Awalan

1.9K 234 13
                                        

⚠️ Banyak bahasa kasar ala anak remaja

⚠️ BUKAN IDOL

⚠️ Hanya cerita fiksi

⚠️ Adegan dewasa sedang dipikirkan hihihi 😂

PLAY MULTIMED OR SEARCH JESSI - MY ROMEO

Dua orang gadis memasuki ruangan bar yang dipenuhi orang-orang. Mereka adalah Lalisa Effeline dan Rosiane Anderson. Gadis remaja yang seharusnya tidak diperkenankan masuk kedalam bar, karena usia mereka dibawah 18 tahun.

 Gadis remaja yang seharusnya tidak diperkenankan masuk kedalam bar, karena usia mereka dibawah 18 tahun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lisa dan Rosie bahkan terpaksa berdandan layaknya wanita dewasa dengan memakai pakaian kurang bahan, hanya untuk mengelabui penjaga

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Lisa dan Rosie bahkan terpaksa berdandan layaknya wanita dewasa dengan memakai pakaian kurang bahan, hanya untuk mengelabui penjaga.

Sebelumnya Rosie kalah taruhan dari temannya. Hukuman yang harus dilakukan adalah berfoto dengan pria random di bar. Sebagai sahabat yang baik, Lisa tentu menemani Rosie.

Lampu kerlap kerlip begitu terang, membuat mata gadis bersurai brunette itu seakan sakit mata. Tidak hanya itu, suara dentuman musik yang keras, asap rokok, serta pemandangan beberapa pasangan sedang bercumbu di sudut bar,membuat Lisa terkejut.

"Yah! Rosie, mending kita pulang deh."

"Apa??? Lo ngomong apa??? GUE GA DENGER!!"

"Hiisshh!!!" Gadis itu menggerutu sendiri ketika sahabatnya malah asik berjoget.

"Sa!! Gue kesana dulu. Gue harus jalanin hukuman dari Mila. Nanti Lo tunggu disana ya!!!" Rosie berteriak di telinga gadis berponi itu, seraya menunjuk salah satu meja.

"IIYAAA!!" Balas Lisa dengan menjerit. lalu berjalan kearah meja yang ditunjuk rosie.

Kepalanya saat ini terasa sedikit pusing, bukan karena alkohol, melainkan kondisi Bar yang cukup ramai. Belum lagi baju yang ia kenakan kali ini cukup terbuka.

Begitu sampai di counter bar, dia duduk menghadap bartender.

"Hii, mau minum apa nona cantik?" Sambut salah satu bartender.

"Mampus gue, minum apa ya? Nanti kalau gue mabuk gimana? Bisa dimutilasi sama mommy." Pikiran gadis itu berkelut dengan perasaannya.

"Emm, orange juice ada ka? Eh mas eh apa sih manggilnya." Ia terlihat kikuk

Sang bartender menaikan alis, pria itu menduga pasti gadis yang ada di depannya kini, baru pertama kali ke bar. Ia menatap lekat penampilan gadis itu sekali lagi.

"Kalau dari dandanannya sih gak kaya anak dibawah umur, dahlah gue bikinin aja." Batin bartender itu, yang sempat curiga gis itu masih berusia dibawah 18.

"Hemm.. baiklah nona, ditunggu."

Selagi bartender itu menyiapkan minuman, Lisa duduk mengamati situasi bar. Sedari tadi dia terlihat tidak nyaman dengan dress yang dikenakan saat ini

"Sumpah ya si mawar! Ini baju gue udah kaya cabe-cabean. Jangan ampe ada om-om, bisa diculik gue." Gerutunya, sembari terus memegangi belahan dress di paha mulusnya.

BRAAAKKKK!

PRAAANNKKK!

Lisa tersentak ketika mendengar suara ribut-ribut yang berasal dari sudut bar. Atensinya kini tertuju pada seorang gadis pelayan wanita, yang menjatuhkan beberapa gelas minuman dari nampan yang dipegangnya.

Pelayan wanita itu kini seolah menatung dan pucat, ketika berbuat kesalahan fatal di depan 7 orang pria tampan yang sedang duduk di depannya.

"Yah! Apa kau buta?? Kau mau dipecat?!!!" Ucap salah seorang pemuda bersurai blonde.

"T_tuan ma_mafkan saya." Ucapnya dengan gemetar.

"Kalau semua bisa minta maaf, lalu apa gunanya polisi?" Ucapan pria yang merupakan ketua dari kelompok itu, membuat sang waiters makin pucat.

"Jilat!"

Pelayan itu masih berkelut dengan pikirannya, seakan tak paham maksud pria itu.

"Ma_maksudnya Tuan?"

"Aku bilang JILAT SEPATU KU!!" kini pria itu teriak.

Lisa menganga melihat perlakuan pemuda itu,

"Silakhan nona, ini mi_"

Brakk!!

Ucapan bartender yang mengabtar minukan itu terpotong, karena Lisa tiba-tiba memukul meja.

"Tidak bisa dibiarkan!!!"

Dengan penuh emosi, Lisa membawa gelas berisi orange juice miliknya. Ia berjalan menuju segerombolan pemuda yang sedang bersikap seenaknya pada pelayan itu.

"Wooiii lu budek??? Ga denger apa yang temen gue bilang??" Kini temannya yang lain ikut meneriaki waiters.

Dengan perlahan, gadis itu mulai berlutut di depan pemuda yg memintanya tadi.

Namun... belum sempat waiters itu menjalankan perintah,

BYUUURRR!!!

Ketujuh pria itu terkejut setengah mati, ketika Lisa datang menghampiri mereka dan menyiram minuman, tepat di muka sang ketua genk.

Semua mata membelalak seakan mau copot. Untuk pertama kali dalam sejarah, ada yang berani melakukan itu.

Belum sempat pemuda itu melihat jelas wajah sang pelaku, Lisa langsung menarik waiters itu untuk berdiri dan berlari pergi.

"FUCK!!! Gue gak mau tau, cari cewe brengsek itu!!!" Amarah kebencian begitu terlihat di matanya saat ini.

🧚‍♀️ Fairy_Notes 🧚‍♀️

Tiba-tiba dapet insight menulis cerita ala-ala sekola hihihi

Bagus gak ya kira" ?





OUR PRINCESSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang