ketika dipeluk" dengan hati senang Renjun merapatkan tubuhnya dengan Jaehyun. Ia bahkan duduk di pangkuan pria itu.

"Mama selalu peka" gumam Renjun pelan. Ia sangat amat berterima kasih kepada Winwin karena sudah membuatnya memiliki kesempatan lebih dekat dengan pria itu.

"Iya mamamu selalu peka" balas Jaehyun dengan sedikit meremat pinggul Renjun dan memejamkan matanya. Pemuda itu terlalu banyak bergerak membuat bagian bawahnya terbangun.

"Ihhh ini apa uncle? Kenapa menggembung?" tanya Renjun. Dengan sengaja ia memegang penis Jaehyun yang masih terbungkus celana. Ia juga sedikit mengelus dan berkali-kali bertanya sok polos. Dan Jaehyun benar-benar tidak merasa heran jika Renjun memang sengaja melakukan itu.

"Uncle? Apa ini sakit?" tanya Renjun. Jaehyun mengangguk, cukup menikmati tangan Renjun yang mengelus kejantanannya dari luar celana sesekali berdecak kagum.

"Bagaimana rasanya? Milik Injunie tidak pernah seperti ini" Jaehyun menggeram rendah. Bagaimana bisa ia tegang hanya karena Renjun banyak bergerak? Ingatkan dia bahwa dia itu straight.

"Rasanya sangat sesak" jawab Jaehyun. Renjun hanya mengangguk polos.

"Lepas saja celana uncle, nanti uncle tidak akan sesak lagi" saran Renjun. Pemuda itu terlihat sedikit minggir ingin turun dari pangkuan Jaehyun.

"Injunie ingin bantu uncle?" Renjun mengangguk senang. Sebentar lagi rencananya akan berhasil.

"Injunie ingin es krim vanilla?" tanya Jaehyun lagi. Renjun kembali mengangguk. Jaehyun tersenyum miring lalu beralih melepas celananya dan memperlihatkan kejantanannya yang mengacung tegak melawan gravitasi. Renjun menatap polos apa yang dilakukan Jaehyun.

"Kulum itu, Injunie akan dapat es krim vanilla nanti" Renjun menatap Jaehyun dengan polos lalu melakukan apa yang Jaehyun suruh. Awalnya ia hanya memasukkan ujungnya saja tapi Jaehyun dengan tidak berperasaan mendorong kepala Renjun agar mengulum keseluruhan kejantanannya. Namun nyatanya Renjun hanya bisa mengulum setengahnya.

"Uhukkk!!" Renjun tersedak. Milik Jaehyun begitu panjang sampai membuat mulutnya penuh. Ia pun memaju mundurkan kepalanya sesuai dengan perintah Jaehyun.

"Ahhh yessshh seperti itu akhhhh" Jaehyun semakin mendorong masuk miliknya agar Renjun dapat mengulum keseluruhan miliknya.

"Uncle Renjun lelah" Renjun melepaskan kulumannya membuat Jaehyun menatapnya horor. Renjun yang takut pun kembali melakukan itu walaupun ia sudah lelah. Ia jujur sangat lelah,milik Jaehyun begitu besar membuatnya kesulitan. Ia tidak menyangka milik prianya ini begitu besar.

"Lebih cepathh" Renjun semakin mempercepat gerakannya. Ia juga merasakan milik Jaehyun membesar di mulutnya.

"Akhhhhhhh" Jaehyun mengerang ketika pelepasan menghampirinya.

"Telan Rennhh" titah Jaehyun. Dengan segera Renjun menelan sperma Jaehyun. Pria itu terlihat tersenyum.

"Uhhh milik Injunie sakit" ucap Renjun. Ia terlihat memegang miliknya. Jaehyun ingin terkekeh melihat milik Renjun yang mungkin hanya sekelingkingnya saja.

"Ingin uncle hilangkan rasa sakitnya?" tawar Jaehyun. Renjun mengangguk. Miliknya tegang dan itu benar-benar ngilu. Jaehyun meraih milik Renjun dan memasukkan milik Renjun ke dalam mulutnya.

"Milikmu lucu" ucap Jaehyun. Meskipun ia sedang mengulum milik Renjun tapi pria itu masih bisa berbicara. Renjun hanya bisa mengerang kenikmatan. Baru kali ini ia merasakan langsung bagaimana rasanya dibantu ketika sedang seperti ini. Biasanya ia hanya bisa bermain dengan sex toy miliknya.

"Emhhh uncle Injunie ingin pipis" Jaehyun yang mendengar erangan Renjun pun mempercepat gerakannya. Dan benar saja, tidak ada 3 menit Renjun sudah pelepasan.

Jaehyun melepaskan kulumannya dan menatap Renjun yang sudah acak-acakan.

'maafkan aku ge, sepertinya aku menyukai putra mu' inner Jaehyun. Ia menatap Renjun yang terengah-engah. Bukan semata ingin memenuhi kebutuhan biologisnya, tapi Jaehyun juga menyukai sifat manja Renjun. Ia merasa nyaman dengan pemuda itu.

"Uncle hah... Injunie lelah huhh" Renjun sibuk mengatur nafasnya. Jaehyun terkekeh.

"Ayo ganti pakaian mu, nanti uncle belikan es krim vanilla" ajak Jaehyun. Ia pun kembali ke kamarnya meninggalkan Renjun yang bersemu.

"Aaaaaaa uncle Jae sangat hot, oh tuhan aku harus menceritakan ini ke Haechan besok lusa" Renjun menutup wajahnya yang sudah memerah padam.

•••••


Malam ini Jaehyun berencana untuk santai-santai saja. Ia malas bertemu dengan tumpukan berkas lagi. Tapi nyatanya hal itu tidak terealisasikan dengan baik. Pikirannya justru melayang mengingat kejadian tadi pagi.

"Jae sudah berhenti memikirkan hal itu" Jaehyun memukul-mukul kepalanya sendiri. Sejak tadi ia tidak bisa menyingkirkan pikiran kotornya.

"UNCLEEEE!!" Renjun tiba-tiba muncul dari balik pintu dan langsung naik ke pangkuan Jaehyun. Ia memang begitu manja ke Jaehyun, tapi Jaehyun tidak tau niat terselubung dari pemuda manis itu.

"Kenapa hm?"

"Injunie mau tidur di sini" jawab Renjun. Jaehyun sesekali melirik kamarnya. Bukankah Renjun tidak suka tempat gelap? Bahkan Renjun juga melarang lampu kamarnya dimatikan semua. Pemuda itu selalu membiarkan lampu tidur dan lampu balkon menyala agar tidak terlalu gelap.

"Yakin?" tanya Jaehyun. Renjun mengangguk pasti.

"Baiklah Injunie boleh tidur di sini malam ini" ucap Jaehyun. Renjun senang. Ia akan melakukan saran Haechan nanti. Doakan saja ia berhasil.

"Ayo uncle kita tidur, Injunie mengantuk" ucap Renjun. Tapi rupanya pemuda itu justru menempelkan tubuhnya ke tubuh Jaehyun.

"Kenapa begini? Katanya mau tidur"

"Gendong~" dengan sabar Jaehyun menggendong Renjun seperti koala lalu menidurkan tubuh mungil itu ke kasur.

"Injunie sudah sikat gigi?" tanya Jaehyun. Renjun mengangguk. Bukan hanya sikat gigi, nyatanya Renjun juga sudah mempersiapkan semuanya.

"Baiklah uncle sikat gigi sebentar okay?" Jaehyun beranjak ke kamar mandi untuk menyikat giginya. Dan sekarang adalah kesempatan Renjun untuk mencampurkan obat yang ia bawa itu ke air putih yang selalu Jaehyun sediakan di nakas.

Ceklekk

Renjun menatap Jaehyun. Takut jika pria itu melihat apa yang ia lakukan.
"Uncle sudah selesai?" tanya Renjun. Jaehyun mengangguk lalu meminum air putih yang selalu ia sediakan di nakas itu.

"Sudah ayo tidur" ajak Jaehyun. Renjun sedikit merengut. Kenapa reaksi obat itu begitu lama? Renjun jadi kesal sendiri. Ia pun merebahkan tubuhnya dengan kesal. Ia berharap akan segera bereaksi. Apakah ia harus sedikit membuka kancing atasnya?

•••••

Hi guys ada yang kangen nggak??

Jangan lupa votement 🤗

Uncle? [ JAEREN ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang