Happy Reading
Siang ini, si kecil El sudah uring uring sejak pagi tadi. Ia bangun tidur tidak melihat keberadaan Papa dan Abang nya, Bundanya bilang pagi tadi sebelum dirinya bangun Papa dan Abang nya pergi bekerja, padahal sekarang hari weekend.
Semalam Papanya janji jika hari ini mereka semua akan bermain ke rumah neneknya karena neneknya itu pulang ke Indonesia.
Namun apa, Papah nya menitipkan pesan jika dirinya harus pergi duluan bersama Bundanya sedangkan Papa dan Abang nya akan menyusul nanti.
Sebenarnya tidak masalah, tapi entah perasaan nya kenapa sejak pagi tadi El sangat sensitif. Sarapan tidak mau, minum susu tidak mau dan mandi juga tidak mau.
Bahkan sekarang ini El masih asik dengan dunia kartun nya, Fira sebagai bundanya masih membiarkan si kecil untuk asik dengan dunia nya sendiri sebelum nanti akan ia suruh mandi untuk bersiap.
Pukul 9.00 pagi, Fira telah selesai dengan urusan rumah tangga nya, ia juga telah menyiapkan bekal makanan untuk anaknya nanti di mobil. Seperti nya El sedang GTM sekarang.
"Adek, sudah jam 9 sayang, saatnya mandi" Ujar Fira, ia mendudukan dirinya di samping sikecil.
"Ndaak mau mandi Bundaa" Jawab El, ia malah memeluk tubuh Fira dari samping.
"Loh, katanya mau main ke rumah Omah sama Opah, kan semalam Adek udah video call mereka janji mau main" Ucap Fira sabar, tidak mungkin juga ia menyuruh anaknya mandi dengan cara marah-marah apalagi sekarang anaknya sedang dalam suasana hati yang buruk.
"Ndak mau pergi bundaaa, maunya sama Papa dan Abang ajaa" El semakin mengeratkan pelukan nya di pinggang Fira.
"Kan nanti Papa dan Abang menyusul sayang, Adek perginya sama Bunda"
"Adek marah sama Papa sama Abang, mereka lebih sayang kerjaan nya dan ngga sayang Adek lagi"
Fira hanya menggelengkan kepalanya. Tidak sayang katanya, padahal kemarin sikecil ini baru saja menguras dompet Papa dan Abangnya karena minta di belikan mainan dengan harga yang sangat di luar nalar manusia.
150 JT. Untuk harga satu mainan yang El inginkan. Papanya dan Abangnya tanpa banyak bicara langsung membelikan tapi setelah itu di belakang El, Fira marah-marah dengan dua laki-laki beda usia tersebut.
Memang uang dan hak mereka, tapi seharusnya tidak semuanya di turutin jika satu mainan 150 JT lalu El meminta tiga mainan sekaligus makan sudah berapa ratus juta yang mereka keluarkan.
Dan itu masih dibilang tidak sayang dengan El, astaga dasar anak bayi.
"Nanti Bilang ke Papa dan Abang jika El sedang marah dengan mereka, tapi sekarang mandi dulu ya nak, sama Bunda Yuk!"
El tetap menggelengkan kepalanya, ia tidak mau pergi kemana mana sekarang.
"Nanti di rumah Opah, bang Karell sama Om Diego ada loh Dek, emang Adek gamau pamer mainan ke mereka" Ucap Fira, ia tahu anaknya itu suka sebel dengan Abang sepupu dan om nya itu karena sering pamer mainan.
Tapi walapun begitu setelahnya mereka akan mengirimkannya ke rumah. Memang awalnya saja mereka tuh suka iseng tapi akhirnya akan baik ko.
KAMU SEDANG MEMBACA
ELBARACK
RandomALANGKAH BAIKNYA SEBELUM BACA FOLLOW AKUN INI TERLEBIH DAHULU DAN JANGAN LUPA VOTE Cover by pinterest
