SBP 3

2.8K 315 24
                                        

Kerinduan yang mendalam dan rasa kasih sayang itulah yang jisoo rasakan saat ini. dia kembali melihat sosok sahabat yang dulu pergi dan tidak pernah kembali dalam waktu yang sangat lama . dia selalu memikirkan jennie setelah sahabatnya itu pergi dan menghilang tanpa kabar, tidak jarang jisoo melintasi villa milik keluarga jennie sekedar mengintip memastikan bahwa jennie sudah kembali. tapi itu semua tidak berhasil nyatanya jennie menghilang begitu saja.

jisoo sering pergi mengunjungi makam tiffany tempat dia bertemu dengan jennie pertama kalinya. dia berharap setidaknya ada jejak yang jennie tinggalkan disana agar dia bisa tahu bahwa sahabatnya itu masih hidup.  tapi itu juga percuma bahkan sedikitpun tidak ada jejak kedatangan jennie disana.

dan sekarang kerinduan nya terobati kala melihat sahabatnya kini sudah kembali dan duduk didepannyaa. tak kuasa menahan airmatanya jisoo melompat dan memeluk jennie dengan erat

"hiks aku merindukan mu bodoh. kau menghilang begitu saja tanpa pernah mengabariku sekalipun" ucapnya terisak didalam pelukan jennie 

jennie tersenyum menahan airmatanya yang akan jatuh, dia juga sangat merindukan jisoo sahabatnya yang selalu ada disaat dia dalam keadaan terpuruk. baginya jisoo bukanlah sekedar sahabat melainkan seorang kakak yang menyayangi adiknya. 

"yaa unnie jangan menangis seperti anak kecil. yang penting sekarang aku sudah ada didepanmu kan? aku disini bersamamu" balas jennie  mengusap punggung jisoo yang bergetar 

"setidaknya beri kabar padaku agar aku tidak mengkhawatirkan mu"ucap jisoo menghapus airmatanya menggunakan punggung tangan nya seperti anak kecil 

"maafkan aku hum? aku kehilangan kontak mu sehingga tidak bisa menghubungimu kembali" kata jennie berbohong dia menghapus sisa air mata diwajah jisoo menggunakan jari jempolnya 

"kau tidak akan pergi lagi kan?" tanya jisoo setelah menenangkan dirinya dia sudah lupa dengan keberadaan orang lain diruangan itu 

"tidak akan. jika pun aku pergi nanti aku akan membawa mu jika kau mau"

"aku tidak tahu kau bisa menangis jisoo-ssi" so hyun berbicara mengacaukan suasana haru disana . 

dia mengenal jisoo dengan baik karena jennie menyuruhnya untuk mengawasi jisoo sejak dia masih menjadi jaksa dulu. bahkan so hyun membiayai kuliah jisoo hingga wisuda atas perintah seonho.
jisoo yang tidak pernah menangis dan tidak pernah menunjukkan sisi rapuhnya pada siapapun kini terlihat bagaimana dia menangis seperti anak kecil didepan keponakan nya. dan itu membuat sohyun terkejut sekaligus senang

"sajangnim kau menghancurkan suasana" balas jisoo kesal 
sohyun tertawa kecil melihat jisoo memelas 

"jadi bagaimana? apa kau menerima tawaran untuk bekerja dengan perusahaan ku?" tanya jennie 

"kau harus membayar ku mahal. satu porsi tteobboki ahjumma lee" jawab jisoo dengan serius  
jennie tertawa mendengar bayaran yang diinginkan jisoo 

"apa ahjumma lee masih jualan?" tanya jennie mengingat kedai tteobboki ahjuma lee adalah tempat mereka selalu menghabiskan waktu dengan memesan satu porsi tteobbokki kemudian duduk di dekat jendela sembari menunggu hari gelap bahkan terkadang mereka ketiduran sampai ahjumma lee membangunkan keduanya dan menyuruhnya pulang. 

"masih. aku selalu membeli tteobboki disana jika aku lewat"

"kalau begitu kita bahas kontrak sambil makan di kedai ahjumma" usul jennie 

-----

disinilah mereka sekarang didepan gang kecil menuju kedai ahjumma lee. karena mobil tidak bisa masuk kedalam steven memarkirkan mobilnya dipinggir jalan kemudian jack membuka pintu untuk jennie jisoo. 

SWEET BUT PSYCHO (JENLISA)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang