Aku suka "keyakinan" ayah,
Aku juga suka "ketakutan" mama. Walaupun mereka berdua berbeda. Itu justru memberi saya sudut pandang baru. *Kenapa kamu memilihku? Apa alasannya?*
-
"Karena aku yakin"
*Kalau keyakinan mu salah gimana?* Keyakinan manusia bisa salah. Jika aku salah, yg salah itu aku, bukan Tuhan. Karena dari awal aku sudah yakin. Maka aku tinggal mewujudkannya dari keyakinan menjadi kenyataan.
Aku suka keyakinan ayah. Aku suka. Dia sangat yakin kalo aku bisa. Seakan dia menyerahkan semua ke kita dan yakin bahwa kita bisa.kasarnya justru "sabodo teuing. Itu tandanya..kita bisa diharapkan. Aku suka itu. Tapi ibu...bukan meragukan sih.. tapi lebih ke..."khawatir", ". Ke khawatiran ibu saya besar. Bahkan pas anak-nya udah pada lulus. Jadi kaya masih dianggap anak kecil. Bagus, tapi kami serasa ga dihargai.
Kesalahan ayah sebagai ayah. Adalah.. ketika kami kecil jarang bersama. Kami diperlukan seperti orang dewasa yg bebas. Alhasil...kami bandel karena kebebasan yg ayah kasih. Tapi pas udah gede..malah dinasihati pake omongan yg notabenenya...kalo udah dewasa itu susah dibilangin. Seperti batang pohon yg susah di luruskan ketika sudah besar. Kebalik..pas gede kami diperlukan kaya anak kecil.
Bukan mau mengungkit kesalahan. Toh kesalahan yg seperti itu ga bisa diulang. Meski diperbaiki pun udah terlanjur. Aku bahkan sempat kepikiran untuk bebas kaya abang. Tapi kalo bukan aku yg menyenangkan mereka...siapa lagi? Aku bukan tipe orang yg perduli sama orang lain. Tapi kalo orang lain dirugikan dan balik merugi...maka aku ga akan melakukan kerugian itu.
Aku ga mengatakan ayahku buruk. Bahkan ayah ga pernah marah malah. dan ibu juga malah terlalu baik, hobby ngasih orang. Tapi bahkan...dengan kebaikan mereka...itu ga cukup untuk membuat kehidupan jadi lebih baik. Karena semua kebaikan itu akan terkikis jika ada satu kebiasaan buruk. Aku malah jadi semakin ga yakin...bahwa menjadi orang baik akan muncul hal² baik kepada kita. Aku yakin,kalo baik aja itu ga cukup.
But...thats something uniqe. Bahwa... setelah semua pergelutan kesulitan itu... karena kebaikan kita lah . Kita mampu bertahan sampai sekarang. Itu..juga dari keyakinan ayah. Yakin bahwa kita bisa melewati Dan... ketakutan ibu. Takut..bahwa kita suatu saat akan jatuh. Maka kita harus terus berusaha.
KAMU SEDANG MEMBACA
H.E.A.R.T
Fiksi UmumTentang logika kehidupan serta pemikiran yang absolut. Tulisan ini diciptakan untuk menentang Semua ekspetasi & pemikiran. Sombong diatas kesombongan, keagungan diatas kekuasaan dan... Membaca hati,sifat, kisah & kepribadian. memang ekspetasi ta...
