Happy Reading
Pagi sudah tiba, saat ini Fira seperti biasa bangun pagi dan menyiapkan sarapan untuk suami dan anak-anaknya.
"Bi maaf gorengin tempura udang nya, saya mau bangunin anak-anak" Ujar Fira yang langsung di iyakan oleh bibi.
Fira naik ke lantai 3 kamar El, ia masuk ke dalam kamar dan melihat jika El masih tidur sedangkan Ernest sedang mandi.
"Baby, wake up nak" Ucap Fira lembut sambil mengusap keing El dan menyugarkan rambutnya.
Namun Fira di buat kaget dengan suhu tubuh El yang panas, serta keringat sebiji jagung di keningnya
"Baby El" Panggil Fira lembut.
Eugh
"Bunda" Ujar El lemas dengan muka pucatnya.
"Yes baby, are you okay?" Tanya Fira khawatir.
"Badan El ga enak Bunda, kepalanya pusing" Adu El dengan Isak tangisnya yang tidak bisa ia tahan.
"Iya sini bunda pijit kepalanya" Fira duduk di sebelahnya dan dengan cepat El langsung menaruh kepalanya di paha sang bunda dan memeluk pinggang Fira dengan erat.
"Bunda mau peluk" Ujar El melantur, padahal sekarang ia sedang memeluk Fira.
"Iya baby, ini Bunda peluk" Kata Fira.
Cklek.
"Kenapa Bunda?" Tanya Ernest yang baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah rapih dengan seragam SMA nya yang memang sudah ada di kamar El.
"Adek demam, badannya panas" Jawab Fira, sambil mengelus kepala El.
Ernest segera mendekat dan mengecek suhu tubuh El dan memang benar jika tubuhnya sangat panas.
"Dari semalam bang?" Tanya Fira.
"Engga Bunda, semalam badannya ga panas cuma aga sedikit hangat aja, pas Er suruh minum obat malah gamau anaknya" Jelas Ernest, rekor terpanjang ia berbicara dengan orang lain walaupun sekarang Fira menjadi Bundanya.
"Ndaa mau susu" Rengek El.
"Mam dulu ya nak, terus minum obat" Ujar Fira.
"Gamau, gamau minum obat Bunda pahit"
"Iya engga okay, jangan nangis nanti sesek dadanya" Ucap Fira membenarkan letak kepala El.
Sedangkan Ernest melihatnya tidak tega, jika El sakit pasti akan sangat rewel dan manja. Begini salah begitu juga salah.
"Abang sarapan sendiri ya, Bunda ga bisa ninggalin adek. Bunda udah bikinin sarapan ko" Ujar Fira.
"Ga papa Bunda, tapi Adek?"
"Kenapa Adek?" Tanya Bara yang masuk tiba-tiba.
"Demam, badannya panas" Ucap Fira
Bara ngecek suhu tubuh El, mengusap pipinya lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARACK
RandomALANGKAH BAIKNYA SEBELUM BACA FOLLOW AKUN INI TERLEBIH DAHULU DAN JANGAN LUPA VOTE Cover by pinterest
